PARENTING
7 Dampak Anak Kurang Tidur yang Jarang Diketahui, Ganggu Tumbuh Kembang
Mutiara Putri | HaiBunda
Selasa, 31 Dec 2024 04:00 WIBTidur merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan oleh anak-anak, Bunda. Ketika anak kurang tidur, mereka akan mengalami berbagai dampak yang tentunya berpengaruh pada tumbuh dan kembangnya.
Jumlah waktu tidur yang dibutuhkan oleh anak berbeda-beda, tergantung pada usia mereka. Dilansir dari laman WebMD, balita sendiri membutuhkan waktu tidur sekitar 12 sampai 14 jam dalam sehari.
Tidak hanya itu, anak-anak prasekolah perlu tidur selama 11 sampai 13 jam. Sementara anak usia sekolah perlu mendapatkan waktu tidur selama 10 hingga 11 jam dalam sehari.
Pentingnya waktu tidur untuk anak ini turut diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak RS Bunda, dr. Mulki Angela, Sp.A, Ph.D. Ia menyebut bahwa tidur sangat berhubungan dengan perkembangan otak anak.
"Tidur bukan hanya kegiatan sehari-hari. Jadi, memang tidur itu sangat berhubungan ya sama perkembangan otak anak," ungkapnya dalam talkshow dengan tema Better Sleep, Better Growth: Tidur Berkualitas untuk Tumbuh Kembang Anak yang Baik di Bundaversity Bundafest 2024 beberapa waktu lalu.
Kurangnya tidur pada anak pun dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Dokter Mulki menjelaskan misalnya saja seperti kondisi medis seperti alergi hingga yang berkaitan dengan kesehatan mental.
"Penyebabnya bermacam-macam, bisa terkait kondisi medis, seperti alergi, gatal-gatal. Bisa juga terkait kesehatan mental seperti cemas dan depresi," paparnya.
Tanpa Bunda dan Ayah sadari, ada pula beberapa dampak yang terjadi ketika anak kurang tidur. Simak terus, ya.
Dampak anak kurang tidur
Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa dampak yang terjadi ketika anak mengalami kurang tidur, Bunda. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya:
1. Menghambat keterampilan pemecahan masalah
Menilik dari laman Understood, kurang tidur dapat memengaruhi cara berpikir anak-anak. Kondisi ini dapat melemahkan bagian otak yang mengelola organisasi, perencanaan, serta pemecahan masalah.
Misalnya anak-anak yang lelah mungkin kehilangan perlengkapan sekolahnya. Jadi, alih-alih mengerjakan tugas sekolah, mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari barang. Mereka juga mungkin kesulitan memprioritaskan pekerjaan rumah dan mondar-mandir selama ujian.
2. Memperburuk suasana hati
Anak-anak bisa menjadi murung ketika mereka merasa lelah. Mereka mungkin memiliki kontrol diri yang lebih sedikit daripada biasanya.
Anak yang kurang tidur lebih mudah merasa frustrasi atau kehilangan kesabaran. Mereka juga menjadi lebih mudah menyerah pada ujian maupun pekerjaan rumah.
Ketika anak yang kekurangan tidur ini kehilangan kesabarannya, mereka mungkin akan menyebabkan berbagai masalah dan berakhir di kantor kepala sekolah.
3. Mengurangi fokus dan perhatian
Studi menunjukkan bahwa ketika anak kurang tidur, gelombang otak mereka berubah menjadi pola seperti tidur singkat saat mereka bangun. Hal ini membantu menjelaskan mengapa anak yang kelelahan tidak bisa fokus dan memusatkan perhatiannya di ruang kelas.
Anak-anak yang kurang tidur bisa dengan mudah teralihkan perhatiannya, Bunda. Mereka mungkin membuat kesalahan yang ceroboh dan dapat mengalami kesulitan konsentrasi pada tugas sekolah dan apa yang dikatakan oleh gurunya.
4. Menghambat daya ingat
Kurang tidur bisa berdampak negatif pada daya ingat anak. Bukan tanpa alasan, lebih sulit bagi otak yang kurang tidur untuk fokus sehingga anak sulit mengingat hal-hal yang baru.
Kurang tidur juga dapat mempersulit pembentukan dan mengingat ingatan jangka panjang. Anak-anak yang kelelahan juga akan bekerja lebih lambat karena sulit bagi mereka mengingat apa yang baru saja mereka dengar atau baca.
5. Bertumbuh pendek
Dikutip dari laman NBC News, para peneliti baru-baru ini berteori bahwa kurang tidur pada masa kanak-kanak dapat secara mendasar mengubah cara otak terhubung. Hal ini akan memengaruhi tubuh Si Kecil selama sepanjang sisa hidupnya.
Tidak hanya itu, psikolog tidur anak dari Texas, W David Brown, menjelaskan bahwa kurang tidur juga bisa berdampak pada ukuran atau tinggi badan anak, Bunda.
"Mereka mungkin lebih kecil atau tidak bertumbuh," ujarnya.
6. Meningkatkan risiko diabetes
Dikutip dari laman WebMD, kurang tidur bisa membuat anak semakin lapar dan tertarik pada makanan berkalori tinggi. Saat mereka lelah, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon yang membuat mereka merasa lapar sehingga meningkatkan nafsu makan.
Ketika anak lelah, hormon akan memberi tahu anak bahwa rasa kenyang akan berkurang. Jadi, mereka tidak hanya merasa lebih lapar namun juga ingin makan lebih banyak dari biasanya.
Kurang tidur juga berdampak pada metabolisme tubuh. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko diabetes dan penambahan berat badan yang tidak sehat pada anak.
7. Rendahnya skor tes IQ
Dilansir The Douglas Research Centre, kurang tidur tidak hanya bisa mengganggu kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan mengingat apa yang mereka pelajari di kelas. Menurut penelitian, kondisi ini cenderung menyebabkan anak kesulitan dalam kreativitas verbal, menghambat perilaku, serta mendapatkan skor lebih rendah pada tes IQ.
Demikian informasi tentang dampak anak kurang tidur yang jarang diketahui orang tua, Bunda. Semoga bisa memberikan manfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bukan 1 Jam, Ini Lama Waktu Tidur Siang yang Ideal bagi Anak saat Puasa Ramadhan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Permainan Tradisional Seru, Ajak Anak Bermain Yuk Bunda!
5 Manfaat Bersepeda bagi Tumbuh Kembang Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
Doa Penuntun Tidur Anak agar Jauh dari Mimpi Buruk dan Gelisah
TERPOPULER
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Angle Kiri atau Kanan? Ternyata Pilihan Pose Selfie Ungkap Sifat Asli Seseorang
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Ungkapan Haru Ferdy Hasan Dampingi Sang Putra yang Berkebutuhan Khusus Wisuda S1, Bangga Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
7 Setting Kamera Saku agar Hasil Vlog Lebih Stabil dan Jernih
-
Beautynesia
Siap Rayakan 20 Tahun Anniversary, Girls' Genaration Rilis Teaser Season's Greeting 2027
-
Female Daily
House of Dove 2026 Hadir di PIM 2, Intip 5 Activity Seru untuk Kenali Kebutuhan Hair, Body, dan Underarm!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ini 3 Calon 'Malaikat' Terbaru Victoria's Secret, Ada yang Baru Usia 18 Tahun
-
Mommies Daily
Perbedaan Tantrum, Meltdown, dan Overload pada Anak: Kenali 5 Cirinya