PARENTING
5 Penyebab Balita Suka Memukul Diri Sendiri & Cara Mengatasinya
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 14 Sep 2024 04:00 WIBSaat Si Kecil senang memukul dirinya sendiri, hal ini terkadang membuat orang tua khawatir. Apa sebenarnya penyebab dan bagaimana cara tepat mengatasi agar tak berlanjut?
Dikutip dari laman Parents, biasanya balita akan memukul orang lain saat marah, tetapi terkadang mereka juga melampiaskan rasa frustrasi pada dirinya sendiri.
Untuk membantu balita saat mereka suka memukul diri sendiri, perhatikan dengan seksama kapan hal itu terjadi dan bagaimana situasinya berlangsung. Hal ini penting untuk menentukan apakah Bunda perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter.
Biasanya saat anak-anak tumbuh dewasa, mereka akan berhenti memukul diri sendiri. Namun, perhatikan apakah kebiasaan itu kembali, karena beberapa anak menggunakan perilaku itu sebagai pelampiasan emosi yang tidak sehat.
Apa penyebab balita suka memukul diri sendiri?
Balita akan memukul diri sendiri karena ketidakmampuan untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan mereka. Bisa juga karena belum mampu mengungkapkan gejolak emosinya.
Ketika balita sedang mengalami rasa sakit dan sulit mengekspresikannya juga bisa menjadi alasan lain balita suka memukul diri sendiri. Berikut ulasannya, Bunda:
1. Frustrasi
Jika tidak bisa menahan rasa frustrasi, balita mungkin akan memukul diri sendiri sebagai cara untuk mengekspresikan kekesalan mereka. Saat Bunda melihat hal ini terjadi, perhatikan pemicu apa pun yang menyebabkan kemarahan pada Si Kecil.
Mungkin Bunda menolak sesuatu yang sangat ingin dilakukan oleh anak, atau mungkin juga mereka sedang merasa terlalu lelah dan lapar. Penyebab umum frustasi pada balita meliputi:
- Kelelahan
- Lapar
- Rasa sakit
- Penyakit tertentu
Setelah Bunda mengenali pola atau pemicu yang menyebabkan balita suka memukul diri sendiri, Bunda mungkin dapat mencegah hal ini terjadi di waktu berikutnya.
2. Rasa sakit
Penjelasan lain mengapa balita tiba-tiba memukul diri sendiri adalah karena mungkin sedang merasakan sakit fisik. Misalnya, balita yang memukul diri mereka sendiri di bagian samping kepala mungkin mengalami infeksi telinga.
Sementara itu, bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin juga terkadang memukul diri mereka sendiri untuk mengatasi rasa sakit di gusi. Terkadang, memukul dapat menenangkan diri sendiri.
Perhatikan di bagian mana anak memukul diri sendiri. Terkadang, anak-anak mencoba mengomunikasikan bagian tubuhnya yang sedang sakit.
Bergantung pada sumber rasa sakitnya, Bunda mungkin dapat merawat anak di rumah. Namun, jika Bunda tidak yakin apa yang menyebabkan rasa sakit tersebut, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter.
3. Kurangnya keterampilan komunikasi
Dikutip dari Healthline, saat anak merasakan emosi yang besar seperti marah, cemburu, takut, atau bingung tetapi kosakatanya belum berkembang, memukul mungkin tampak seperti satu-satunya cara untuk memberi tahu Bunda apa yang sedang terjadi.
Mereka mungkin juga kesal dengan dirinya sendiri karena tidak dapat mengungkapkan perasaan.
4. Menenangkan diri sendiri atau mencari sensasi
Beberapa anak lebih menyukai pengalaman sensorik fisik daripada yang lain. Jadi sebagai respons, mereka mungkin beralih jadi memukul diri sendiri untuk memenuhi keinginan akan rangsangan fisik.
Beberapa anak juga beralih ke gerakan fisik berulang sebagai cara menenangkan diri saat stres atau lelah.
5. Mencari perhatian
Balita umumnya sangat suka mendapatkan perhatian penuh dari orang tua dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika Bunda memberikan reaksi yang besar saat pertama kali mereka memukul diri sendiri, mereka mungkin akan mengulangi perilaku tersebut untuk membuat Bunda terus marah.
Cara mengatasi balita yang suka memukul diri sendiri
Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi kebiasaan balita yang suka memukul diri sendiri:
1. Ciptakan lingkungan yang aman
Jika anak-anak menemukan banyak cara untuk menyakiti diri sendiri, seperti membenturkan kepala ke dinding, pindahkan mereka atau benda-benda tersebut dari jangkauannya.
Bunda juga dapat memberi mereka sesuatu untuk dipegang, seperti boneka beruang untuk diremas atau cangkir berisi air untuk diminum.
2. Tawarkan bantuan
Bunda bisa memberikan respons seperti memeluk erat anak untuk mencegahnya memukul diri sendiri. Tindakan ini dapat menenangkan balita dan menghentikan perilaku melukai diri sendiri.
Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang bagi anak, serta meredakan rasa sakit atau frustrasi yang mereka rasakan.
3. Ucapkan kata-kata yang menenangkan
Memberi tahu anak-anak bahwa mereka aman dan Bunda selalu juga bisa menenangkan balita yang rewel. Cobalah untuk fokus menenangkan dan mengurangi risiko balita menyakiti dirinya sendiri.
Setelah momen itu berlalu, Bunda dapat mulai mengajari balita cara-cara yang sehat untuk mengekspresikan rasa frustrasi. Misalnya dimulai dengan berbicara tentang cara mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan.
4. Atasi semua kebutuhan fisik
Jika anak memukul dirinya sendiri karena keluhan fisik seperti lapar, kedinginan, tumbuh gigi, atau haus, Bunda tidak akan bisa mengatasi perilaku sampai kebutuhan fisiknya terpenuhi.
Cobalah untuk membuat mereka merasa lebih nyaman, lalu tunjukkan kepada bagaimana mereka bisa memberi tahu Bunda di masa mendatang cara tepat saat sedang membutuhkan sesuatu.
Selain itu, Bunda juga harus mencoba memperhatikan pola-pola ini. Apabila Bunda melihat mereka memukul diri sendiri setiap kali popoknya basah atau melewatkan waktu makan camilan, Bunda dapat mencoba untuk memenuhi kebutuhan ini terlebih dahulu sebelum mereka mulai memukul.
Kapan tanda perlu ke dokter?
Meskipun ini adalah perilaku yang cukup umum yang kemungkinan besar akan ditinggalkan anak bertambah usia, ada beberapa tanda bahwa Si Kecil mungkin memerlukan bantuan profesional.
Lakukan konsultasi ke dokter apabila ada tanda-tanda berikut:
- Kebiasaan memukul pada anak bertambah parah
- Anak melukai dirinya sendiri, termasuk membuat dirinya terbentur, memar, atau tergores
- Anak mengalami keterlambatan bicara atau tampaknya tidak dapat mendengar dengan jelas
- Anak menunjukkan tanda-tanda penyakit fisik, seperti demam, kehilangan nafsu makan, kelelahan, atau mudah marah
- Memiliki gejala kondisi perkembangan, seperti gangguan pemrosesan sensorik
Demikian ulasan tentang penyebab balita suka memukul diri sendiri, cara mengatasi, dan kapan perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Apa Bedanya ADHD dan Disabilitas Intelektual? Simak Penjelasan Dokter Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Tips Menjadi Orang Tua Baru, Begini Persiapannya Bunda
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk
Aaliyah Massaid Bikin Aturan Olahraga Malam untuk Suami Akibat Trauma Kehilangan Ayah
Lucu & Sayang Binatang, Ini Potret Athar Anak Citra Kirana & Rezky Aditya yang Baru Ultah ke-6
Cara Membuat Nasi Daun Jeruk yang Enak dan Gurih, Cocok untuk Segala Lauk
5 Tanda Seseorang Mengalami Toxic Positivity, Terlalu Memaksakan Diri untuk Selalu Positif
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk
Lucu & Sayang Binatang, Ini Potret Athar Anak Citra Kirana & Rezky Aditya yang Baru Ultah ke-6
5 Tanda Seseorang Mengalami Toxic Positivity, Terlalu Memaksakan Diri untuk Selalu Positif
Aaliyah Massaid Bikin Aturan Olahraga Malam untuk Suami Akibat Trauma Kehilangan Ayah
Cara Membuat Nasi Daun Jeruk yang Enak dan Gurih, Cocok untuk Segala Lauk
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Suka Dapur Bergaya Vintage? Teko Listrik Retro Ini Bisa Jadi Pilihan
-
Beautynesia
4 Kebiasaan Perempuan Dewasa yang Fatherless Menurut Pelatih Kehidupan
-
Female Daily
Dari Fibreno sampai Parfois, Ini 4 Butik Fashion & Beauty Baru di Jakarta yang Nggak Boleh Kamu Lewatkan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 3 September: Aquarius Ada Masalah, Capricorn Tetap Optimis
-
Mommies Daily
Rekomendasi Film Dewasa Asia dari Jepang, Korea, hingga India untuk Ditonton