PARENTING
Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 Tahun ke Atas, Sudah Bisa Apa Saja?
Asri Ediyati | HaiBunda
Senin, 03 Mar 2025 04:30 WIBKemampuan bicara dan bahasa merupakan bagian penting dari perkembangan setiap anak. Ya, hal ini karena perkembangan bahasa memengaruhi interaksi sosial, perilaku, dan keterampilan akademis anak, Bunda.
Namun, yang perlu dipahami adalah bahwa anak-anak belajar berbicara dengan kecepatan mereka sendiri. Perkembangan bicara, yang berarti bagaimana anak membuat kata-kata, tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Hal itu berlaku juga untuk seberapa baik seorang anak berkomunikasi yang disebut keterampilan bahasa.
Perkembangan bahasa bervariasi antara anak-anak, meskipun dalam keluarga yang sama, sebagian besar anak cenderung mengikuti perkembangan alami untuk menguasai keterampilan bahasa. Ada tonggak tertentu yang memberikan panduan kasar untuk perkembangan normal.
Penanda yang dikenal sebagai tonggak, dapat menjadi panduan untuk seberapa baik seorang anak belajar berbicara. Tonggak ini membantu profesional kesehatan mengetahui kapan seorang anak mungkin membutuhkan bantuan.
Sebagai orang tua, kita juga perlu mengetahui perkembangan bahasa anak setidaknya secara awam. Bagaimana perkembangan bahasa anak untuk usia 1 tahun ke atas?
Perkembangan bahasa anak
Berikut perkembangan bahasa anak usia 1 tahun ke atas seperti dikutip dari berbagai sumber:
Usia 12-18 Bulan
Pada usia ini, balita memiliki berbagai macam suara bicara. Bunda mungkin dapat mengenali setidaknya satu atau dua kata umum, seperti papa atau mama. Dikutip dari laman Parents, kata benda yang penting untuk kehidupan sehari-hari bagi anak biasanya merupakan kata pertama yang mereka kuasai.
Selain kata-kata kunci tersebut, kemampuan bicara anak pada usia 12 bulan sebagian besar akan terbatas pada suara ocehan. Namun, selama enam bulan berikutnya, Bunda akan mulai melihat anak mengembangkan komunikasi yang lebih maju, seperti:
- Mencoba meniru kata-kata Bunda
- Meniru percakapan bolak-balik yang sebenarnya
- Mengubah ucapan untuk mengajukan pertanyaan ("Mam?" saat bertanya makan) atau membuat permintaan (berteriak "Mam!" saat bersikeras meminta makan)
- Menggunakan kata-kata secara spontan, daripada hanya menanggapi suara yang dibuat orang tua
- Menggunakan kombinasi gerakan dan suara vokal untuk berkomunikasi
Usia 18-24 Bulan
Perlu Bunda pahami bahwa kepribadian, temperamen, dan keadaan anak dapat memengaruhi seberapa banyak kata yang didengar. Rata-rata, saat balita mencapai usia 2 tahun, memiliki perkembangan bicara berikut:
- Menambahkan kata-kata ke dalam kosakata mereka secara bertahap
- Membentuk frasa dua kata, meskipun tata bahasanya tidak benar
- Menggunakan kata-kata untuk mengidentifikasi gambar dalam buku atau lingkungan sekitar
- Menyebutkan bagian tubuh dan hewan dan terkadang membuat suara hewan
Usia 2-3 tahun
Setelah ulang tahun kedua, biasanya terjadi ledakan kosakata dan penggunaan kalimat yang lebih kompleks, Bunda. Sering dikatakan bahwa kosakata anak tumbuh hingga 200 kata atau lebih selama masa ini. Beberapa tonggak perkembangan bicara anak usia 2 hingga 3 tahun yang perlu diperhatikan tahun ini meliputi:
- Mengucapkan lebih banyak kata dan mempelajari kata-kata baru secara teratur
- Menggabungkan tiga kata atau lebih menjadi kalimat (yang mungkin masih canggung secara tata bahasa)
- Mulai mengenali warna, bentuk, dan konsep, seperti "lebih" atau "kurang" dan "besar" versus "kecil"
- Menyanyikan lagu anak-anak atau mengulang cerita dari buku yang sering dibaca bersama
- Mulai mengungkapkan perasaan dengan kata-kata ("Aku lapar", "Aku sedih")
- Jumlah total kata yang dipelajari anak selama masa ini tidak terlalu penting dibandingkan peningkatan jumlah kata yang mulai mereka gunakan minggu demi minggu.
Usia 3-4 tahun
Di usia 3 tahun ke atas, kosakata Si Kecil semakin banyak. Mereka mulai bisa menjawab pertanyaan, menjelaskan penggunaan benda, hingga bercanda! Dikutip dari laman resmi The Children's Hospital of Philadelphia, berikut perkembangan bahasa mereka:
- Menjawab pertanyaan sederhana (seperti, "Apa yang kamu lakukan saat lapar?")
- Mengelompokkan benda ke dalam kategori (seperti, makanan atau pakaian)
- Mengenali warna
- Menggunakan 300 hingga 500 kata pada usia 3 tahun
- Menjelaskan penggunaan benda (seperti, "Aku makan dengan sendok")
- Menyenangkan dengan bahasa; menikmati puisi dan mengenali absurditas bahasa seperti, "Apakah itu gajah di kepalamu?"
- Mengungkapkan ide dan perasaan daripada hanya berbicara tentang dunia di sekitarnya
- Menggunakan kata kerja yang diawali dengan "ber" (seperti, "berjalan" atau "bermain")
- Menggunakan sebagian besar bunyi ujaran, tetapi dapat mendistorsi beberapa bunyi yang lebih sulit atau yang berkembang kemudian, (seperti l, r, s, sh, ch, v, z, th)
- Menggunakan konsonan di awal, tengah, dan akhir kata. Beberapa konsonan yang lebih sulit mungkin terdistorsi, tetapi mencoba mengucapkannya
- Orang asing mampu memahami banyak hal yang diucapkan
Usia 4-5 tahun
Di usia ini, Si Kecil sudah berbicara yang mudah dipahami seperti anak yang lebih besar dan sudah mulai bisa bercerita. Berikut perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun:
- Menjawab pertanyaan "mengapa"
- Mencantumkan item yang termasuk dalam suatu kategori (seperti hewan atau kendaraan)
- Memahami konsep spasial yang lebih abstrak (seperti "di belakang" atau "di samping")
- Memahami pertanyaan yang rumit
- Menggunakan beberapa kata kerja bentuk lampau yang tidak teratur (seperti "berlari" atau "jatuh")
- Menggambarkan cara melakukan sesuatu (seperti melukis gambar)
- Ucapannya dapat dipahami, tetapi membuat kesalahan dalam mengucapkan kata-kata yang panjang, sulit, atau rumit (seperti "perpustakaan")
Bagaimana bisa tahu apakah anak memiliki masalah bahasa atau hanya "terlambat berkembang"?
Menurut Sara Laule, MD dari Mott Children's Hospital University of Michigan Health, mungkin sulit bagi orang tua untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan berkembang atau memiliki gangguan pendengaran, gangguan bahasa ekspresif, atau penyebab lain yang mendasari keterlambatan bicara.
"Seorang spesialis terlatih akan dapat membantu Anda menentukan apakah anak Anda mengalami keterlambatan bicara atau bahasa. Semakin cepat anak Anda mendapatkan bantuan, semakin besar kemajuannya," kata Laule dari laman Mott Children's Hospital University of Michigan Health.
"Jika ternyata mereka mengalami keterlambatan berkembang, perhatian ekstra terhadap kemampuan bicara mereka tidak akan merugikan sama sekali," ungkapnya.
Bagaimana orang tua dapat membantu perkembangan bicara anak?
Stimulasi perkembangan bicara anak dapat dilakukan sejak Si Kecil lahir. Bunda dan Ayah dapat melakukan stimulasi seperti sering mengajak ngobrol, bermain, dan membacakan buku agar kosakata anak terus bertambah. Berikut ini cara dapat mendorong perkembangan bicara bayi:
- Buatlah ekspresi wajah dan suara, serta bicarakan aktivitas sejak mereka lahir.
- Mainkan permainan interaktif seperti cilukba dan nyanyikan lagu anak-anak.
- Lihatlah buku bergambar sejak usia dini. Bunda tidak perlu membaca kata-katanya, cukup bicarakan apa yang dapat Bunda lihat.
- Bicaralah dengan perlahan dan jelas, serta gunakan kalimat yang pendek dan sederhana, jika anak sudah bisa berbicara, cobalah gunakan kalimat yang lebih panjang 1 atau 2 kata daripada kalimat yang mereka gunakan sendiri. Misalnya, jika bayi menggunakan kalimat 3 kata, bicaralah kepada mereka dalam kalimat 4 atau 5 kata.
- Biarkan anak memimpin percakapan dan bantu mereka mengembangkan pikirannya.
- Berikan anak banyak kesempatan untuk berbicara, dan pastikan Bunda memberi mereka cukup waktu untuk menjawab pertanyaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
11 Tanda Anak Cerdas Menurut Sains, Apakah Si Kecil Salah Satunya?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Perkembangan Sosial dan Kemandirian Anak Usia 2-3 Tahun, Perhatikan Bun!
7 Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan
5 Tahap Perkembangan Anak Sesuai Usia, Kenali Strategi Pengasuhannya
Beda Pertumbuhan Anak Perempuan x Anak Lelaki
TERPOPULER
Gaya Bunga Citra Lestari Dampingi Sang Putra Noah Tanding Basket di Hong Kong, Stylish Abis Bun
5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen
Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur
Bukan Nenek, Maia Estiany Ingin Dipanggil Ini oleh Anak Alyssa Daguise & Al Ghazali
Puasa 3 Hari Seminggu Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Kata Studi
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu Anak 6 Tahun untuk Kecerdasan Otak dan Pertumbuhannya
KinanREKOMENDASI PRODUK
Rekomendasi 5 Tumbler untuk Busui agar Selalu Terhidrasi, BPA Free & Harga di Bawah Rp300 Ribu
Indah RamadhaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Balm untuk Melembapkan Bibir Kering
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Maskara dengan Efek Memanjangkan Bulu Mata, Bikin Lentik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Susu Penambah Nafsu Makan Anak untuk Mengoptimalkan Berat Badan
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur
Gaya Bunga Citra Lestari Dampingi Sang Putra Noah Tanding Basket di Hong Kong, Stylish Abis Bun
5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen
Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur
Puasa 3 Hari Seminggu Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Kata Studi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dipisahkan Maut, 7 Potret Kesetiaan Richa Novisha hingga Nafas Terakhir Gary Iskak
-
Beautynesia
5 Benda di Rumah yang Bisa Menunjukkan Tanda Stres, Segera Cek!
-
Female Daily
Kahf DECODE, Bikin Grooming Cowok Lebih Mudah, Personal, dan Relevan!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Momen Romantis Dara Arafah dan Rehan Mubarak Ikat Janji Suci di Madinah
-
Mommies Daily
Attachment Style dalam Pernikahan, Tipe Manakah Kamu?