parenting
7 Cara Mempersiapkan Anak Menstruasi Pertama, dari Ajarkan Cara Memakai & Jam Ganti Pembalut
Senin, 22 May 2023 10:20 WIB
Menstruasi pertama menjadi salah satu momen besar bagi anak perempuan remaja. Lalu bagaimana cara mempersiapkan anak menstruasi pertama bagi Bunda sebagai orang tua?
Dikutip dari Web MD, secara biologis menjelang menstruasi pertama tubuh anak perempuan akan mulai mengalami tanda-tanda pubertas. Menurut dokter spesialis kandungan, Melisa Holmes, MD, orang tua perlu mengajak anak bicara santai tentang hal ini.
"Tidak pernah terlalu dini untuk memulai percakapan tentang ini. Tujuan keseluruhannya adalah untuk memperjelas bahwa menstruasi benar-benar normal dan merupakan tanda kesehatan yang baik," ujar Holmes.
Hal ini dapat membantu mengurangi kepanikan yang umumnya dialami anak perempuan ketika mengalami menstruasi pertama.
Seiring bertambahnya usia anak, ia mungkin akan mengajukan lebih banyak pertanyaan. Nah, Bunda pun secara bertahap dapat menambahkan lebih banyak detail. Misalnya, menstruasi terjadi kira-kira sebulan sekali.
Melisa Holmes menyebutkan bahwa jika anak perempuan remaja sudah memiliki tanda-tanda awal pubertas, seperti pertambahan ukuran payudara dan tumbuh rambut kemaluan, sudah waktunya untuk membahas tentang pubertas itu sendiri.
Cara mempersiapkan anak tentang menstruasi pertama
Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua sebagai cara mempersiapkan anak tentang menstruasi pertamanya? Yuk Bunda simak ulasan berikut ini seperti dilansir berbagai sumber:
1. Ajak mengobrol
Anak perempuan biasanya memulai pubertas antara usia 8 hingga 13 tahun, meski bisa terjadi lebih awal atau lebih lambat. Ada baiknya orang tua mulai mengajak anak mengobrol tentang topik ini.
Salah satu cara memulainya yakni bertanya kepada anak apakah mereka melihat adanya perubahan pada tubuh mereka yang ingin didiskusikan.
2. Menjelaskan tentang apa itu menstruasi
Bunda dapat menjelaskan hal dasar tentang menstruasi. Misalnya, saat ini terjadi, cairan berdarah akan menetes keluar dari vagina secara perlahan selama tiga sampai tujuh hari.
Sampaikan juga bahwa anak perlu menggunakan pembalut untuk menampung cairan, supaya tidak mengenai pakaiannya.
Hal lain yang perlu disampaikan juga misalnya bahwa beberapa wanita mengalami gejala pramenstruasi seperti perut kembung, kram, sakit kepala, dan nyeri payudara.
3. Siapkan pembalut dan keperluan lain
Bukan tidak mungkin anak perempuan akan mengalami menstruasi pertamanya saat di luar rumah, misalnya ketika sedang di sekolah. Maka dari itu, tak ada salahnya Bunda menyiapkan keperluan tersebut meski ia belum mengalaminya.
Misalnya, siapkan agar anak selalu membawa tas kecil berisi beberapa pembalut, pakaian dalam bersih, kantong untuk pakaian dalam yang kotor dan tisu secukupnya.
Setelah anak mengalami menstruasi pertamanya, 'bekal' seperti ini juga penting untuk selalu tersedia saat ia bepergian.
4. Jelaskan cara pemakaian pembalut
Agar anak tidak keliru saat memakai pembalut (terutama saat di luar rumah), Bunda sebaiknya juga menyampaikan pengetahuan dasar tentang cara pemakaiannya.
"Tunjukkan cara menempelkan pembalut pada pakaian dalam secara tepat, untuk menghindari terjadinya kebocoran," ujar Melisa Holmes dikutip dari Web MD.
Jangan lupa sampaikan juga bahwa pembalut perlu diganti setiap 4 sampai 6 jam, atau mungkin lebih cepat dari waktu tersebut yakni saat sudah terasa lembap.
![]() |
5. Serba-serbi siklus menstruasi
Secara umum siklus menstruasi biasanya terjadi dalam 28 hari. Namun, jelaskan bahwa hal ini bisa berbeda-beda pada setiap wanita, sehingga tak perlu khawatir jika siklus menstruasi yang dialami oleh anak berbeda.
Minta anak untuk mencatat secara berkala siklusnya, termasuk berapa hari menstruasi terjadi. Dengan demikian, Bunda bisa lebih mudah memantau kondisi anak dan jika perlu lakukan konsultasi ke dokter apabila ada sesuatu yang tak biasa.
6. Persiapkan mental
Dikutip dari Very Well Family, hal lain yang tak boleh luput dijelaskan yakni tentang kondisi mentalnya. Sampaikan pada anak bagaimana ia harus bersikap jika hari menstruasi pertama terjadi di sekolah, misalnya.
Secara sopan, anak perlu meminta izin untuk pergi ke toilet untuk memeriksanya. Gunakan 'bekal' pembalut sesuai kebutuhan dan tak perlu merasa malu meminta izin ke toilet untuk hal ini.
7. Ajari anak pentingnya saling mendukung
Dikutip dari Parents, ingatkan juga pada anak tentang pentingnya saling mendukung kepada sesama teman perempuannya.
Misalnya, anak melihat ada teman atau mungkin orang lain yang mengalami kebocoran, tunjukkan kepedulian dengan memberitahunya secara diam-diam dan bukan justru meledeknya.
Nah, demikian ulasan tentang cara-cara mempersiapkan anak menstruasi pertama. Yuk mulai siapkan strateginya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)