sign up SIGN UP search


parenting

10 Makanan Tinggi Serat untuk Mencegah Sembelit pada Bayi

Annisa Karnesyia Selasa, 30 Mar 2021 17:48 WIB
Anak makan caption
Jakarta -

Sistem pencernaan berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh anak. Nutrisi tepat hingga makanan tinggi serat merupakan komponen penting untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna ini, Bunda.

American Dietetic Association merekomendasikan untuk mengonsumsi serat makanan dalam jumlah yang cukup dari berbagai makanan nabati. Menurut ahli nutrisi klinis, Swati Patwal, M. Sc., serat ini perlu menjadi bagian dari makanan bayi.

"Dimasukkannya serat dalam makanan bayi dapat membantu meningkatkan mikroflora usus dan menjaga kesehatan sistem pencernaan," kata Patwal, dilansir Mom Junction.


Penelitian menunjukkan bahwa di tahun-tahun pertama kehidupan, membangun mikroflora sehat di usus besar itu penting. Tentunya dengan kebiasaan makan yang baik dan asupan serat dari makanan ya.

Untuk jumlah serat yang dibutuhkan si Kecil, Bunda sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi. Pakar nutrisi sendiri merekomendasikan anak di bawah dua tahun mengonsumsi 5 gram serat sekali makan. Sedangkan menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, anak-anak berusia 1 sampai 18 tahun harus mendapatkan serat antara 14 sampai 31 gram per hari.

Ada dua jenis serat yang bisa diberikan ke anak dalam bentuk makanan, yakni serat larut air (soluble fiber) dan tidak larut dalam air (insoluble fiber). Serat laut air ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan glukosa darah. Sementara itu, serat tidak larut air dapat meningkatkan saluran cerna.

"Serat larut dan tidak larut berfungsi sebagai prebiotik atau makanan bagi jutaan bakteri probiotik yang hidup di usus manusia. Menurut studi yang diterbitkan Journal of Cell Host and Microbe, jenis, kualitas, dan asal makanan berdampak pada mikroba usus," ujar Patwal.

Serat dan sembelit pada bayi

Sembelit dapat terjadi pada bayi yang mulai makan makanan padat, Bunda. Bayi sembelit umumnya jarang buang air besar atau mengejan dan menangis saat buang air besar.

Bayi yang sembelit sering menghasilkan tinja yang sangat keras. Perut mereka bisa terasa kencang saat disentuh.

Sembelit pada bayi dapat dicegah dan diatasi dengan mengatur pola makan yang tinggi serat. Makanan berserat yang masuk ke usus akan menghasilkan air dan tercampur di kotoran yang keluar, sehingga buang air besar jadi lancar.

Selain mencegah sembelit, makanan berserat juga mencegah kolonisasi mikroba berbahaya dan menjaga pH usus. Serat sebagai prebiotik juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan mikroba baik, seperti bakteri asam laktat dan bifidobacteria.

"Bakteri ini dapat membantu melawan patogen berbahaya, dan dengan demikian bisa meningkatkan kekebalan tubuh," kata Patwal.

Sayur dan buah-buahanIlustrasi Makanan Tinggi Serat/ Foto: iStock

Makanan tinggi serat untuk bayi

Untuk mencegah sembelit, Bunda bisa memberikan makanan tinggi serat untuk si Kecil. Bahan makanan ini bisa dijadikan menu MPASI atau camilan sehat ya.

Mengutip berbagai sumber, berikut 10 makanan tinggi serat untuk cegah sembelit pada bayi:

1. Biji-bijian

Biji-bijian seperti gandum utuh bisa diberikan pada bayi yang mulai konsumsi makanan padat. Sebagian besar kandungan serat di gandum utuh tidak larut atau melewati sistem pencernaan secara utuh untuk dikeluarkan tubuh.

Tak hanya serat, gandum juga mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Ada pula kandungan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas.

Selain gandum, jenis biji-bijian lain yang kaya serat adalah oatmeal, beras merah, barley, dan jagung. Bayi berusia di atas 8 bulan sudah bisa dikenalkan degan biji-bijian ini ya, Bunda.

2. Apel

Satu Buah apel kecil umumnya mengandung 3,6 gram serat. Selain mudah dicerna, rasa apel yang manis disukai bayi.

Dilansir Healthline, apel mengandung pektin, yakni serat yang berfungsi sebagai prebiotik. Apel yang dimakan si Kecil akan masuk ke usus besar lalu mendorong pertumbuhan bakteri baik.

3. Pir manis

Seperti apel, buah pir juga kaya serat. Pir bentuk sedang menghasilkan sekitar 5,5 gram serat.

Buah pir juga sumber serat larut dan tidak larut yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Mereka pun berperan sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri baik di usus.

4. Alpukat

Buah alpukat memiliki tekstur lembut dan mudah dimakan bayi. Setengah cangkir alpukat mengandung 5 gram serat penuh.

Buah berwarna hijau ini juga mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, seperti vitamin C, E, K, B, magnesium, seng, dan mangan. Selain untuk kesehatan pencernaan, alpukat juga memberikan nutrisi utama yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang.

5. Wortel

Sebagai sayuran, wortel memiliki segudang manfaat untuk kesehatan bayi. Wortel kaya akan vitamin A dan C, serta memiliki kandungan serat sekitar 2,9 gram.

Bentuk utama serat laur dalam wortel adalah pektin. Sebagai prebiotik di usus, wortel bisa meningkatkan kesehatan saluran cerna dan menurunkan risiko terjadinya penyakit.

Wortel juga memiliki serat tak larut yang disebut selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Serat-serat ini dapat mengurangi risiko sembelit dan mendorong buang air besar secara teratur.

6. Ubi jalar

Jenis umbi-umbian ubi jalar mengandung vitamin A dan C yang baik untuk kesehatan bayi. Kandungan seratnya adalah 3,8 gram per ubi yang berukuran sedang.

Ubi jalar mengandung serat larut dan tidak larut, Bunda. Kedua serat ini tetap berada dalam saluran pencernaan dan memberikan berbagai manfaat kesehatan yang berhubungan dengan usus di Kecil.

Beberapa serat larut dan tidak larut juga dapat difermentasi oleh bakteri di usus besar. Pada akhirnya dapat menciptakan senyawa asam lemak rantai pendek yang mengisi sel-sel lapisan usus dan menjaganya tetap sehat.

7. Kacang polong

Kacang polong adalah salah satu sumber protein nabati terbaik, Bunda. Selain mengenyangkan, kacang polong juga mengandung serat tinggi.

Setengah cangkir kacang polong mengandung 4,4 gram serat. Bahan makanan sehat ini bisa dikreasikan menjadi menu makan bayi, seperti bubur dan sup.

8. Brokoli

Brokoli menyediakan serat dalam jumlah cukup untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Satu cangkir brokoli matang mengandung 5,1 gram serat, Bunda.

Selain meningkatkan kesehatan usus, brokoli juga dapat mengurangi risiko berbagai penyakit. Brokoli dapat diberikan secara bertahap pada bayi, sebab kandungannya bisa menyebabkan gas berlebih.

9. Kacang almond

Kacang almond memiliki serat yang cukup tinggi sebagai bahan makanan. Sekitar 1 ons kacang almond mengandung 3,5 gram serat.

Almond juga mengandung protein, magnesium, dan vitamin E. Bunda bisa mengenalkan almond saat bayi berusia 6 bulan dengan tekstur yang sudah dihaluskan. Bagi bayi yang alergi kacang, Bunda perlu hati-hati mencampurnya dalam makanan.

10. Pisang

Pisang dapat menjadi pilihan makanan bayi karena kaya serat, Bunda. Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 3,1 gram serat lho.

Serat di pisang ini bisa membantu mengatasi dan mencegah sembelit. Dalam pisang mengandung sumber serat larut air yakni pektin.

Kandungan pati di pisang juga akan difermentasi oleh bakteri untuk membentuk butirat, yakni asam lemak rantai pendek. Pada akhirnya, kandungan ini memiliki efek menguntungkan pada kesehatan usus.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi