PARENTING
Kapan Bayi Boleh Diberi Makanan Asin dan Manis? Ketahui Panduan Penggunaan Gula dan Garam
Mutiara Putri | HaiBunda
Rabu, 11 Dec 2024 04:00 WIBKetika bayi memasuki usia enam bulan, mereka sudah diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, pemberian rasa seperti gula dan garam ke dalam MPASI tidak boleh sembarangan.
Pemberian perasa seperti gula dan garam ke dalam MPASI bayi masih sering menjadi perdebatan. Banyak pula orang tua yang tidak memakaikan perasa ini dengan alasan agar anak tidak menjadi picky eater atau pilih-pilih makanan.
Meski begitu, makanan bayi tidak perlu hambar dan diberikan perasa tambahan. Tentunya dengan catatan tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan yang telah disarankan dokter.
Lantas, kapan bayi boleh diberi makanan asin dan manis, ya?
Kapan bayi boleh diberi makanan asin dan manis
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan dalam situs resminya idai.or.id, bahwa anak-anak di bawah usia satu tahun sebaiknya membatasi sebanyak mungkin asupan gula dan garam. Namun, jika gula dan garam ini bisa membuat anak mau makan, maka penyedap tersebut boleh diberikan.
Perlu dipahami bahwa bayi hanya membutuhkan sedikit garam dalam makanannya. Hal ini karena tubuh mereka tidak dapat menangani asupan garam yang tinggi.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gizi dan Metabolik, dr. Yoga Devarea Sp.A(K), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan agar pemberian gula pada anak maksimal 10 persen per hari sesuai dengan kebutuhan kalorinya.
"Jadi, total itu jadi relatif, ya. Tergantung dari segala banyaknya kebutuhan kalori pada anak itu, 10 persennya boleh dalam bentuk gula bebas," paparnya dalam acara 'Forum Ngobras Media Diskusi tentang Meluruskan Miskonsepsi Gula pada Nutrisi Anak' beberapa waktu lalu.
Dokter Yoga turut menjelaskan cara Bunda menghitung jumlah gula harian anak. Cara mudahnya, dr. Yoga memberikan contoh dengan anak usia 2-3 tahun dengan berat 10 kg dan kalori 1000.
"Anggap kebutuhan kalori harian anak itu 1000. Ini kira-kira anaknya 10 kilogram, anak usia sekitar dua sampai tiga tahun," ujarnya.
"(Sebanyak) 10 persen kalori, jadinya 10 persen dari 1000. Jadi, kira-kira 100 kalori boleh (dari gula), 1 gram gula akan menghasilkan empat kalori. Jadi, 100 kalori dari empat adalah 25 gram," sambung dr. Yoga.
Dampak menggunakan gula dan garam untuk MPASI secara berlebihan
Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa dampak yang mungkin terjadi jika Si Kecil mengonsumsi gula dan garam untuk MPASI secara berlebihan. Berikut ini deretannya:
1. Kerusakan ginjal
Dikutip dari laman Healthline, ginjal bayi masih belum matang dan tidak bisa menyaring kelebihan garam se-efisien ginjal orang dewasa. Akibatnya, makanan yang terlalu banyak mengandung garam bisa merusak ginjal mereka.
2. Meningkatkan tekanan darah
Memberikan bayi makanan yang banyak garam membuat mereka terbiasa dengan makanan tersebut. Pola makan kaya garam ini pun bisa menyebabkan tekanan darah bayi meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa efek peningkatan tekanan darah dari garam mungkin lebih kuat pada bayi daripada orang dewasa. Akibatnya, bayi yang diberi pola makan kaya garam cenderung memiliki kadar tekanan darah yang lebih tinggi selama sama kanak-kanak dan remaja.
3. Risiko penyakit jantung
Ketika bayi memiliki tekanan darah yang tinggi, hal ini tentu juga akan meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari, Bunda. Pada kasus yang ekstrem, asupan garam yang tinggi bahkan bisa membuat bayi perlu perawatan medis darurat bahkan menyebabkan kematian.
4. Berat badan berlebih
Merangkum dari laman CNN Health, memberikan gula atau makanan manis pada 1000 hari pertama bayi bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Salah satu kondisi yang berkaitan erat adalah kelebihan berat badan atau obesitas.
Gula tambahan digunakan dalam makanan dan minuman olahan untuk mempermanis, berbeda dari gula alami yang terdapat dalam sepotong buah atau segelas susu ya, Bunda.
"Buah seperti apel dan jeruk mengandung gula, tetapi keduanya juga menyediakan serat dan nutrisi secara keseluruhan," imbuh dokter spesialis anak sekaligus pakar nutrisi American Academy of Pediatrics, Steven Abrams.
5. Diabetes
Jika kegemukan pada anak dibiarkan, mereka juga akan mengalami kondisi diabetes, Bunda. Ini salah satu dampak jangka panjang yang perlu diperhatikan seluruh pihak.
"Dampak jangka panjang yang menjadi salah satu PR kita bersama di Indonesia adalah angka diabetes (pada anak) meningkat salah satunya adalah karena kegemukannya," tutur dr. Yoga.
Demikian informasi tentang pemberian gula dan garam pada bayi. Semoga bisa memberikan manfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyakit Rentan Menghampiri Anak dengan Obesitas, Waspada Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Amankah Jus Buah untuk Anak Usia di Bawah 1 Tahun? Ini Jawaban Dokter
Amankah Gula Stevia Jika Diberikan pada Anak? Begini Jawaban Dokter Bun
3 Dampak Kelebihan Gula pada Anak yang Perlu Bunda Perhatikan dan Cara Mengatasinya
Ketahui Batas Konsumsi Gula per Hari untuk Anak Menurut Dokter, Catat Bun!
TERPOPULER
Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup
3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari
Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?
4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26
Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional & Mungkin Butuh Bantuan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup
3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari
Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?
4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26
Tips Makeup 5 Menit buat Antar Anak Sekolah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Filter Air Purifier Original vs Kompatibel, Beneran Beda atau Cuma Beda Harga?
-
Beautynesia
Mengenal Cycle Syncing: Cara Menyesuaikan Pola Makan dan Olahraga Sesuai Siklus Menstruasi
-
Female Daily
Mau Raih Berat Badan Ideal dengan Cara Sehat? Diet Saja Nggak Cukup!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kontroversi Robot Humanoid Tampil di Fashion Show, Banjir Kritik
-
Mommies Daily
Mau Eksplor BSD? Ini 10+ Restoran, Cafe, dan Tempat Seru untuk Weekend