HaiBunda

PARENTING

Tak Hanya Berat Badan, Ini Pentingnya Ukur Tinggi Bayi dan Tanda Bahaya Harus ke Dokter

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Kamis, 30 May 2024 15:59 WIB
Ilustrasi Mengukur Tinggi Anak/Foto: iStock
Jakarta -

Penentu bayi tumbuh dan berkembang dengan baik tidak hanya berdasarkan berat badannya saja, Bunda. Hal ini turut didukung oleh tinggi badan yang sesuai dengan usianya.

Mengutip dari laman Healthline, panjang bayi diukur dari atas kepala hingga bagian bawah salah satu tumitnya. Hal ini sama dengan tinggi badan bayi, hanya saja tinggi badan diukur ketika anak berdiri.

Panjang rata-rata saat bayi cukup bulan lahir sekitar 50 cm. Namun, kisaran untuk sebagian besar bayi baru lahir adalah antara 45,7 cm hingga 60 cm.


Rata-rata bayi akan tumbuh mulai dari 1,5 hingga 2,5 cm setiap bulan sejak mereka lahir, hingga 6 bulan. Dari usia 6-12 bulan, bayi akan tumbuh sekitar 1 cm per bulan.

Bayi mungkin akan mengalami lebih banyak percepatan pertumbuhan atau lebih lambat selama beberapa periode. Ketika mengalami percepatan pertumbuhan, bayi mungkin sangat rewel dan menyusu lebih banyak. Kondisi ini umumnya terjadi hingga 1 minggu.

Pentingnya ukur tinggi bayi

Mengukur tinggi bayi sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan kesehatannya sejak dini. Hal ini juga diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Dian Sulistya Ekaputri, Sp.A.

Dokter Dian mengatakan mengukur tinggi badan bayi sangat penting untuk melihat pertumbuhan dan mendeteksi masalah kesehatan anak sejak dini. Ketika tinggi badan tidak diukur secara teratur, masalah kesehatan yang mungkin menyerangnya bisa saja tidak terdeteksi.

"Mengukur tinggi badan bayi penting untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin," paparnya pada HaiBunda, belum lama ini.

"Jika tinggi badan tidak diukur secara teratur, bisa saja pertumbuhan anak yang abnormal atau keterlambatan tidak terdeteksi dini, sehingga penanganan medis terlambat diberikan," sambungnya.

Tanda bahaya anak harus dibawa ke dokter

Pada kesempatan yang sama, dr. Dian juga membeberkan beberapa tanda bahaya yang berhubungan dengan tinggi badan anak sehingga mereka harus dibawa ke dokter. Tanda yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

  • Pertumbuhan tinggi badan yang sangat lambat atau tidak ada pertumbuhan dalam waktu beberapa bulan
  • Tinggi badan anak jauh di bawah rata-rata untuk usianya
  • Penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan yang signifikan
  • Anak terlihat lemas atau tidak aktif

Demikian informasi seputar tinggi badan anak, Bunda. Semoga dapat memberikan manfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/mua)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Makanan yang Bisa Bantu Anak Tambah Tinggi, Mulai dari Susu hingga Telur

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Pasangan yang Kuat Secara Mental, Sering Ucap 7 Kalimat Ini Menurut Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

Hati-hati Bun! Ini 5 Makanan yang Bisa Rusak Fungsi Ginjal

Mom's Life Amira Salsabila

Ashanty Lulus S3 Unair dengan Predikat Sangat Memuaskan, Dapat Dukungan Anak & Suami

Mom's Life Annisa Karnesyia

14 Jenis Cacat Lahir yang Berkaitan dengan Kesalahan Diagnosis Medis, Bunda Perlu Tahu

Kehamilan Annisa Karnesyia

Bukan Sekadar Percaya Diri, Ini 8 Ciri Kepribadian Orang Berkarisma Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ashanty Lulus S3 Unair dengan Predikat Sangat Memuaskan, Dapat Dukungan Anak & Suami

14 Jenis Cacat Lahir yang Berkaitan dengan Kesalahan Diagnosis Medis, Bunda Perlu Tahu

5 Contoh Hidup Rukun di Sekolah Lengkap dengan Manfaat dan Penjelasannya

Ciri Pasangan yang Kuat Secara Mental, Sering Ucap 7 Kalimat Ini Menurut Pakar

Hati-hati Bun! Ini 5 Makanan yang Bisa Rusak Fungsi Ginjal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK