parenting

Bilirubin Tinggi Penyebab Bayi Kuning di Minggu Awal Kelahirannya

Dwi Indah Nurcahyani Senin, 19 Aug 2019 17:30 WIB
Bilirubin Tinggi Penyebab Bayi Kuning di Minggu Awal Kelahirannya
Jakarta - Sedih banget ya, Bun, saat mendengar ada bayi yang harus mendapat sinar biru agar badannya enggak kuning. Ya, sinar biru memang dipercaya bisa mengembalikan bilirubin bayi ke dalam jumlah normal.

Penyakit kuning memang sering terjadi pada bayi baru lahir, Bun. Tanda-tandanya bisa dilihat dengan jelas kulit bayi menguning, bahkan sampai bagian putih matanya pun ikut menguning. Itu merupakan tanda bahwa ada terlalu banyak bilirubin dalam darah bayi.

Penyakit kuning sendiri biasanya muncul dalam lima hari pertama kehidupan bayi. Untuk itu, bayi akan diperiksa secara rutin untuk mengetahui apakah terindikasi penyakit kuning atau tidak.


Penyebab penyakit kuning sendiri biasanya muncul dikarenakan tubuh bayi memiliki lebih banyak kadar bilirubin. Bilirubin sendiri merupakan zat kuning yang dibuat ketika tubuh memecah sel darah merah. Zat ini akan meninggalkan tubuh melalui urin dan tinja.

Bilirubin Tinggi Penyebab Bayi Kuning di Minggu Awal KelahirannyaBilirubin penyebab bayi kuning/ Foto: iStock

Mengutip penjelasan Health Line, pada ibu hamil, tubuh akan mengeluarkan bilirubin dari bayi melalui plasenta. Tetapi setelah lahir, tubuh bayi harus menyingkirkan bilirubinnya sendiri.

Pada kebanyakan kasus, bayi yang memiliki penyakit kuning terjadi karena organ-organ mereka belum mampu membuang kelebihan bilirubin dengan baik. Hal ini pun akan menjadi lebih buruk sampai hari ketiga atau keempat setelah lahir, dan akan hilang dalam waktu sekitar satu minggu.

Sementara dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit kuning juga dapat disebabkan hal-hal lain seperti infeksi, masalah dengan sistem pencernaan bayi, atau masalah dengan golongan darah ibu dan bayi (ketidakcocokan Rh).

Bagi orang tua baru, tentu saja kondisi ini dapat menjadi pemandangan menakutkan karena warna kekuningan tampak di telapak tangan, telapak kaki, dan bagian putih di mata.

Meskipun mengganggu untuk dilihat, tetapi tidak perlu langsung buru-buru membawanya ke dokter. Menurut ahli gastroenterologi anak, Naim Alkhouri, MD, penyakit kuning pada bayi baru lahir, penyakit kuning neonatal, sering terjadi dan mungkin tidak memerlukan perawatan.

"Penyakit kuning neonatal bisa menjadi temuan umum dalam dua minggu pertama kehidupan. Sebagian kasus dapat diselesaikan secara spontan. Namun, ada juga beberapa kasus yang memerlukan perawatan," katanya, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Untuk memastikan, biasanya dokter anak akan memeriksa intensif bayi baru lahir setiap 12 jam. Dalam kasus ringan, penyedia kesehatan kemungkinan akan memilih pendekatan menunggu dan melihat kondisi bayi.

Dibutuhkan lebih dari dua minggu untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Alkhouri. Hal ini untuk menentukan hiperbilirubinemia tak terkonjugasi atau penyakit kuning kolestatik.

Ada dua terapi yang biasanya dapat diterapkan yakni fototerapi. Pertama, mengekspos bayi pada panjang gelombang cahaya tertentu yang dapat mengubah bilirubin menjadi bentuk hati yang dapat lebih mudah rusak dan dikeluarkan dari tubuh.

"Fototerapi dapat diberikan di rumah, tetapi jangan biarkan bayi telanjang terkena sinar matahari karena risiko terbakar sinar matahari terlalu besar,"kata Dr Alkhouri.

Terapi kedua yakni pertukaran transfusi darah, dimana biasa diterapkan pada kasus penyakit kuning yang lebih parah. Dokter dalam hal ini akan mengeluarkan sejumlah kecil darah bayi dan menggantinya dengan darah dari donor yang cocok.

Semoga membantu!

Simak juga penjelasan mengenai jarak pandang bayi baru lahir!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi