sign up SIGN UP search


parenting

10 Cerita Dongeng Pendek yang Mendidik untuk Pengantar Tidur Si Kecil

Meita Fajriana   |   Haibunda Senin, 12 Sep 2022 04:00 WIB
DONGENG PENDEK YANG MENDIDIK
Mother read fairy tale for her daughter to listen at home. Leisure at home. Night scene with love and care. caption

6. Cerita dongeng pendek yang mendidik: Beruang dan Lebah

Suatu hari, seekor beruang tengah menjelajahi hutan untuk mencari buah-buahan. Di tengah pencarian, ia menemukan pohon tumbang di mana terdapat sarang tempat lebah menyimpan madu.

Beruang itu mulai mengendus-endus dengan hati-hati di sekitar pohon tumbang tersebut untuk mencari tahu apakah lebah-lebah sedang berada dalam sarang tersebut.

Tepat pada saat itu, sekumpulan kecil lebah terbang pulang dengan membawa banyak madu. Lebah-lebah yang pulang tersebut, tahu akan maksud sang Beruang dan mulai terbang mendekati sang Beruang, menyengatnya dengan tajam lalu lari bersembunyi ke dalam lubang batang pohon.


Seketika Beruang tersebut menjadi sangat marah, loncat ke atas batang yang tumbang tersebut dan dengan cakarnya menghancurkan sarang lebah. Tetapi hal ini malah membuat seluruh kawanan lebah yg berada dalam sarang, keluar dan menyerang sang Beruang.

Beruang yang malang itu akhirnya lari terbirit-birit dan hanya dapat menyelamatkan dirinya dengan cara menyelam ke dalam air sungai.

Pesan moral: Hal yang dapat dipelajari dari kisah beruang dan lebah ini adalah lebih bijaksana untuk menahan diri daripada menambah masalah akibat melampiaskan emosi.

Banner Cerita Kehamilan Gracia Indri

7. Gagak dan Sepotong Daging

Pagi ini sangat cerah. Rubah sedang berjalan-jalan menikmati udara yang segar. Tiba-tiba ia mengendus bau yang sangat lezat. Rupanya itu adalah bau daging yang dibawa Gagak.

“Aku akan mengejar gagak itu. Tapi bagaimana cara merebut daging yang ia bawa?” gumam Rubah. Gagak berada di salah satu ranting pohon. Ia berdiri dengan sombongnya. Rubah ingin naik ke pohon itu. Tapi jika Gagak tahu, pasti Gagak akan langsung terbang menghindarinya.

“Gagak kan burung yang sombong. Aku akan memujinya agar dia berbicara, sehingga kemudian daging di paruhnya terjatuh,” pikir Rubah.

“Hai gagak yang cantik. Maukah kau menjadi temanku?” sapa Rubah.

Tapi gagak diam saja. Ia hanya melenggak-lenggokkan tubuhnya. Ia juga melebarkan sayapnya.

“Kau memiliki mata yang sangat indah dan bulu yang istimewa,” ucap Rubah.

Gagak menjadi semakin bangga. Ia memalingkan wajahnya dari Rubah. Gagak masih tak mau berbicara kepada Rubah.

“Kakimu juga sungguh indah. Aku sangat ingin melihat kaki indahmu dari dekat,” ujar Rubah.

Tetapi lagi-lagi Gagak tak memedulikannya. Gagak tetap berlenggak-lenggok di atas dahan pohon.

“Aku sudah memujinya, tetapi ia tetap tak mau bicara. Kali ini aku akan menghinanya,” pikir Rubah.

“Hei gagak yang sombong. Kau memang memiliki mata dan kaki yang indah. Kau pantas menjadi ratu burung. Tetapi sayang kau bisu dan tak bisa bicara,” seru Rubah.

Mendengar hal itu, Gagak langsung marah. Ia langsung bersuara keras. “Kaaak! Kaaak!” seru Gagak. Daging yang berada di paruh Gagak otomatis jatuh. Dan… hap! Rubah dengan sigap menangkap daging itu.

“Terima kasih Gagak, kau telah memberikan daging yang lezat ini untukku,” ujar Rubah.

Rubah segera berlari meninggalkan Gagak. Gagak mencoba mengejarnya, tetapi tak berhasil. Gagak menyesal telah terpengaruh ucapan Rubah hingga ia menjatuhkan daging itu untuk Rubah.

“Ah, ini karena kebodohanku,” sesal Gagak. Gagak lalu pulang tanpa membawa sedikit pun daging. Ia menyesal karena sering berlaku sombong selama ini.

Pesan moral: Dongeng ini adalah jangan dengarkan orang yang berkata buruk tentang kita. Tetaplah menjadi anak yang baik.

8. Cerita dongeng pendek yang mendidik: Lebah di dalam Rumah

Ada seorang anak bernama Guy. Ia suka sekali dengan hal-hal yang baru. Suatu hari, ia menemukan lebah yang terbang di dalam kamarnya. Lebah itu terlihat sangat besar. Warnanya kuning dan hitam. Guy segera menutup jendela kamarnya.

“Aku ingin berteman denganmu, lebah,” ujar Guy.

Lebah itu terus saja terbang. Ia mencari-cari jalan keluar dari kamar itu. Ia melesat ke arah jendela kamar yang terbuat dari kaca. Lebah itu berkali-kali terpental. Hal itu membuat Guy tertawa terpingkal-pingkal.

“Kau lucu sekali, lebah,” ujar Guy.

Lebah itu terus saja terbang. Ia melihat ke luar kamar Guy. Di sana ada kebun bunga yang indah. Lebah ingin sekali keluar dari kamar itu. Namun, Guy ingin bermain-main dengannya. Guy mengejar lebah itu di dalam kamarnya. Ia ingin sekali memegang lebah yang lucu itu. 

Hap! Ia menangkap lebah itu. Tapi … tangannya disengat oleh sang lebah.

“Ibu, tanganku sakit sekali,” teriak Guy. Ibunya yang sedang memasak langsung berlari ke kamar Guy.

“Kau kenapa?” tanya ibunya. “Lebah itu menyengatku,” isak Guy. Ibunya langsung mengobati tangan Guy. Guy terus saja menangis.

“Ibu sudah sering bilang, lebah itu menyengat. Meskipun dia binatang kecil, kau harus selalu berhati-hati dengannya,” ucap Ibu Guy.

“Iya, Bu. Aku akan lebih berhati-hati lagi,” ujar Guy.

Usai diobati, Guy langsung membuka jendela kamar. Lebah pun keluar dengan riangnya. Guy terus saja memandanginya. Sejak saat itu, Guy menjadi anak yang penurut. Ia tak pernah lagi melanggar apa kata ibunya. Apa pun perkataan sang ibu, ia selalu mendengarkan dan mematuhinya.

Pesan moral: Cerita ini mengajarkan untuk dengarlah selalu nasihat orang tua agar terhindari dari hal yang buruk.

9. Timun Mas

Timun Mas atau Timun Emas adalah cerita rakyat Jawa Tengah yang berkisah tentang seorang gadis cantik terlahir dari buah timun berwarna emas.

Buah timun tersebut ditanam oleh Mbok Srini, janda tua yang mendapatkan petunjuk dari raksasa di dalam mimpinya untuk menanam timun tersebut. Sang raksasa menyuruh Mbok Srini untuk menanam biji timun yang akan melahirkan seorang anak gadis.

Namun apabila lahir dan tumbuh besar, sang raksasa akan kembali dan memintanya sebagai santapan. Dengan usaha keras, Timun Mas akhirnya bisa selamat dari raksasa yang ingin menyantapnya.

Pesan moral: Percaya bahwa hidup akan berakhir indah jika dilalui dengan usaha serta kerja keras dalam menghadapi setiap rintangan yang ada Bunda.

10. Bawang Merah Bawang Putih

Bawang Merah Bawang Putih adalah cerita rakyat asal Riau yang bercerita tentang kisah kakak beradik tidak sedarah dengan sifat yang sangat bertolak belakang.

Bawang Merah memiliki sifat yang negatif, seperti malas, sombong, dan dengki. Sedangkan Bawang Putih sebaliknya, ia rendah hati, tekun, rajin, dan jujur.

Bawang Putih hidup dengan ibu tiri yang sifatnya tak jauh berbeda dengan Bawang Merah. Mereka menyiksa dan berbuat tidak baik pada bawang putih. Tapi bawang putih selalu bersikap baik.

Pesan moral: Kisah ini mengajarkan untuk selalu berbuat baik, meskipun orang lain berbuat jahat, sebab kebaikan tidak ada yang pernah sia-sia.

 

(fir/fir)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!