sign up SIGN UP search

parenting

Ciri & Penyebab Bayi Kuning, Apakah Menjemur Bayi Bisa Jadi Perawatan Alami?

Hasna Fadhilah   |   Haibunda Minggu, 27 Nov 2022 04:00 WIB
Menjemur bayi kuning caption

Bayi terlahir sehat tanpa kurang apapun adalah harapan semua orang tua. Namun kadangkala ketika dilahirkan, kulit bayi dan sklera matanya nampak terlihat kekuningan. Apabila Ayah dan Bunda mendapati kondisi bayi seperti itu, janganlah panik. Kasus bayi kuning atau penyakit kuning adalah hal yang biasa terjadi. 

Apakah penyakit ini berbahaya atau tidak, serta membutuhkan perawatan di rumah sakit? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit kuning pada bayi baru lahir dan bagaimana penanganannya. 

Apa itu bayi kuning?

Bayu kuning atau penyakit kuning merupakan kondisi yang terjadi ketika bayi baru pada bagian putih mata (sklera) dan kulitnya menguning. Penyakit kuning pada bayi baru lahir merupakan hal yang umum terjadi karena disebabkan bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang dihasilkan selama proses pemecahan sel darah merah secara normal. 


Pada anak-anak dan orang dewasa, hati akan memproses bilirubin yang kemudian melewati saluran usus. Sementara hati bayi yang baru lahir masih berkembang sehingga belum cukup matang untuk mengeluarkan bilirubin. Inilah yang membuat bayi baru lahir cenderung memiliki kadar bilirubin tinggi. 

Maka dari itu, ketika bayi baru dilahirkan, ia akan diperiksa untuk mendeteksi adanya penyakit kuning atau tidak. Tes akan diulangi sekali lagi ketika bayi berusia 3-5 hari untuk memastikannya kembali. Jika kadar bilirubin rendah dan tidak tampak gejala, maka sang ibu dan bayinya dapat pulang ke rumah. Meski sudah di rumah, namun kondisi bayi masih harus terus dipantau setidaknya selama 2-3 minggu untuk benar-benar memastikan tidak timbul penyakit kuning.

Gejala atau ciri-ciri penyakit kuning pada bayi baru lahir

Penyakit kuning pada bayi baru lahir dapat diamati gejala atau ciri-ciri yang tampak, misalnya:

  1. Mata dan kulit menguning. Biasanya perubahan ini dimulai dalam 2-4 hari setelah bayi dilahirkan dan akan mulai menyebar dari wajah hingga ke seluruh tubuh.
  2. Jika kulit bayi ditekan dengan pelan menggunakan jari, maka area tersebut akan menguning. Hal tersebut dapat menjadi kemungkinan terjadinya penyakit kuning.
  3. Pemeriksaan media menunjukkan tingkat bilirubin dalam tubuh bayi memuncak antara 3-7 hari setelah ia dilahirkan. 

Penyebab bayi menjadi kuning

Ada beberapa penyebab mengapa bayi baru lahir memiliki resiko yang tinggi terkena penyakit kuning, di antaranya adalah:

  • Bayi prematur (lahir sebelum usia kandungan memasuki 37 minggu).
  • Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula dikarenakan sulit menyusu atau ASI ibu yang sukar keluar.
  • Bayi ternyata memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya. Perbedaan golongan darah ini dapat menyebabkan penumpukan antibodi di dalam tubuh bayi yang mampu menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara mendadak. 

Selain itu, penyakit kuning dapat juga disebabkan oleh faktor lain, meliputi:

  • Terjadi memar saat persalinan atau pendarahan internal
  • Masalah pada organ hati
  • Infeksi 
  • Kelainan pada sel darah merah bayi
  • Kekurangan enzim 
  • Tingkat oksigen yang rendah

Cara menangani bayi kuning secara tepat

Penanganan pada bayi yang mengalami penyakit kulit menyesuaikan dengan parah atau tidaknya kondisi mereka. Apabila penyakit kuning dikategorikan ringan atau rendah, maka penanganan dan penyembuhan dapat dilakukan di rumah. Sementara jika dideteksi penyakit kuning yang parah, bayi harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Penanganan bayi kuning di rumah sakit

Umumnya saat bayi dilahirkan di rumah sakit, sangat penting bagi Ayah dan Bunda untuk segera memeriksakan bayi mereka setelah lahir untuk mengecek kadar bilirubin dalam tubuh bayi melalui tes darah dan tes kulit. Biasanya kadar bilirubin akan meningkat antara 3-7 hari pasca kelahiran. 

Selain itu akan dilakukan tes tambahan untuk mengecek seberapa tingkat keparahan penyakit kuning tersebut. Apabila tes menunjukkan kondisi yang parah maka bayi memerlukan perawatan tambahan. 

Dokter akan melakukan metode fototerapi untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi. Metode ini bekerja dengan cara bayi akan ditempatkan di tempat tidur khusus di bawah sinar spektrum biru khusus, dengan hanya mengenakan popok dan kacamata pelindung. Sinar ini berfungsi untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi. Metode ini sangat efektif digunakan untuk mengobati sakit kuning pada bayi. 

Namun, apabila ditemui kasus dengan kondisi yang sangat parah, maka dokter akan melakukan transfusi darah. Hal ini untuk menggantikan sel darah bayi yang sudah rusak dengan sel darah merah yang sehat, sehingga mampu mengurangi kadar bilirubin. 

Cara merawat bayi kuning di rumah 

Apabila bayi baru lahir mengalami penyakit kuning ringan, maka akan sembuh dengan sendirinya ketika organ hati bayi mulai dapat bekerja secara penuh. Sangat disarankan untuk para ibu yang bayinya mengalami penyakit kuning untuk terus menyusui sebanyak 8-12 kali dalam sehari untuk membantu sang bayi mengeluarkan bilirubin dari tubuhnya. 

Cara menjemur bayi untuk mengatasi sakit kuning

Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan rutin menjemur bayi baru lahir setiap pagi di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari akan membantu memecah bilirubin dalam darah bayi, sehingga kadarnya akan menurun dan kembali normal.

Selain itu, cahaya matahari ternyata mengandung spektrum biru yang bermanfaat untuk mengurangi kadar bilirubin yang tinggi di dalam tubuh. Waktu yang tepat untuk menjemur bayi ialah sebelum pukul 10 pagi selama 15-30 menit selama 2-3 kali dalam seminggu.

Namun banyak pendapat mengenai efektivitas menjemur bayi untuk atasi bayi kuning. Menurut Dokter Yaulia Yanrismet, Sp.A, menjemur bayi di bawah sinar matahari memang bisa membantu menurunkan bilirubin bayi baru lahir secara tidak langsung. Namun, prosesnya tidak akan terasa secara langsung, Bunda.

Dijelaskan Yaulia, bayi yang dijemur bisa merasa kehausan, sehingga akan lebih banyak menyusu. Nah, saat kebutuhan ASI tercukupi akan mendorong penyembuhan lebih cepat.

"Seperti diketahui, minum banyak cairan adalah salah satu cara untuk menurunkan kadar bilirubin yang tinggi," tuturnya.

Namun tetap ingat, tidak dianjurkan untuk menjemur bayi dalam waktu lama. Selain sinar biru, matahari juga terdiri dari sinar ultraviolet (UV) A, UV B, dan inframerah.

"Bilirubin dalam tubuh dapat pecah dengan sinar biru. Sinar biru ini terdapat di matahari, tapi dalam jumlah kecil atau tidak efektif untuk mengatasi kuning," kata Dokter Spesialis Anak Paruh Waktu di RS Hermina Jatinegara ini. 

Bahaya penyakit kuning pada bayi

Pada umumnya, kondisi bayi yang menguning  tidaklah berbahaya, karena hal ini normal terjadi ketika bayi baru dilahirkan.  Pada sebagian kasus, penyakit bilirubin memang akan hilang dalam waktu 2-3 minggu dengan sendirinya. Tapi di sisi lain apabila kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat beresiko menyebabkan bayi mengalami tuli, lumpuh otak, atau kerusakan otak lainnya. 

Namun Bunda perlu mewaspadai jika Si Kecil menunjukkan tanda akut atau parah yang beresiko meningkatkan kerusakan otak permanen. Jadi, segeralah hubungi dokter atau membawa anak ke rumah sakit, apabila Bunda melihat gejala-gejala pada bayi yang sakit kuning berikut ini:

  • Penyakit kuning menyebar lebih intens.
  • Bayi mengalami demam 38 derajat celcius.
  • Warna kuning yang semakin jelas terlihat.
  • Saat menyusu, bayi tampak lemas, letih, dan terus menangis kencang.

Cek fakta seputar penyakit kuning pada bayi

Masih banyak hal yang mungkin saja menjadi pertanyaan atau Bunda mengenai penyakit kuning pada bayi. Meski begitu belum tentu semua hal tersebut benar adanya. Bisa saja hanya mitos tak berdasar. Berikut rangkuman beberapa beberapa penjelasan disertai dengan fakta sebenarnya.

Bayi kuning karena ASI, benarkah?

Bayi kuning dikarenakan ASI adalah hal yang salah. Penyebab bayi mengalami penyakit kuning adalah kadar bilirubin dalam darah yang tinggi. Kadar bilirubin ini bukanlah berasal dari ASI, melainkan pigmen berwarna kuning yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah.

Sebaliknya, apabila Bunda terus menyusui Si Kecil yang terdeteksi mengalami penyakit kuning, maka kadar bilirubin dalam tubuh mereka akan menurun. Hal ini karena ASI membantu bayi untuk mengeluarkan kadar bilirubin ke luar tubuh.

Berapa lama bayi terkena penyakit kuning? 

Penyakit kuning biasanya terjadi selama 2-3 minggu setelah bayi dilahirkan. Dalam kurun waktu tersebut, Bunda dapat memantau perkembangan kulit dan sklera mata Si Kecil yang menguning dengan terus menyusuinya dan menjemurnya di bawah sinar matahari.

Apabila warna kuningnya tidak kunjung menghilang disertai dengan gejala akut seperti yang sudah disebutkan di atas, maka segeralah pergi ke rumah sakit agar Si Kecil mendapatkan penanganan lanjutan.  

Penyakit kuning membuat bayi kurang aktif, benarkah?

Apabila bayi yang mengalami sakit kuning tampak letih dan lesu ketika menyusui sehingga kurang aktif memang perlu diwaspadai. Karena bisa saja hal tersebut menunjukkan respon bahwa penyakit kuning sudah parah. 

Meski begitu, agar lebih pasti dan tepat diagnosisnya, maka Bunda dapat pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Si Kecil dan kadar bilirubin di dalam tubuhnya. Sehingga jika didapati kadar bilirubin yang tinggi maka akan mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat dari tim dokter.

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!