sign up SIGN UP search


parenting

Sering Memeluk Si Kecil Ternyata Bisa Meningkatkan Nilai Tes IQ-nya, Bun

Nanie Wardhani Sabtu, 10 Jul 2021 15:15 WIB
Happy Mothers Day! Children boy and girl congratulate smiling mother, hugs her  and give her flowers   bouquet of tulips during holiday celebration in kitchen at home caption

Apakah Bunda merasa khawatir pada Si Kecil karena dia tampak tidak senang menghafal alfabet? Atau Bunda takut hasil tes IQ-nya kelak akan rendah karena Si Kecil lebih senang bermain daripada belajar? Tunggu dahulu Bunda, jangan cepat khawatir. Sebab, ternyata ada banyak cara untuk meningkatkan nilai tes IQ pada anak yang caranya ternyata tidak diduga-duga, lho. 

Pertama-tama, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan nilai tes IQ? Dilansir dari Healthline, IQ, yang merupakan singkatan dari Intelligence Quotient, merupakan ukuran kecerdasan dan potensi intelektual seseorang. Pengukuran ini dipopulerkan pada tahun 1900-an oleh seorang psikolog Perancis bernama Alfred Binet.

Dilansir dari Parents, ternyata rahasia kecerdasan bukanlah seperti apa yang Bunda pikirkan sebelumnya. Walaupun campuran kompleks antara faktor genetik dan lingkungan membantu menentukan hasil tes IQ Si Kecil, sesungguhnya pengaruh yang paling penting adalah sesuatu yang Bunda bisa kendalikan, yaitu kualitas perawatan dan kasih sayang yang Bunda berikan kepada Si Kecil. 


Mencintai dan mengasuh bayi Bunda sangat penting untuk kecerdasan yang optimal, ujar Robert G. Voigt, M.D., seorang dokter Tumbuh Kembang Anak di Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota. Penting juga untuk melibatkan anak Bunda dalam kegiatan yang merangsang otak, seperti yang tercantum di bawah ini. Untungnya, hal-lah ini menyenangkan bagi Bunda dan juga bagi Si Kecil, Bunda! Yuk simak lengkapnya, Bunda.

1. Sering mengobrol dengan Si Kecil

"Ada korelasi antara jumlah kata yang didengar seorang anak saat bayi dan IQ verbalnya," kata Lise Eliot, Ph.D., penulis What's Going On in There? Bagaimana Otak dan Pikiran Berkembang dalam Lima Tahun Pertama Kehidupan. 

Semakin sering Bunda berbicara dengan Si Kecil, semakin kaya juga kosakata yang akan ia kembangkan. Jaga agar subjek Bunda tetap sederhana, karena ia berpikir secara konkret. Bicara tentang truk atau selimutnya, misalnya, daripada membahas tentang rencana liburan keluarga. Dan jika dia mencoba untuk berkomunikasi dengan Bunda, Bunda bisa lanjutkan untuk memperjelas kalimatnya seperti ini: "Oh kamu mau ambil botol susu, ya?"

2. Membaca buku-buku bersama

Membacakan cerita bersama membantu Bunda menjalin ikatan emosional dengan Si Kecil dan membantunya belajar juga. "Dia akan mulai memahami dasar-dasar keaksaraan dari sesi membaca Bunda -- bahwa ada huruf dan kata di halaman dan Bunda membaca dari kiri ke kanan," kata Linda Acredolo, Ph.D., profesor psikologi di Universitas California, Davis. Dan gambar akan memungkinkan Si Kecil untuk melihat hal-hal yang mungkin tidak bisa dilihatnya secara langsung saat itu, seperti kapal yang tinggi dan harimau.

Ketika Bunda mencapai akhir sebuah buku, cobalah untuk bersabar dan mulai membacanya lagi. Setiap kali Bunda melakukannya, Si Kecil akan mempertajam kemampuan ingatannya, dan sangat menyenangkan baginya ketika dia dapat memprediksi apa yang ada di halaman berikutnya.

3. Biarkan jari Bunda yang berbicara

Gunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan Si Kecil sebelum ia bisa berbicara. Bunda juga akan membantu kecerdasannya: "Data ilmiah menunjukkan bahwa bahasa isyarat memiliki efek positif pada IQ dan perkembangan bahasa," kata Dr. Acredolo. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Davis, bayi yang belajar tentang 20 tanda berbicara lebih awal dan memiliki IQ lebih tinggi daripada mereka yang tidak. 

4. Cobalah untuk menyusui 

Anak-anak yang diberi ASI saat bayi mengungguli bayi lainnya yang diberi susu formula dalam tes perkembangan mental, kata Dr. Eliot. Dan semakin lama bayi menyusu selama tahun pertama, maka akan semakin tinggi IQ mereka. Namun, jika Bunda memilih susu formula, jangan khawatir. Studi telah menemukan bahwa rata-rata perbedaan IQ tertinggi hanya beberapa poin saja.

Jika Bunda menggunakan susu formula, American Academy of Pediatrics merekomendasikan susu formula yang diperkaya zat besi untuk tahun pertama Si Kecil. Sebuah penelitian di University of Michigan menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan zat besi kronis dan parah pada masa bayi mendapat hasil tes IQ lebih rendah daripada teman-teman mereka pada tes kognitif dan motorik di masa remaja mereka.

5. Beri dia waktu sendirian

Jika Bunda terlalu sering menawarkan mainan pada Si Kecil setiap saat, Bunda akan membuatnya lelah sebelum dia sempat meningkatkan kekuatan otaknya. Dan Bunda tentu tidak akan membantunya mengembangkan rentang perhatiannya, yang sangat penting untuk pencapaian akademik.

"Ada filosofi bahwa anak-anak membutuhkan hiburan sepanjang waktu, tetapi mereka membutuhkan waktu senggang untuk menghibur diri, bermain dengan mainan, atau merangkak," kata Dr. Eliot.

6. Berpelukan

Setelah Si Kecil menyadari bahwa Bunda akan selalu memenuhi kebutuhannya dengan cara yang penuh kasih dan dapat diandalkan, maka ia akan memiliki dorongan untuk menjelajah dunianya sendiri. Jadi sering-seringlah memeluk dan menunjukkan kasih sayang Bunda kepadanya, serta jangan lupa untuk selalu melakukan banyak kontak mata.

"Satu hal yang memotivasi anak-anak untuk belajar berbicara adalah keinginan untuk terhubung dengan orang lain," kata Dr. Acredolo. Itu sebabnya anak-anak kecil ingin menunjukkan bunga kepada Ibu atau menunjukkan bintang kepada Nenek. Mereka ingin menciptakan ikatan.

Dengan seringnya Bunda dan Ayah menjalin kebersamaan dengan Si Kecil, banyak bermain dan memeluk Si Kecil, maka dia akan berkembang menjadi anak yang semakin cerdas. Iya, Bunda. Semudah itu. Semudah itu untuk membentuk ikatan yang kuat antara orang tua dan anak, serta untuk membentuk anak yang cerdas dan meningkatkan nilai tes IQ-nya kelak.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi