PARENTING
Anak Melawan Orang Tua Menurut Islam, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Meita Fajriana | HaiBunda
Minggu, 13 Aug 2023 10:09 WIBSaat ini, muncul banyak fenomena hubungan yang kurang baik antara orang tua dan anak. Salah satunya anak yang melawan pada orang tua. Hal ini tentu merupakan perilaku menyimpang dari anak, dan perlu mendapat perhatian khusus agar tidak berlarut-larut Bunda.
Langkah pertama yang dapat Bunda lakukan untuk menyelamatkan anak dari perilaku melawan yang tidak baik ini adalah dengan mencari tahu apa penyebabnya Bunda. Sehingga dapat diatasi dari akar permasalahannya, dan membuat anak tidak melawan orangtua lagi.
Selain itu, Bunda juga dapat mencari tahu bagaimana pandangan Islam melihat fenomena anak melawan orang tua dan bagaimana cara mengatasinya dengan lembut dan efektif.
Menurut Chandrawati dalam bukunya berjudul Pendidikan Anak Usia Dini, anak tumbuh dengan keteladanan dari orang tua. Keteladanan adalah contoh suatu perkataan dan perbuatan orang tua terhadap anaknya, dan orang di sekitarnya yang diamati anak sehari-hari.
Keteladanan ini membentuk anak memiliki perilaku yang diajarkan dalam agama yaitu tidak melawan orang tua, mematuhi nasihatnya, menjalankan perintah agama Islam, dan menghormati orang tua.
"Orang tua adalah teladan bagi anak. Memberikan pendidikan agama dengan cara meneladankan kepada anak sejak kecil, serta selalu konsisten melakukannya, anak menjadikan iman dan akhlak anak tetap kokoh, sehingga ia akan mampu memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam menghadapi zaman global ini," tulis Chandrawati dikutip dalam bukunya berjudul Pendidikan Anak Usia Dini beberapa waktu lalu.
Penyebab anak melawan orang tua
Mengutip dari buku berjudul Strategi Pendidikan Akhlak dalam Keluarga yang ditulis Asnawi, faktor utama terjadinya perilaku tercela diawali dari pendidikan keluarga. Sikap kurang peduli orang tua terhadap perilaku anak, sehingga anak dalam setiap tindakan merasa bebas sesuka nafsu dan keinginannya, dan melahirkan emosi destruktif yang berakibat merugikan diri dan keluarganya.
Untuk itu, orang tua perlu mengerti dan mengetahui tentang kewajiban utama orang tua dalam keluarga adalah mendidik anak dengan baik.
Suatu hal yang sering terjadi, di mana ketika anak melawan orang tua, yang disalahkan orang orang tua adalah teman pergaulannya, lingkungan, dan masyarakat. Padahal yang menjadi teman anak adalah orang tuanya sendiri, yang menjadi lingkungan anak adalah keluarganya, dan yang menjadi masyarakat anak adalah anggota keluarganya sendiri, namun ketika anak berperilaku buruk yang disalahkan pihak lain.
Sementara dalam tuntunan Islam dijelaskan bahwa yang menjadikan seorang anak bertingkah laku buruk disebabkan kedua orang tuanya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, berikut ini.
Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata. Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuali telah membawa kesucian, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya, Nasrani, Yahudi, atau Majusi (HR. Muslim).
Berdasarkan hadis di atas, tugas utama dalam pembentukan akhlak anak adalah orang tua, yang menjadikannya berperilaku baik atau buruk adalah orang tua dan lingkungan keluarga yang merupakan tempat anak beraktivitas sehari-hari.
Perilaku orang tua menyalahkan orang lain dengan tujuan untuk menutupi kekurangan kesalahan diri dan keluarga tanpa bukti yang jelas, adalah suatu tindakan dosa. Karena itu, alangkah lebih baiknya orang tua menjaga dan melindungi diri serta keluarganya dari perbuatan dosa, yang mana nanti di akhirat akan mendapatkan balasan api neraka.
Penegasan ini difirmankan Allah SWT dalam kitab-Nya, bahwa setiap orang beriman berkewajiban untuk menjaga diri dan warga keluarganya dari sentuhan api neraka. (Q.S. 66:6).
Tentu hal ini tidak diinginkan oleh semua orang tua, Bunda. Sehingga perlu bagi Ayah dan Bunda memperhatikan Si Kecil dengan baik sesuai anjuran agama Islam.
Cara mengatasi anak melawan orang tua dalam Islam
Untuk mengatasi anak melawan orang tua dan perilaku lainnya yang tidak sesuai dengan anjuran agama adalah orang tua perlu menyadari perannya sebagai teladan anak dan melakukan kewajibannya dengan mencontohkan hal baik pada anak.
Jika anak mendapatkan pondasi baik dari keluarganya, seperti apa sulitnya tantangan pergaulan dan lingkungan di luar keluarga yang akan dihadapi mereka di masa depannya, anak akan terus mengandalkan orang tua dan menjadikannya contoh. Anak tidak mudah terpengaruh lingkungan dan menjadi anak yang melakukan tindakan sesuai anjuran agama, Bunda.
Untuk itu, kunci utamanya adalah anak butuh perhatian orang tua yang membentuk faktor psikologis mereka. Alih-alih orang tua yang selalu berusaha menyediakan fasilitas yang berlebihan dan penuh kemewahan untuk memperlihatkan kecintaannya kepada anak, akan lebih baik anak juga mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kehadiran dari kedua orang tuanya. Terlebih pada usia dini mereka Bunda. Dengan begitu tercapailah tujuan pendidikan keluarga dalam Islam yaitu anak yang berakhlak mulia.
Kecendrungan orang tua dalam mendidikan akhlak anak lebih mengutamakan pandangan agar menjadi anak yang memiliki akhlak baik, namun cara yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan ajaran islam. Mustahil perilaku anak akan terbentuk dengan sempurna, dengan hanya berbekal pengetahuan dan mengandalkan finansial serta material.
Setiap perilaku yang bertentangan dengan sifat akhlak terpuji, yang dilakukan orang anak bahkan saat dewasa nanti, merupakan tampilan hasil didikan yang diterapkan orang tua dalam keluarga. Untuk itu, kedua orang tua perlu mendidik anak sesuai dengan anjuran Islam, yaitu memberikan perhatian penuh pada anak, menetapkan batasan sesuai syariat agama, dan mencukupi kebutuhan anak sesuai dengan kemampuan, sehingga diharapkan anak memiliki akhlak yang baik. Selamat mencoba ya Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video mengenai parenting lainnya di bawah ini:
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Organic Parenting, Pola Asuh Anak Ramah Lingkungan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Annisa Pohan Sebut Aira bak 'Ibu Kedua' untuk Adik Laki-laki yang Terpaut Usia 17 Th
Angka Anak Sakit Meningkat Akibat Paparan Influenza A, Kenali Gejala hingga Cara Pencegahan
Suka Melakukan Ini Saat Ngobrol? Hati-hati, Kamu Bisa Terlihat Kurang Pintar
Mengkhawatirkan Bun, 1 dari 50 Ibu Hamil di Negara Ini Idap HIV
Romantis! Ini 5 Potret Jerome Polin Lamar Gracia Caroline dengan Latar Gunung Fuji di Jepang
REKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sosok Yang Seung Hye, Atlet Anggar Korsel Viral di Asian Games 2026 yang Kecantikannya Dikira AI
Annisa Pohan Sebut Aira bak 'Ibu Kedua' untuk Adik Laki-laki yang Terpaut Usia 17 Th
Angka Anak Sakit Meningkat Akibat Paparan Influenza A, Kenali Gejala hingga Cara Pencegahan
Suka Melakukan Ini Saat Ngobrol? Hati-hati, Kamu Bisa Terlihat Kurang Pintar
Mengkhawatirkan Bun, 1 dari 50 Ibu Hamil di Negara Ini Idap HIV
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Suara Bising Masih Masuk? Begini Cara Pilih Ear Tips yang Pas
-
Beautynesia
6 Kalimat Toxic di Tempat Kerja yang Bisa Bikin Mental Terkuras, Pernah Dengar?
-
Female Daily
The Weeknd Sukses Bawa After Hours Til Dawn ke Jakarta, Intip Keseruan Konser Tunggal Perdananya di Indonesia!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Lady Gaga Ingin Putrinya Punya Masa Kecil Senormal Mungkin, Jauh dari Sorotan
-
Mommies Daily
8 Makanan untuk Meningkatkan Kolagen di Usia 40-an, Bukan Cuma Ceker Ayam