sign up SIGN UP search


parenting

Mengenal Rumah Adat Toraja, Warisan Turun-menurun dari Nenek Moyang

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Jumat, 22 Apr 2022 09:10 WIB
Rumah Adat Toraja, Rumah Tongkonan caption
Jakarta -

Bunda lagi mengenalkan kebudayaan Indonesia ke anak? Yuk, kenalkan rumah adat suku Toraja sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Tanah Air.

Rumah adat Toraja disebut juga rumah Tongkonan. Menurut Dian K dalam buku Ensiklopedia Negeriku Rumah Adat, Tongkonan artinya adalah tempat duduk-duduk atau berkumpul.

Nah, Rumah Tongkonan memiliki bentuk yang mirip dengan rumah adat Sumatera Barat. Rumah adat Toraja ini melengkung seperti bentuk perahu atau tanduk kerbau.


"Kerbau adalah hewan yang dihormati suku Toraja. Sedangkan perahu, melambangkan kendaraan yang dipakai nenek moyang mereka," kata Dian K.

Di depan rumah, ditempel kepala-kepala kerbau bekas upacara adat. Di tiang-tiang utamanya, tanduk kerbau dipasang memanjang ke atas.

Perlu diketahui ya, semua rumah Tongkonan berjejer menghadap ke utara. Ditambah dengan bentuk atapnya yang runcing ke atas, rumah mereka melambangkan bahwa leluhur mereka berasal dari utara.

Rizky Utami dalam buku Ensiklopedia Rumah-rumah Adat Nusantara menjelaskan, Tongkonan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial dan budaya masyarakat suku Toraja. Pada zaman dahulu, rumah adat ini digunakan untuk tempat penyimpanan jenazah.

"Rumah ini adalah warisan turun-menurun dari nenek moyang Tana Toraja. Rumah ini tidak bisa dimiliki perorangan," tulis Rizky Utami.

Tongkonan, rumah adat orang TorajaTongkonan, rumah adat orang Toraja/ Foto: Melissa Bonauli/detikTravel

Arti Ornamen warna di rumah adat Toraja

Ada yang menarik dari rumah Tongkonan nih, Bunda. Rumah adat Toraja ini memiliki ornamen rumah yang terdiri dari empat warna dasar. berikut 4 warna ornamen tersebut dan artinya:

  • Hitam: melambangkan kematian dan kegelapan
  • Kuning: melambangkan anugerah
  • Merah: melambangkan kehidupan manusia
  • Putih: melambangkan kesucian

Bagian dalam rumah Tongkonan

Ada tiga bagian dalam rumah Tongkonan yang terbagi menjadi utara, tengah, dan selatan. Berikut tiga bagian rumah adat Toraja ini:

  1. Tengalok adalah ruangan di bagian utara yang berfungsi sebagai ruang tamu dan tempat anak tidur. Di sini juga menjadi tempat untuk menaruh sesaji.
  2. Ruang sambung merupakan ruang yang berada di sebelah utara. Fungsi ruangan ini adalah sebagai ruangan untuk kepala keluarga.
  3. Ruang tengah atau disebut Sali, berfungsi sebagai ruang makan, ruang pertemuan keluarga, dapur, serta tempat untuk meletakkan orang yang meninggal.

Jenis dan fungsi rumah Tongkonan

Nah, berikut tiga jenis dan fungsi dari rumah adat Toraja, rumah Tongkonan:

  1. Tongkonan Layuk atau Tongkonan Pesio' Aluk adalah tempat untuk menciptakan dan menyusun aturan-aturan sosial keagamaan.
  2. Tongkonan Pekaindoran atau Pekamberan berfungsi sebagai tempat pengatur pemerintahan adat, berdasarkan aturan dari Tongkonan Pesio' Aluk.
  3. Tongkonan Batu A'riri berfungsi sebagai Tongkonan penunjang.
Tongkonan, rumah adat orang TorajaTongkonan, rumah adat orang Toraja/ Foto: Melissa Bonauli/detikTravel

Makna tanduk kerbau di rumah Tongkonan

Kepala atau tanduk kerbau tak bisa dipisahkan dari rumah adat Toraja ini, Bunda. Tanduk kerbau menjadi ciri khas rumah Tongkonan.

"Kerbau dikurbankan dalam jumlah yang banyak setiap upacara adat di Toraja, seperti pemakaman. Kemudian kepala dan tanduk kerbau tersebut ditempel di depan rumah Tongkonan," ujar Rizky Utami.

"Semakin banyak jumlah tanduk kerbau yang terpasang di depan rumah, semakin tinggi pula status sosial keluarga tersebut."

Proses pembangunan rumah Tongkonan

Rumah Tongkonan miliki suku adat Toraja berbeda dengan suku lainnya. Perbedaan tersebut dapat terlihat pada bagian dinding, jendela, dan kolom yang dihiasi motif ukuran halus yang detail.

Ada ukiran bergambar ayam, babi, dan kerbau. Ukiran ini dibuat selang-seling sulur mirip seperti batang tanaman.

Keunikan lain rumah adat ini adalah tidak terdapatnya unsur logam. Artinya, rumah ini tidak dibangun dengan menggunakan paku.

Perlu diketahui, Bunda. Rumah Tongkonan akan terus mengalami perombakan dan dekorasi ulang oleh masyarakat Toraja. Alasannya bukan karena bentuk perbaikan, tapi untuk lebih menjaga gengsi dari kaum bangsawan.

Nah, proses pembangunan kembali rumah adat ini cukup rumit lho. Ada upacara yang melibatkan seluruh warga dan ini tidak jauh berbeda dengan upacara pemakaman.

Simak juga cara menggambar batik dari Banyuwangi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!