PARENTING
Ini Alasan Mengapa Anak Usia 2 Tahun Sering Tantrum
Kinan | HaiBunda
Jumat, 19 Jul 2024 09:30 WIBTantrum yang dialami oleh Si Kecil tak hanya membuatnya lelah dan tak nyaman, tapi juga bisa membuat frustasi orang tua. Namun, alih-alih memandangnya sebagai hal buruk, yuk cari tahu apa saja alasan anak usia 2 tahun sering tantrum.
Saat tantrum, biasanya anak bisa memiliki respons yang berbeda-beda. Mulai dari merengek, menangis, berteriak, menendang, dan bahkan memukul. Situasi ini umum terjadi pada anak antara usia 1 hingga 3 tahun.
Beberapa anak mungkin sering tantrum, tapi ada pula yang jarang. Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak, yakni cara menunjukkan bahwa mereka sedang kesal atau frustrasi.
Alasan mengapa anak usia 2 tahun sering tantrum
Dikutip dari Kids Health, alasan mengapa anak usia 2 tahun sering tantrum bisa beragam. Berikut ulasannya:
1. Merasa tidak nyaman
Bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena anak merasa lelah, lapar, atau tidak nyaman.
Emosi mereka bisa 'meledak' karena tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan (seperti mainan atau permen) atau tidak bisa membuat seseorang melakukan apa yang mereka inginkan (seperti membuat orang tua segera memperhatikannya, dll).
Sebenarnya belajar mengatasi frustrasi adalah keterampilan yang diperoleh anak-anak seiring berjalannya waktu.
2. Kemampuan berbahasa masih minim
Alasan paling umum tantrum sering terjadi pada anak usia 2 tahun adalah karena kemampuan berbahasanya sedang berkembang.
Anak tidak selalu bisa mengatakan apa yang mereka inginkan atau butuhkan, bisa juga karena kata-kata yang menggambarkan perasaan lebih rumit untuk diungkapkan.
Diharapkan ketika kemampuan berbahasanya sudah meningkat, tantrum Si Kecil cenderung berkurang.
3. Sedang ingin memegang kendali
Anak usia 2 tahun biasanya sedang belajar mandiri dan ingin mengambil kendali atas lingkungannya, melebihi kemampuan mereka. Hal ini dapat menyebabkan tantrum ketika seorang anak mulai berpikir 'saya bisa melakukannya sendiri'.
Ketika anak-anak menyadari bahwa mereka tidak mampu melakukannya dan tidak bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan, mereka mungkin akan mengamuk.
Bagaimana cara mencegah tantrum?
Kemungkinan besar Bunda mungkin tidak akan bisa menciptakan lingkungan yang bebas tantrum. Ini karena seperti disebutkan di atas, tantrum adalah salah satu cara anak berkomunikasi.
Namun, Bunda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan tantrum, seperti berikut:
1. Berikan pilihan
Biarkan anak memilih, dengan alasan yang masuk akal. Misalnya, mereka dapat memilih antara dua pakaian atau dua makanan ringan. Hal ini bisa membantu anak merasa memegang kendali.
Ingat, pastikan untuk membiarkan mereka memilih di antara dua hal yang sudah Bunda setujui. Jangan beri mereka harapan palsu, ya.
2. Mempersiapkan transisi
Masa transisi, seperti meninggalkan rumah atau taman bermain, bisa jadi sulit bagi anak-anak. Cobalah untuk mempersiapkan mereka terlebih dahulu bahwa transisi akan terjadi sehingga mereka siap menghadapinya.
Dikutip dari Cleveland Clinic, transisi yang lebih besar biasanya memerlukan lebih banyak persiapan. Misalnya, jika ada saudara baru yang akan datang atau akan pindah rumah, berikan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan emosi anak.
3. Cek jadwal makanan dan tidur
Emosi yang meledak-ledak yang berujung pada tantrum mungkin disebabkan oleh lapar atau mengantuk. Jadi, pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup tidur.
Kapan tantrum perlu diperiksa ke dokter?
Jika kemarahan anak tampaknya tidak berhubungan dengan tahap perkembangan normal dan berlangsung lebih dari beberapa minggu, Si Kecil mungkin harus berkonsultasi dengan dokter.
Bunda juga dapat berkonsultasi dengan ahlinya apabila merasa tidak bisa mengatasi amarah anak. Dikutip dari Web MD, beberapa tanda lain bahwa anak mungkin memerlukan bantuan profesional di antaranya:
- Senang mencederai diri sendiri atau orang lain, termasuk sampai ada memar dan bekas gigitan
- Menyerang orang tua atau orang dewasa lainnya
- Dipulangkan dari sekolah atau daycare
Tanda peringatan terbesar adalah seberapa sering tantrum terjadi. Anak-anak yang memiliki masalah seperti gangguan tingkah laku mungkin bisa bertahan beberapa hari atau seminggu tanpa ledakan emosi.
Kesimpulannya, tantrum adalah bagian perkembangan anak yang normal meski kadang membuat orang tua kewalahan. Kondisi ini sering kali terjadi karena anak ingin mandiri, tetapi tetap mencari perhatian orang tua.
Anak usia 2 tahun rata-rata juga belum memiliki keterampilan verbal untuk mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Saat amarah muncul, cobalah untuk tetap tenang dan validasi emosi anak.
Saat sudah tenang, bantu mereka memberi label pada emosi tersebut dan temukan cara yang lebih baik untuk bereaksi terhadap kekecewaan.
Jika anak mengalami tantrum yang berlangsung lebih dari 15 menit atau sering menyakiti diri sendiri maupun orang lain, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan.
Begitu juga jika anak sudah berusia lebih dari 4 tahun dan masih sering mengamuk, ada baiknya Bunda juga berkonsultasi dengan profesional segera.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Tips Menyiapkan Mental Orang Tua dan Anak Sebelum Masuk SD Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Mengatasi Emosi Anak yang Meledak-ledak di Usia 4 Tahun
3 Hal yang Sebaiknya Tidak Bunda Lakukan saat Anak sedang Tantrum
4 Jenis Tempramen Anak & Cara Mengatasinya, Anak Bunda Termasuk yang Mana?
Perlunya Ruangan 'Sudut Tenang' bagi Anak yang Sering Tantrum
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Setop Posting di Media Sosial Tapi Masih Aktif Cek Tiap Hari
Deretan Foto Bayi Baru Lahir Artis yang Bisa Jadi Inspirasi
Setelah Suntik KB 3 Bulan Bolehkah Langsung Berhubungan? Ini Faktanya
Mengenal Hip Dips, Perubahan pada Pinggul Ibu Hamil seperti Dialami Amanda Manopo
Cerita Elif Anak Siti KDI Pinjam Uang Rp50 Ribu Demi Beri Kado ke Ibunda
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Powerbank CCC dan Fast Charging, Cocok buat Pertolongan saat Mati Lampu
asaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang yang Setop Posting di Media Sosial Tapi Masih Aktif Cek Tiap Hari
Deretan Foto Bayi Baru Lahir Artis yang Bisa Jadi Inspirasi
Setelah Suntik KB 3 Bulan Bolehkah Langsung Berhubungan? Ini Faktanya
Usia Berapa Bayi Sudah Bisa Duduk Tegak Sendiri?
Cerita Elif Anak Siti KDI Pinjam Uang Rp50 Ribu Demi Beri Kado ke Ibunda
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Tak Tinggal Diam, Tim Hukum Richard Lee Siapkan Eksepsi atas Dakwaan JPU
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Orang yang Oversharing di Medsos
-
Female Daily
POP MART CRYBABY Cry Me an Ocean Menyelam ke Dalam Singapore Oceanarium di Resorts World Sentosa
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Seksi Miss Kroasia yang Kembali Bikin Heboh di Piala Dunia 2026
-
Mommies Daily
20 Bekal Piknik yang Praktis dan Disukai Anak: Anti Ribet dan Pasti Lahap!