PARENTING
Feses Bayi Berwarna Hitam Gelap, Berbahayakah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Asri Ediyati | HaiBunda
Selasa, 26 Dec 2023 04:00 WIBBentuk dan warna feses bayi kerap kali dikaitkan dengan kondisi kesehatannya. Salah satunya ketika Bunda mendapati feses Si Kecil berwarna hitam.
Sebenarnya, feses hitam adalah warna feses sehat, terutama bila dialami bayi baru lahir kurang dari 1 minggu. Namun setelah jangka waktu tersebut, hal ini dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan, Bunda.
Selama 24 jam pertama kehidupan, bayi baru lahir akan mengeluarkan mekonium. Ini merupakan tinja tebal dan berwarna hitam, yang terdiri dari sel, cairan ketuban, empedu, dan lendir yang ditelan bayi saat berada di dalam rahim. Mekonium bersifat steril, sehingga biasanya tidak berbau.
Selama beberapa hari pertama kehidupannya, bayi baru lahir akan terus mengeluarkan mekonium. Warnanya akan berubah secara bertahap dari hitam menjadi hijau tua, lalu kekuningan.
Selain mekonium, bayi yang meminum susu formula diperkaya zat besi juga mungkin sering mengeluarkan kotoran berwarna hitam di popoknya, dan ini juga merupakan hal yang normal. Kandungan zat besi dalam susu formula memang bisa menyebabkan kotoran berubah warna menjadi hitam pekat.
Apa penyebab bayi mengeluarkan feses hitam?
Seperti disebutkan di atas, kotoran bayi berwarna hitam bisa disebabkan oleh mekonium atau konsumsi susu formula yang diperkaya zat besi. Dilansir Flo Health, banyak bayi meminum susu formula untuk memastikan mereka mendapatkan cukup zat besi dari makanannya, dan hal ini dapat mengubah warna feses mereka menjadi hitam. Hal ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan, namun ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikannya.
Terkadang, Bunda mungkin melihat bercak darah pada kotoran bayi yang tampak hitam, seperti biji poppy, yang dapat menandakan kotoran telah dicerna. Biasanya, hal ini terjadi karena saat menyusui, bayi menelan sedikit darah dari puting ibu yang mungkin bengkak atau pecah-pecah. Ini juga kondisi yang normal.
Seiring bertambahnya usia anak dan mulai mengonsumsi makanan padat, kotoran hitam mungkin masih muncul dari waktu ke waktu, tetapi hal ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu. Misalnya, kayu manis hitam, jus anggur, blueberry, atau bahkan biskuit berwarna coklat kehitaman dapat mengubah sebagian tinja anak menjadi hitam.
Selain itu, obat-obatan juga bisa menjadi penyebab kotoran berwarna hitam, terutama obat antasida yang biasa diminum untuk mengatasi sakit perut atau mulas. Suplemen zat besi, baik yang dikonsumsi sebagai multivitamin atau sebagai bagian dari formula yang diperkaya zat besi, juga dapat menyebabkan tinja menjadi hitam.
Kondisi yang perlu diwaspadai saat feses berwarna gelap
Meski normal, feses berwarna gelap tetap perlu mendapatkan perhatian. Warna hitam gelap pada feses bisa saja menandakan kondisi melena, yakni istilah medis untuk tinja berwarna hitam yang berasal dari pendarahan di saluran pencernaan bagian atas (GI). Kotoran berwarna hitam adalah tanda adanya darah tua di feses anak.
Pada kondisi melena, darah menjadi hitam dan lengket saat mengalir melalui saluran pencernaan, dari tempat yang lebih tinggi, biasanya di perut atau usus kecil bagian atas. Bahan kimia dari sistem pencernaan lalu berinteraksi dengan darah, dan selama perjalanannya dapat mengubah warna dan teksturnya pada feses.
Penyebab melena atau tinja berwarna hitam
Dikutip dari laman Cleveland Health, ada beberapa penyebab pendarahan saluran cerna bagian atas dan melena, yakni:
- Penyakit tukak lambung (tukak berdarah di lambung atau duodenum)
- Peradangan parah (gastritis atau esofagitis)
- Erosi lapisan perut (gastropati erosif hemoragik akut)
- Trauma atau perforasi gastrointestinal (robekan pada lapisan saluran pencernaan)
- Pembengkakan dan pecahnya pembuluh darah (varises) di kerongkongan atau perut
- Robekan pada kerongkongan yang disebabkan oleh muntah hebat
- Kanker di perut, kerongkongan, atau pankreas
- Demam berdarah akibat virus
Cara mengatasinya
Jika memang feses berwarna gelap karena makanan yang Si Kecil asup, maka tidak ada cara dan tidak perlu untuk mengatasinya. Coba beri jeda untuk tidak mengonsumsi makanan yang membuat BAB feses bayi berwarna hitam. Ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah benar karena memang asupan atau justru ada masalah lainnya, Bunda.
Namun, bila ternyata feses bayi berwarna gelap karena melena, tindakan medis mungkin diperlukan. beberapa hal yang dokter lakukan untuk mengatasinya, seperti:
- Mengobati kehilangan darah.
- Menghentikan pendarahan.
- Mengobati penyebab pendarahan.
Dokter anak akan menilai kondisi bayi secara keseluruhan untuk menentukan perawatan yang dibutuhkan. Tergantung pada berapa banyak darah yang hilang, bayi mungkin memerlukan cairan IV atau transfusi darah untuk memulihkan volume darah. Beberapa di antaranya mungkin memerlukan perawatan intensif sebelum pengujian atau pengobatan lebih lanjut.
Melansir dari laman Drugs, perawatan melena pada anak sebenarnya akan tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa perawatan yang dapat dilakukan:
- Pemberian obat untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung anak. Ini mungkin akan membantu bila melena anak disebabkan oleh maag. Anak mungkin juga memerlukan obat untuk mencegah aliran darah ke luka atau robekan.
- Endoskopi dapat digunakan untuk mengatasi penyebab pendarahan.
- Transfusi darah mungkin diperlukan jika anak kehilangan banyak darah.
- Pembedahan mungkin diperlukan jika anak mengalami pendarahan hebat atau pengobatan lain tidak berhasil. Pembedahan dapat digunakan untuk memperbaiki robekan pada lapisan lambung atau usus anak. Si Kecil mungkin memerlukan pembedahan untuk menghilangkan penyumbatan atau tumor.
Demikian penjelasan tentang penyebab feses bayi berwarna gelap. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(aci/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Cara Tepat untuk Mengenal Minat dan Bakat Anak Sejak Dini
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Atasi Demam Anak, Tak Perlu Dibangunkan Malam Hari untuk Kasih Obat
4 Tips Cegah Anak Speech Delay, Rajin Gosok Gigi hingga Makan Daging
Waspadai 3 Jenis Gangguan Saluran Cerna Fungsional yang Sering Dialami Anak
Mengenal Fungal Acne pada Anak dan Cara Mengatasinya
TERPOPULER
Potret Rumah Baru Tasya Farasya Mewah dengan Sentuhan Gold, Curi Perhatian saat Lebaran
10 Cara Membawa Keberuntungan ke Rumah Menurut Feng Shui
Curhat Margin W Trauma Body Shaming Sejak Melahirkan, Tak Ingin Terulang Saat Lebaran
7 Pose Anak Artis Bareng Adik untuk Ide Foto Lebaran, Menggemaskan Bun!
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bumbu Dapur Sachet, Bikin Masak Menu Lebaran Lebih Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Cushion untuk Kulit Berminyak yang Bikin Make-up Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Rumah Baru Tasya Farasya Mewah dengan Sentuhan Gold, Curi Perhatian saat Lebaran
10 Cara Membawa Keberuntungan ke Rumah Menurut Feng Shui
Curhat Margin W Trauma Body Shaming Sejak Melahirkan, Tak Ingin Terulang Saat Lebaran
7 Pose Anak Artis Bareng Adik untuk Ide Foto Lebaran, Menggemaskan Bun!
Penyebab Cuaca Akhir-akhir Ini Panas Menyengat Menurut BMKG
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
'Zombie Plane' Jadi Salam Perpisahan Chuck Norris
-
Beautynesia
Di Balik Air Matanya, Ini 5 Kepribadian Orang yang Mudah Menangis Menurut Psikolog
-
Female Daily
Snake Print Jeans & The Rally Movement Wardrobe I Didn’t See Coming
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Zayyan XODIAC, Idol KPop asal Indonesia Rayakan Idulfitri di Korea
-
Mommies Daily
Perempuan dan Invisible Labor: Kerja Tak Terlihat yang Lelahnya Nyata