PARENTING
7 Cara Menumbuhkan Jiwa Kompetitif yang Sehat pada Anak
Kinan | HaiBunda
Rabu, 04 Sep 2024 04:00 WIBMenumbuhkan jiwa kompetitif pada anak perlu dilakukan dengan tepat supaya bisa diterima dengan baik dan tidak berlebihan. Bagaimana cara menumbuhkan jiwa kompetitif ini?
Dikutip dari Parenting First Cry, jiwa kompetitif yang sehat dan perilaku yang tepat dalam situasi menang-kalah paling baik ditanamkan sejak kecil, terutama oleh orang tuanya. Bagian dari mendorong persaingan yang sehat adalah membuat anak merasa termotivasi dan puas dengan diri sendiri saat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik untuk menang maupun kalah.
Yang terpenting, perlu diingat bahwa memupuk semangat kompetitif yang sehat pada anak dapat membantunya meraih potensi maksimal dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.
Tips menumbuhkan jiwa kompetitif pada anak
Penghargaan eksternal seperti pujian atau hadiah dapat menjadi faktor motivasi yang efektif saat berkompetisi. Kendati demikian, jiwa kompetitif dari dalam diri sendiri merupakan kekuatan yang lebih kuat karena merupakan keinginan untuk terus mencoba guna meningkatkan kemampuan.
"Saya percaya bahwa bagian dari pengembangan kompetisi yang sehat adalah bahwa anak-anak belajar bahwa pesaing terpenting mereka adalah diri mereka sendiri," ungkap ahli saraf anak, Timothy Gunn, Psy.D., dikutip dari Parents.
Ada beberapa cara menumbuhkan jiwa kompetitif untuk mendorong persaingan yang sehat pada anak-anak, seperti berikut ini:
1. Fokus pada tujuan
Bantu anak-anak membuat tujuan yang dapat dicapai, tetapi membutuhkan cukup usaha untuk membuat mereka tetap termotivasi dan terlibat dalam aktivitas tersebut.
Selain itu, dengan menetapkan tujuan pribadi, maka Bunda sudah mengalihkan fokus anak dari hanya 'memenangkan' aktivitas tapi juga fokus untuk mencapai tujuan mereka.
2. Rayakan setiap kemajuan dan prestasi anak
Saat anak mencapai salah satu tujuan pribadinya, jangan langsung beralih ke tujuan berikutnya. Pertama, hargai mereka atas prestasi yang sudah diraih terlebih dahulu.
Cukup tunjukkan bahwa Bunda menghargai kerja keras anak untuk mencapai tujuan tersebut. Gunakan kata-kata positif untuk memotivasi dan merayakan kemajuan anak. Hindari membandingkan dengan anak lain karena hal ini dapat menurunkan semangat juangnya.
3. Perkenalkan dengan kekalahan
Sangat menyenangkan saat anak berhasil mencapai tujuan dan memenangkan permainan, tetapi apa yang terjadi saat mereka sudah menetapkan tujuan dan tidak mampu mencapainya? Jangan khawatir, ini memberikan kesempatan yang bagus bagi anak untuk memperkuat pesan positif tentang kompetisi.
Misalnya sampaikan bahwa dalam setiap kompetisi pasti ada menang dan kalah. Selama anak mau berusaha dan mencoba untuk meningkatkan diri, itu adalah bagian dari prosesnya.
4. Tak perlu ada hukuman
Rasa takut dapat menjadi motivator jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang, anak-anak akan semakin terpuruk. Fokuslah menciptakan suasana di mana anak dipersilakan untuk mencoba dan gagal.
Dorong anak untuk fokus pada usaha yang dilakukan, bukan hanya pada hasil akhir. Dengan begitu, anak akan lebih tahan banting dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan atau kekalahan.
5. Mainkan aktivitas yang kolaboratif dan kompetitif
Ada banyak jenis aktivitas kompetitif yang dapat diikuti anak-anak. Dorong mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang memungkinkan mereka belajar bagaimana menjadi rekan tim yang baik dan bersaing dengan diri mereka sendiri.
Misalnya, perkenalkan anak dengan permainan tradisional bersama teman-teman sebayanya. Selain itu, permainan seperti catur, scrabble, atau puzzle dapat melatih kemampuan berpikir kritis, merencanakan, dan mengambil keputusan yang tepat.
6. Jadilah teladan yang baik
Satu hal yang dapat Bunda mulai lakukan hari ini sebagai salah satu cara menumbuhkan jiwa kompetitif pada anak adalah menjadi teladan yang baik. Cobalah untuk fokus pada hal-hal positif dalam semua jenis kompetisi, baik itu tim olahraga favorit Ayah atau Bunda, pertandingan keluarga, atau pertandingan basket di lingkungan sekitar rumah.
Anak-anak akan mengamati bagaimana Bunda bereaksi dalam situasi kompetitif, kemudian mereka akan menirunya dalam kehidupan mereka sendiri.
7. Kolaborasi dengan guru dan sekolah
Jalin komunikasi yang baik dengan guru dan sekolah untuk mengetahui perkembangan anak. Jika perlu, dorong anak untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Demikian ulasan tentang cara-cara menumbuhkan jiwa kompetitif pada anak. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Jangan memaksakan anak untuk menjadi seperti anak-anak lain ya, Bunda. Semoga ulasan ini bermanfaat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Cara Mengajarkan agar Anak Merasa Berharga & Mencintai Diri Sendiri
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Dampak Buruk Tak Menjaga Kesehatan Mental Anak
Ucapan Orang Tua yang Dapat Mengganggu Psikologis Anak
5 Tanda Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental
Pesan Kate Middleton untuk Orang Tua Terkait Kesehatan Mental Anak
TERPOPULER
Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer
Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen
7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah
Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut
Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau
Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer
Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen
Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut
Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Siang: DJ Una Cerita Awal Dekat dengan Agum Sebelum Lamaran
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Apakah Kamu Orang yang Sensitif
-
Female Daily
Ada Sheila Dara hingga Syifa Hadju, Fore Coffee Perkenalkan Brand Ambassador Terbarunya
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Most Pop: Suporter Paraguay Dijuluki Pengantin Piala Dunia, Cantik Dikira AI
-
Mommies Daily
15 Theme Park Indonesia Terbaik untuk Liburan Sekolah Anak SD–SMA