sign up SIGN UP search

parenting

Dongeng Anak: Rumah Baru Buha

Anis Veranita/Rumah Dongeng Mentari Rabu, 10 Nov 2021 12:31 WIB
Ilustrasi dongeng anak soal burung hantu Ilustrasi dongeng anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/art-baby
Jakarta -

Dongeng anak sebelum tidur kali ini mengangkat judul Rumah Baru Buha, Bunda. Berikut kisah selengkapnya.

Kuk...kuk...kuk...

Terdengar suara Buha, si burung hantu, di keheningan malam.
Buha sedang berdiri di rumahnya di pohon yang tinggi. Rumah pohon yang Buha tempati terletak di dekat sawah.
Buha sangat senang tinggal di rumahnya itu. Di rumahnya Buha bisa melihat bintang dan bulan di malam hari.
Buha juga bisa melihat tikus-tikus yang berlarian di sawah milik Pak Bejo di malam hari. Pak bejo adalah petani pemilik sawah yang letaknya berdekatan dengan rumah pohon Buha.


Ngeng...ngeng...ngeng...
Terdengar suara gergaji mesin memotong pohon di dekat sawah itu. Buha yang sedang tertidur di siang hari tiba-tiba terbangun karena kaget mendengar suara bising itu.
Bruk...gedebug...
Satu pohon itu sudah ambruk.
Ngeng..ngeng...ngeng...
Kembali terdengar lagi suara mesin gergaji itu.
Orang pemotong kayu mulai memotong kayu besar itu menjadi potongan kayu yang lebih kecil.
Buha pun terbang menjauh dari kebisingan itu. Buha menjadi bersedih.
Pohon-pohon di dekat rumahnya banyak yang sudah ditebang. Dia takut kalau rumah pohonnya juga ikut ditebang.

Menjelang malam, Buha pulang ke rumah pohonnya. Meskipun rumah pohonnya masih ada, tapi dia takut kalau rumah pohonnya akan ditebang juga.
Kuk...kuk..kuk..
Buha bersuara tapi suaranya terdengar sedih.
Tiba-tiba ...blug...Buha terjatuh. Dia tidak menyadari kalau ada benang layang-layang di pohon itu. Rupanya, kaki Buha tersangkut benang layang-layang.
Buha pun menjadi semakin bersedih. Dia takut akan keselamatan dirinya. Dia hanya bisa pasrah dan tetap terbangun sepanjang malam itu.

Keesokan harinya, Buha terbangun. Dia kaget melihat Pak Bejo sudah mengangkatnya dari pohon.
Pak Bejo juga membantunya untuk melepaskan tali benang dari kakinya.
"Burung yang malang," kata Pak Bejo.
"Tenang saja, kamu tidak perlu takut. Aku akan membuatkan rumah baru untukmu yang lebih nyaman," kata Pak Bejo lagi kepada Buha.
Buha hanya terdiam. Dia tidak tahu apa yang diucapkan Pak Bejo. Tapi dia merasa senang karena telah diselamatkan Pak Bejo.

Buha sekarang tidak tinggal lagi di rumah pohonnya. Dia tinggal di kandang burung yang dibuat Pak Bejo. Dia juga diberi makan oleh Pak Bejo.
Pak Bejo memang baik, tapi Buha rindu rumahnya yang dahulu. Dia rindu melihat sawah. Dia ingin menangkap tikus-tikus itu yang menjadi makanannya dulu.

Krik...terdengar pintu kandang dibuka. Pak bejo mengeluarkan Buha dari kandang.
"Nah, rumahmu sekarang sudah jadi. Sekarang saatnya pindah ke rumah barumu ya," kata Pak Bejo sambil tersenyum kepada Buha.
Buha hanya terdiam dan masih bingung. Dia tidak tahu mau dibawa ke mana oleh Pak Bejo.
Ternyata, Buha dibawa Pak Bejo ke kandang tinggi di dekat sawah.
"Nah, ini dia rumahmu," kata Pak Bejo memasukkan Buha ke kandang itu. Setelah itu, Pak Bejo pergi meninggalkan Buha sendiri di rumah barunya.

Cit..cit...cit...
Ada suara tikus yang berjalan di sawah milik Pak Bejo. Padi memang banyak yang telah menguning dan siap dipanen. Buha diam-diam mengamati tikus itu.
Nyam..nyam..nyam..
Terdengar suara tikus yang sedang asyik menikmati makanannya. Tak berapa lama, datang lagi tikus lainnya. Mereka semua seperti sedang berpesta memakan padi.
Mereka tidak tahu bahwa ada sepasang mata yang memandangi aktivitas mereka.
Pada saat yang tepat, Buha melesat cepat terbang dari pohon tempatnya berdiri. Dia terbang merendah tanpa menimbulkan suara bising.
Gerakan Buha saat terbang sangat halus. Bahkan tanaman padi yang dilewatinya pun tidak bergoyang
Cit..cit..nyam..nyam...
Tikus-tikus itu bersuara riuh. Kehadiran Buha yang semakin mendekat tidak disadari oleh mereka.

Set..set...hap...
Terlihat Buha langsung menyambar satu tikus yang paling besar dengan mulutnya. Tikus-tikus yang lain kabur berusaha menyelamatkan diri.
Malam itu Buha berhasil menyelamatkan padi di sawah milik Pak Bejo. Padi-padi yang mulai menguning dan siap dipanen tidak jadi diserbu oleh tikus.
Buha bahagia karena dia dapat makanan enak malam itu. Namun yang lebih membahagiakan Buha dia sudah senang tinggal di rumah barunya.
Rumah mungil yang ada di tengah sawah itu. Rumah yang cukup tinggi walaupun tidak setinggi rumah pohon.

Demikian dongeng anak yang bisa Bunda baca bersama Si Kecil sebelum tidur.

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!