sign up SIGN UP search


parenting

Meneladani Gaya Parenting Nabi Ibrahim AS dalam Mendidik Anak Soleh

Tim HaiBunda Sabtu, 29 May 2021 18:50 WIB
Nabi Ibrahim caption
Jakarta -

Membahas soal kisah Nabi Ibrahim AS, rasanya hal ini tak bisa lepas dari kisah ketika Nabi Ibrahim harus mengorbankan anaknya, Ismail. Meskipun permintaan Nabi Ibrahim terdengar aneh dan bahkan kejam, nyatanya Ismail tidak menentang ayahnya sama sekali. Justru ia mengizinkan sang Ayah untuk menyembelih dirinya. Ini membuktikan kesolehan Ismail sebagai anak dan hamba Allah SWT.

Ketika Ismail menginjak usia 7 tahun, Nabi Ibrahim memanggil anaknya dan menyampaikan risalah, yang tertuang di dalam QS As-Saffat ayat 102. Di sini, Nabi Ibrahim mengatakan kepada anaknya bahwa bermimpi di mana ia menyembelih Ismail. Mimpi tersebut merupakan perintah Allah SWT, yang membuat Nabi Ibrahim sangat risau dan gelisah.

Mendengar hal tersebut, Ismail bukannya menentang tapi justru meminta ayahnya untuk menjalankan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan, bahwa Ismail akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar.


Banner Pria Sopir di Arab

Nah, seperti yang sudah Anda ketahui, pada saat Nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya dengan menggantikan Ismail menjadi seekor domba. Artinya Ismail selamat dan tidak benar-benar disembelih oleh ayahnya. Tanggal terjadinya peristiwa ini kemudian diperingati oleh seluruh umat Islam sebagai hari raya Idul Adha atau hari raya qurban sampai sekarang.

Dari kisah Nabi Ibrahim tersebut, dapat Bunda pahami bahwa Ismail menunjukkan dirinya benar-benar merupakan seorang anak yang berbakti dan patuh kepada orang tuanya. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT bagi semua umat-Nya.

Tak hanya itu saja, kisah ini juga menunjukkan keberhasilan Nabi Ibrahim AS dalam mendidik anak yang soleh dan bertauhid. Pasalnya, sebagai seorang pendidik, Nabi Ibrahim sendiri memiliki berbagai sifat mulia, yaitu halim, hanif, khalil, muhsin, munib, qanitanlillah, shiddiq, ummah, dan waffa.

Lewat sifat-sifat baik dan mulia tersebut, Nabi Ibrahim AS sukses mendidik anak seperti Ismail yang sama-sama memiliki sifat yang juga baik dan mulia, yaitu halim, penyayang, sabar, dan taat -baik kepada orang tuanya maupun kepada Allah SWT.

Kemuliaan Nabi Ibrahim AS juga ditunjukkan lewat penyebutan namanya yang sering di dalam kitab suci Al-Qur'an. Total, nama Nabi Ibrahim disebut sebanyak 69 kali di dalam 24 surat. Tak hanya itu saja, namanya pun merupakan nama salah satu surat, yaitu Surat Ibrahim yang merupakan surat ke-14.

Bukti lain kemuliaan Nabi Ibrahim AS juga dapat dilihat dari garis keturunannya. Sebab, beberapa keturunannya juga diangkat menjadi seorang nabi. Total, 19 dari 25 nabi adalah keturunan Nabi Ibrahim AS. Oleh karena itu, tak heran jika ia kemudian mendapatkan gelar Abulanbiya, alias bapak dari para nabi.

Itu dia kisah Nabi Ibrahim AS yang singkat mengenai imannya kepada Allah SWT dan kesuksesannya dalam mendidik anak yang soleh di dalam diri Ismail. Semoga kisahnya dapat menjadi teladan bagi Bunda dalam mendidik Si Kecil. (PK)

Simak juga video berikut mengenai 100 nama bayi bermakna kuat dalam Islam:

[Gambas:Video Haibunda]



(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi