parenting

Anak Baru Masuk Sekolah, Apakah Boleh Ditunggu Bunda?

Meita Fajriana   |   HaiBunda

Kamis, 21 Jul 2022 04:00 WIB

Jakarta -

Setelah lebih dari dua tahun kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan secara online di rumah saja, kini Bunda dan anak bersiap untuk sekolah tatap muka. Terlebih di saat tahun ajaran baru, para Bunda yang anaknya baru masuk sekolah tentu dapat merasakan eforia mengantarkan Si Kecil ke sekolah.

Menunggu anak di hari pertamanya bersekolah atau meninggalkan Si Kecil di sekolah membuat banyak para Bunda dilema. Pasalnya anak yang baru masuk sekolah tentu membutuhkan adaptasi.

Namun, mereka juga perlu diberi kepercayaan akan kemandiriannya. Nah, lantas apakah menunggu anak saat baru masuk sekolah tepat untuk Bunda lakukan? Yuk cari tahu jawabannya Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir dari laman Scholastic, sebagian orangtua bersikap protektif. Mereka mengantarkan anaknya hingga ke dalam kelas dan memperkenalkan diri dengan guru Si Kecil. Bahkan hingga menunggu dengan gugup di luar kelas memperhatikan Si Kecil memulai kelas untuk pertama kalinya.

Meskipun beberapa anak usia sekolah mungkin merasa terbebani dengan pengawasan orangtua seperti ini, sebagian anak yang lain mungkin mengandalkannya dan merasa lebih tenang lho, Bunda.

Perlukah menunggu anak di sekolah?

Menurut psikolog anak, pendekatan ini bisa saja benar-benar sehat karena baik untuk anak-anaknya maupun untuk diri Bunda sendiri. Hari pertama sekolah bisa lebih sulit bagi orang tua daripada anak mereka.

Sebagai orangtua, tentu Bunda selalu berpikir ada bahaya yang mengintai di mana dan kapan saja. Namun, ketika tahun ajaran baru dimulai, banyak Bunda tetap tidak yakin apakah mereka melakukan hal yang tepat ketika ikut bersama anak saat hari pertama masuk kelas.

Namun, tindakan para Bunda ini dapat diterima dan dimaklumi Bunda. Bahkan, di luar negeri banyak perusahaan memiliki kebijakan yang mengizinkan orang tua mengambil cuti untuk menemani anak mereka di hari pertama sekolah. Para guru di sana juga mengapresiasi kebijakan ini.

Hari pertama sekolah bisa sangat menakutkan bagi anak terutama hari pertama taman kanak-kanak atau prasekolah. Ini bisa menjadi situasi traumatis bagi seorang anak jika mereka tidak siap untuk itu.

Ilustrasi antar anak sekolahIlustrasi antar anak sekolah/Foto: iStock

Orang tua perlu berhati-hati

Para ahli perkembangan anak mengatakan bahwa pendampingan orang tua dapat menjadi penting dalam membuat anak merasa aman di sekolah. Namun, orang tua harus sangat berhati-hati untuk mencapai keseimbangan antara dukungan dan perasaan terkekang anak.

"Pergi ke sekolah sendiri merupakan langkah perkembangan yang penting bagi anak-anak. Mengikuti anak terlalu intens dapat mengirim pesan bahwa Bunda berpikir anak tidak dapat melakukannya sendiri," kata Dr. David Fassler profesor klinis psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Vermont di Burlington dikutip dari laman ABC News, Selasa (19/7).

Begitu juga menurut William Garrison, direktur pediatri perkembangan dan perilaku di University of Massachusetts Medical School yang mengatakan orang tua harus berhati-hati saat menemani dan menggandeng tangan anak ketika masuk ke kelas.

"Menemani hingga masuk ke dalam kelas bukan hal yang baik kecuali sekolah meminta semua orangtua untuk melakukannya pada hari pertama. Mengantar anak ke sekolah pada hari pertama dan mengantarnya ke kelas atau pintu depan bisa jadi baik karena anak merasa mendapatkan dukungan," kata William Garrison dikutip dari laman ABC News, Selasa (19/7). 

Baca selanjutnya di halaman berikutnya ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video ingin anak cerdas seperti Maudy Ayunda? Ini tips parenting dari sang Bunda:

[Gambas:Video Haibunda]



TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT