sign up SIGN UP search


parenting

Seru! 7 Dongeng Sebelum Tidur, Kaya Pesan Moral & Latih Imajinasi Anak

Annisa Karnesyia Selasa, 05 Jan 2021 10:23 WIB
Dongeng caption
Jakarta -

Membangun daya imajinasi anak bisa dengan mendongeng lho, Bunda. Kita juga bisa menenangkan si kecil dengan cerita dari dongeng, misalnya sebelum anak tidur.

Menurut psikolog klinis, dra.Ratih Ibrahim, M.M, mendongeng bisa menjadi metode efektif untuk menstimulasi perkembangan bahasa, kognitif, motorik halus, dan ekspresi emosi anak. Cara ini juga terbilang sebagai aktivitas yang menyenangkan untuk orang tua dan buah hatinya.

"Mendongeng adalah cara super efektif untuk mengajar dan menstimulasi semua tingkat kecerdasan anak dan tanpa disadarinya, anak senang," kata Ratih beberapa waktu lalu.


Setelah mendongeng, anak menjadi berani bereksplorasi sehingga aspek kecerdasan akan terstimulasi. Kalau sudah cerdas, menurut Ratih, anak bisa berubah menjadi kreatif.

Bunda bisa pilih dongeng dengan tokoh binatang atau jenis cerita fabel untuk diceritakan pada anak ya. Sebaiknya kita memilih cerita dongeng yang menyesuaikan usia si kecil agar mereka mudah paham.

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum 7 cerita dongeng anak sebelum tidur yang bisa dibacakan Bunda untuk si kecil:

1. Si kancil mencuri timun

Si kancil mencuri timun adalah dongeng populer di Indonesia. Kancil diceritakan sebagai binatang yang jahil, cerdik, dan suka bertindak sesuka hatinya.

Suatu hari, kancil kebingungan karena kehabisan makanan. Saat itu, hutan sedang dilanda musim kemarau panjang yang membuat semua makanan habis.

Kancil terpaksa keluar hutan untuk mencari makan karena tak ingin mati kelaparan. Saat berjalan keluar hutan dan tiba-tiba menemukan ladang timun yang besar.

Seketika muncul keinginan Kancil untuk melahap semua timun-timun di ladang itu. Ide untuk mencuri pun muncul.

"Mungkin tidak apa-apa jika aku memakan timun itu sedikit ya," kata Kancil.

Diam-diam Kancil memakan timun-timun di ladang tanpa sepengetahuan Pak Petani. Ia pun menjadi terbiasa dan sering diam-diam mencuri timun untuk dimakan di hari-hari berikutnya.

Namun, ulah nakal Kancil ini akhirnya diketahui Pak Petani. Ia marah dan berusaha menjebak Kancil agar tak mencuri lagi timun-timun di ladang.

"Aku harus memberi pelajaran untuk si pencuri," kata Pak Petani.

Pak Petani akhirnya menemukan cara untuk menjebak Kancil. Ia membuat orang-orangan sawah dari kayu dan batok kelapa. Pak Petani yakin, Kancil pasti ketakutan dan berhenti mencuri.

Benar saja, keesokan harinya Kancil yang kelaparan datang ke ladang timun. Ia lalu kaget dan takut melihat ada orang yang menjaga ladang Pak Petani. Kancil tidak tahu bahwa itu adalah orang-orangan sawah.

Ia pun bersembunyi dan menunggu sampai orang itu pergi untuk mencuri timun. Tapi, meski sudah lama menunggu, orang sawah itu tak kunjung pergi. Kancil akhirnya menyerah dan kembali pulang tanpa membawa timun.

Dari cerita Si Kancil Mencuri Timun ini kita bisa mengajarkan anak untuk tidak menirukan sifat Kancil. Jelaskan pada si kecil bahwa mencuri seperti Kancil adalah perbuatan yang buruk dan dibenci banyak orang.

2. Berpetualang Seru ke Hutan

Berpetualang Seru ke Hutan merupakan buku dongeng yang ditulis Lanang Putro. Buku ini menceritakan kisah petualangan Ara yang tersesat di hutan dan membawanya ke petualangan baru.

Suati hari, Ara dan teman-teman sekelasnya piknik ke hutan di dekat sekolah. Sebelum pergi, Ara memeriksa daftar barang yang harus dibawa dari gurunya, lalu dimasukkan ke dalam tas.

Sementara itu, ibu sedang berada di dapur mempersiapkan bekal makanan untuk Ara. tak lama kemudian, Ara bersama teman-temannya siap berangkat naik bus sekolah.

Sepanjang jalan, banyak hal yang menarik perhatian Ara, seperti pedagang, orang-orang yang menyebrang jalan, dan pengendara motor yang ngebut di jalan.

Akhirnya, Ara dan rombongan teman-temannya sampai ke hutan. Ara begitu terpesona dengan pohon-pohon yang tinggi di dalam hutan.

Tapi, tiba-tiba Ara terpisah dari rombongan teman-temannya. Ara tersesat di hutan yang gelap dan benar-benar sepi. Ia merasa ada sepasang mata di balik semak-semak. Meski takut, Ara berusaha untuk tak panik dan berani.

"Aku tidak boleh menangis," kata Ara dalam hati.

Ara lalu mendengar suara di balik semak-semak. Ia pun berteriak, "Apa itu?."

Ara mencoba mendekati sumber suara dan mengintip dibalik semak-semak. Ternyata ada banyak binatang bersembunyi di sana, seperti jerapah, kelinci, burung hantu, monyet, rusa, tupai, dan landak.

Semua binatang yang ditemui Ara ternyata tidak menakutkan lho. Ara justru disambut dengan gembira oleh mereka di dalam hutan. Mereka bersama-sama menari dan bernyanyi. Sampai tiba-tiba, terdengar suara seseorang yang memanggil Ara.

"Ara! Ara!" Suara teriakan teman-teman Ara pun terdengar, membuat dia sadar bahwa petualangannya di dalam hutan sudah berakhir.

"Aku di sini," jawab Ara.

Kisah petualangan Ara di hutan ini bisa mengajarkan anak untuk berani bereksplorasi. Selain itu, anak-anak bisa menyayangi binatang dan mengenal semua ekosistem di dalam hutan.

3. Kelinci sombong dan kura-kura

Dongeng ini menceritakan Kelinci yang sombong. Ia selalu membanggakan dirinya yang bisa berlari cepat.

Suatu hari, kelinci bertemu dengan kura-kura. Ia kaget karena kura-kura begitu lambat dalam berjalan. Ia pun mulai menyombongkan diri dan mengolok-olok kura-kura.

Kura-kura berusaha tidak memedulikan ucapan kelinci. "Setiap hewan bergerak dengan langkahnya sendiri. Saya mungkin lambat, tetapi saya bisa pergi kemana saka yang saya mau. Saya bahkan bisa mencapai tujuan lebih cepat dari pada kamu," kata si kura-kura.

Kelinci tidak percaya dengan perkataan kura-kura. Dia pun menantang kura-kura lomba lari. Keduanya pun setuju untuk lomba lari.

Saat lomba, kelinci berlari kencang, memimpin, dan meninggalkan kura-kura jauh di belakang. Ia yakin bisa menang, sehingga berhenti lari dan beristirahat sejenak. Tanpa disadari, kelinci justru tertidur lelap dan tak mengetahui bahwa kura-kura sudah membalapnya.

Saat dia bangun, kelinci begitu kaget karena kura-kura sudah sampai di garis finish. Si kelinci menghela napas, sementara kura-kura tersenyum ke arahnya.

Dongeng kura-kura dan kelinci ini memiliki pesan moral agar anak tak menganggap remeh orang lain. Kita juga bisa mengajarkan mereka untuk tidak sombong dan selalu rendah hati.

DongengIlustrasi dongeng anak/ Foto: iStock

4. Kancil cerdik dan buaya

Dongeng ini menceritakan kisah kancil kelaparan yang bertemu buaya di tepi sungai. Kancil berteriak dan mengganggu tidur buaya-buaya.

"Hai kancil, diam kau! Kalau tidak, aku makan nanti kamu," kata salah satu buaya.

Kancil mengatakan bahwa dia datang ke tepi sungai untuk menyampaikan pesan dari raja hutan. Ia mengatakan bahwa raja hutan ingin memberikan hadiah pada mereka.

Kancil lalu meminta buaya-buaya di sungai berkumpul. Ia mulai menghitung buaya di sungai lalu kabur. Berkat kecerdikannya, dia berhasil lolos dari buaya-buaya yang lapar.

Cerita kancil dan buaya ini mengajarkan kita tentang kecerdikan yang disalahgunakan. Bunda bisa mengajarkan si kecil untuk tidak berbohong dan menyalahgunakan kecerdikan yang bisa merugikan orang lain.

5. Belalang malas dan semut yang rajin

Belalang merupakan binatang yang dikenal malas. Sementara itu, semut adalah binatang yang dikenal rajin, pekerja keras, dan suka bekerjasama.

Suatu hari, belalang mengejek semut karena terlalu rajin mengumpulkan makanan. Belalang menganggap semut bodoh karena kerjanya hanya menyimpan makanan saja.

"Untuk apa sudah payah mengumpulkan makanan, padahal di sini sudah tersedia banyak makanan untuk bertahan hidup," kata belalang pada semut.

Suatu hari, musim dingin datang dan merusak habitat belalang serta semut. Seketika belalang kehabisan makanan karena tidak punya persediaan. Mencari makanan di musim dingin pun cukup sulit.

Berbeda dengan belalang, semut justru tidak khawatir dengan datangnya musim dingin. Ia dan teman-temannya sudah mengumpulkan makanan sejak musim panas.

Belalang merasa sangat menyesal sudah bersikap malas. Ia lalu sadar bahwa semut adalah binatang yang cerdas.

Pesan moral dari dongeng ini mengajak kita untuk tidak meremehkan kerja keras orang lain. Selain itu, kita juga harus rajin untuk mendapatkan hasil yang maksimal di masa depan.

6. Kisah persahabatan singa dan tikus

Singa merupakan raja hutan yang dikenal menakutkan. Tidak ada binatang di hutan yang berani mendekati singa atau berada di sarangnya.

Suatu hari, si tikus penasaran dengan sarang singa. Ia pun diam-diam datang ke sarang singa untuk melihat rumah raja hutan itu.

Tiba-tiba, singa mengetahui keberadaan tikus dan menangkapnya. Tikus merasa ketakutan dan meminta maaf kepada singa.

Si singa akhirnya melepaskan tikus dan membiarkannya bebas. Tikus sangat berterima kasih pada singa dan berjanji untuk membalas kebaikannya itu.

Hingga pada suatu hari, giliran singa yang terjebak masalah. Singa ditangkap oleh jaring pemburu di hutan. Ia meraung tidak berdaya hingga tikus mendengarnya.

Tikus berlari dengan cepat dan membantu singa lolos dari jaring pemburu. Ia menggigit tali jaring hingga singa bebas.

Singa begitu terkejut dengan aksi tikus. Ia sangat berterima kasih bisa diselamatkan tikus. Sejak peristiwa itu, singa dan tikus mulai menjalin persahabatan.

Nilai moral kisah persahabatan singa dan tikus ini bisa diajarkan ke anak ya, Bunda. Menolong teman yang kesusahan adalah perbuatan baik dan akan mendapatkan balasan suatu hari nanti.

7. Kisah gajah dan semut

Gajah dikenal sebagai binatang yang besar. Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan.

Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan.

"Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal," kata salah satu semut.

Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya.

Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan.

Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawanan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh.

Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil.

Dibalik kisah gajah dan semut ini, tersimpan pesan moral yang bisa diajarkan pada anak-anak. Bunda bisa menjelaskan bahwa kita tidak boleh meremehkan orang lain dan merasa kuat karena memiliki tubuh besar.

Simak juga manfaat dongeng untuk anak, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi