parenting

Hari Hepatitis Sedunia: Pentingnya Cegah Penularan Sejak Anak Usia Dini

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 28 Jul 2022 19:52 WIB

Anak-anak rentan tertular virus Hepatitis

Dokter Spesialis Anak dr. Kurniawan Satria Denta, M,Sc, Sp.A menyatakan bahwa anak-anak rentan tertular virus Hepatitis. Bahkan Hepatitis akut misterius yang saat ini marak terjadi juga mayoritas menyerang anak-anak, yaitu pada umur 1 bulan hingga 16 tahun.

Untuk itu, agar terhindar dari ancaman penyakit Hepatitis, perlu untuk mengenali gejala Hepatitis dan melakukan pencegahan secara disiplin dari diri sendiri dan keluarga.

Cara mencegah virus Hepatitis

Dr. Denta menyampaikan gejala hepatitis umumnya ditandai dengan demam, nyeri perut, dan gejala kuning pada badan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mencegah Hepatitis, yang pertama mencegah infeksi dengan menjaga perilaku hidup bersih dan yang kedua yaitu melakukan imunisasi pada anak" ungkap dr. Denta, dikutip dari siaran pers yang diterima HaiBunda, baru-baru ini.

"Selain menjaga kebersihan hidup, imunisasi merupakan upaya pencegahan terbaik yang dapat dilakukan dikarenakan vaksin Hepatitis bekerja memberikan kekebalan pada tubuh anak sehingga dapat mencegah penyakit tersebut," kata dokter yang berpraktik Mayapada Hospital dan Klinik Spesialis Anak KiDi Pejaten, Jakarta.

Banner Fakta IQ Anak

Imunisasi Hepatitis

Untuk anak yang belum menerima imunisasi Hepatitis, orang tua dapat memberikan imunisasi dengan mengikuti rekomendasi jadwal yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2020.

Secara rinci IDAI merekomendasikan imunisasi dasar Hepatitis B diberikan pada saat anak lahir sebelum berumur 12 jam. Sementara itu, imunisasi dasar Hepatitis A diberikan 2 kali yaitu 1 dosis pada saat anak berumur 1 tahun.

Kemudian, dosis selanjutnya diberikan dengan rentang 6-12 bulan setelah dosis pertama. Namun jika tertinggal, anak-anak dapat menerima imunisasi catch-up atau kejar imunisasi hingga umur 18 tahun.

Perusahaan perawatan kesehatan global, GlaxoSmithKline (GSK) Indonesia turut menyuarakan pentingnya kesadaran dari keluarga agar waspada akan ancaman Hepatitis dan mengajak semua pihak untuk dapat menjadi bagian dalam upaya Pemerintah dalam mengurangi kasus Hepatitis. Selain itu, turut serta mendukung target WHO untuk menghapus Hepatitis pada tahun 2030.

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat dan keluarga Indonesia agar tetap melindungi diri dari virus Hepatitis dan jangan menunda untuk mendatangi dokter maupun fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala Hepatitis, because Hepatitis Can't Wait 8 " kata Vaccine Medical Director GSK Indonesia dr. Deliana Permatasari.

(aci/fir)
Loading...

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT