sign up SIGN UP search


parenting

Bahaya Memberi MPASI Dini pada Bayi, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Sabtu, 01 May 2021 10:59 WIB
Anak makan menangis caption
Jakarta -

Makanan pendamping ASI (MPASI) dapat diberikan ketika ASI sudah tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan nutrisi si Kecil. MPASI bisa mulai dikenalkan saat bayi berusia 6 bulan, Bunda.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI pada usia 6 bulan. Makanan pertama ini dapat diberikan 2 sampai 3 kali sehari pada usia 6 hingga 8 bulan.

Pemberian kemudian ditingkatkan menjadi 3 sampai 4 kali untuk usia 9 bulan ke atas. Nah, memasuki usia 12 sampai 24 bulan, si Kecil sudah bisa diberikan makanan camilan yang bergizi.


"Sekitar usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai melebihi yang disediakan ASI. MPASI diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut," demikian kata WHO dalam laman resminya.

Di usia 6 bulan memang waktu tepat untuk mengenalkan makanan padat pertama, Bunda. Secara perkembangan, bayi 6 bulan sudah siap mengonsumsi jenis makanan baru.

Selain usia, pemberian MPASI juga perlu melihat kesiapan bayi. MPASI bisa diberikan ketika mereka sudah mampu menahan kepalanya dalam posisi tegak, duduk dengan atau tanpa bantuan, serta menggerakkan tubuh ke depan dan membuka mulut.

Jika MPASI tidak dikenalkan tepat waktu, maka pertumbuhan bayi bisa terganggu. Ini juga berlaku pada pemberian MPASI belum cukup umur atau MPASI dini.

MPASI dini merujuk pada pemberian makanan pertama bayi sebelum waktunya. Menurut dokter spesialis anak, dr. Meta Hanindita Sp.A(K), pemberian MPASI dikatakan terlalu dini bila diberikan sebelum bayi berusia 4 bulan.

MPASI terlalu dini tidak baik diberikan pada bayi karena bisa mengganggu kesehatannya, Bunda. Risiko yang ditimbulkan dari MPASI dini juga berdampak jangka panjang lho.

Lalu apa saja bahaya memberi MPASI dini pada bayi sebelum 4 bulan?

Baca halaman berikutnya yuk.

Simak juga penyebab dan tips mengatasi anak GTM, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

BAHAYA MPASI DINI PADA BAYI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi