sign up SIGN UP search


parenting

5 Manfaat Tes IQ untuk Anak, Hati-hati Jangan Sampai Salah Lihat Hasilnya

Melly Febrida Senin, 07 Dec 2020 16:26 WIB
Emotion emoticons used by a psychologist during a therapy session with a child with an autism spectrum disorder. caption

Jakarta - Sebagian orang tua biasanya mendaftarkan anak-anak untuk menjalani tes IQ sebelum masuk sekolah, entah itu Taman Kanak-kanak (TK) atau Sekolah Dasar (SD). Tes IQ untuk anak ini diberikan untuk membantu sekolah menentukan jenis akomodasi akademik yang dibutuhkan anak di sekolah. Bagaimana kalau skor IQ anak terlalu tinggi atau rendah untuk anak seumurnya?

Terkadang mudah untuk mengenali ciri-ciri anak berbakat di usia yang sangat muda. Tetapi menurut National Association for Gifted Children, yang terbaik adalah menunggu sampai anak setidaknya berusia 6 tahun untuk tes IQ.


Itu karena tes IQ tidak akurat untuk anak di bawah 6 tahun. Selain itu, mungkin saja menggunakan berbagai tonggak perkembangan untuk memprediksi hasil tes IQ di masa depan.

Seperti yang disampaikan, Carol Bainbridge, penasihat orang tua yang memiliki anak cerdas serta anggota Association for the Gifted, bahwa IQ atau Intelligence Quotient, adalah ukuran kecerdasan relatif yang ditentukan dengan tes standar.

Skor tes IQ 85-114 itu rata-rata.  Sebuah tes antara 115 dan 129 disebut sebagai bakat ringan, 130-144 bakat sedang, dan 145 hingga 159 bakat tinggi.  Skor yang lebih tinggi dari ini dianggap sangat berbakat. Tes IQ jenius secara historis didefinisikan sebagai IQ di atas 160.

"Semakin tinggi atau rendah skor dari tes IQ, semakin besar perbedaan antara usia kronologis dan usia intelektual. Anak-anak yang mendapat skor IQ 70 ke bawah memenuhi syarat untuk akomodasi khusus di sekolah," kata Bainbridge dikutip Very Well Family.

Tes kecerdasan pertama, kata Bainbridge, dibuat pada tahun 1905 oleh Alfred Binet dan Théophile Simon untuk menentukan anak sekolah Prancis mana yang terlalu lambat untuk mendapatkan manfaat dari pengajaran reguler.

Binet mendapatkan ide tentang usia mental ketika ia menyadari bahwa anak-anak semakin mampu mempelajari konsep-konsep sulit dan melakukan tugas-tugas sulit seiring bertambahnya usia.  

Kebanyakan anak mencapai tingkat kerumitan yang sama pada waktu yang hampir bersamaan, tetapi beberapa anak lebih lambat dalam mencapai tingkat tersebut. Seorang anak yang berusia 6 tahun yang dapat melakukan yang tidak lebih dari usia 3 tahun memiliki usia mental 3 tahun.

Begitu pula ketika seorang anak berbakat 8 tahun mungkin dapat melakukan pekerjaan akademis tingkat tinggi tetapi mungkin masih memiliki perkembangan sosial dan emosional seperti anak yang lebih kecil.

Bahkan anak-anak berbakat, yang umumnya memiliki skor tes IQ 130 dan lebih tinggi, dapat memenuhi syarat untuk akomodasi khusus jika mereka tidak mampu belajar atau perkembangan. Anak-anak ini dikenal sebagai dua kali luar biasa.



Sekarang pertimbangkan anak delapan tahun dengan IQ 130. Seharusnya sudah jelas bahwa seorang anak dengan skor tersebut membutuhkan akomodasi khusus.  


Anak tersebut memiliki kapasitas mental seperti kebanyakan anak usia sepuluh tahun.  Apabila meminta anak berusia 8 tahun dengan IQ 130 untuk melakukan pekerjaan rata-rata anak berusia delapan tahun, sama seperti meminta anak berusia sepuluh tahun untuk melakukan pekerjaan itu.

Anak usia delapan tahun dengan skor IQ 145 memiliki kapasitas intelektual seperti anak berusia sebelas tahun.  

Ternyata, tes IQ ini sangat bermanfaat untuk perkembangan anak-anak, Bunda. Baca ulasan selengkapnya di halaman berikut, klik NEXT dahulu ya.

Bunda, kulik mengenai kecerdasan anak dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Alat Kontrasepsi



 

Tes IQ Jadi Perdebatan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!