PARENTING
6 Ciri Orang Tua yang Anaknya Punya Keterampilan Sosial Bagus Menurut Pakar
Mutiara Putri | HaiBunda
Rabu, 26 Feb 2025 20:35 WIBKeterampilan sosial menjadi salah satu hal penting perlu dimiliki anak. Ternyata, Si Kecil yang memiliki keterampilan sosial baik dapat dilihat dari ciri-ciri orang tuanya.
Dilansir dari laman Kid Sense, keterampilan sosial adalah keterampilan yang digunakan sehari-hari untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi ini mencakup komunikasi verbal dan non-verbal seperti ucapan, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh.
Ketika anak memiliki keterampilan sosial yang kuat, mereka akan memahami aturan-aturan baik tertulis maupun tersirat dengan orang lain.
Keterampilan sosial sangat penting karena memungkinkan seorang anak untuk memiliki dan mempertahankan interaksi positif dengan orang lain. Banyak dari keterampilan ini yang digunakan dalam menjalin serta mempertahankan persahabatan.
Tidak hanya itu, anak yang bisa berkomunikasi dengan baik tentunya akan menangani emosi secara efektif dan membangun hubungan yang sehat. Mereka dapat mempelajari keterampilan ini dengan cara melihat langsung dari kedua orang tuanya.
Spesialis Kehidupan Anak Bersertifikat dan Konselor Profesional Klinis Berlisensi, Kelsey Mora, mengungkap ada beberapa ciri orang tua yang anaknya akan memiliki keterampilan sosial yang bagus.
Ciri orang tua yang anaknya memiliki keterampilan sosial baik
Berikut ciri-ciri orang tua yang anaknya memiliki keterampilan sosial baik berdasarkan pernyataan dari Kalsey seperti dikutip dari laman CNBC Make It:
1. Melakukan diskusi yang jujur dan sesuai perkembangan anak
Daripada melindungi anak-anaknya dari topik-topik sulit seperti penyakit, kematian, atau perubahan besar dalam hidup, para orang tua yang anaknya memiliki keterampilan sosial baik akan membangun hubungan saling percaya. Mereka akan berbicara dengan Si Kecil dan mendekati percakapan sulit dengan keterbukaan, kejujuran, serta kasih sayang.
"Mereka menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas serta mengundang pertanyaan, mengajari anak-anak bahwa tidak apa-apa membicarakan topik yang tidak nyaman dan mencari dukungan," katanya.
Orang tua yang menciptakan lingkungan rumah di mana anak-anak merasa aman untuk mengekspresikan pikiran dan emosinya akan membesarkan anak-anak yang mudah berkomunikasi dan membela diri.
2. Membantu anak menyebutkan dan memproses emosi yang besar
Orang tua yang memiliki anak dengan keterampilan sosial baik akan merasa nyaman menyebutkan dan menunjukkan emosi mereka sendiri di depan anak-anaknya. Hal ini termasuk kegembiraan dan keceriaan di masa-masa sulit.
"Ketika anak-anak merasa frustrasi, sedih, atau kewalahan, mereka tidak mengabaikan emosi ini atau mengatakan hal-hal seperti, 'Jangan menangis', 'Ini bukan masalah besar', atau 'Kamu baik-baik saja'. Sebaliknya, mereka akan memvalidasi pengalaman anak," kata Kelsey.
Kebiasaan ini akan mengajarkan anak-anak bahwa semua perasaan akan membantu mereka belajar dan mempraktikkan strategi mengatasi emosi. Selain itu, anak menjadi merasa aman dalam mengekspresikan diri.
3. Menumbuhkan empati dan pengamatan perspektif
Ketika konflik atau tantangan muncul, para orang tua tidak memaksakan permintaan maaf secara cepat. Sebaliknya, mereka akan membimbing anak-anak untuk mempertimbangkan perasaan orang lain dan mengajukan berbagai pertanyaan seperti berikut ini:
- "Menurutmu, bagaimana perasaan temanku tentang apa yang baru saja terjadi?"
- "Apakah adikmu tampak baik-baik saja saat ini?"
- "Menurutmu, apa yang bisa membantu mereka merasa lebih baik?"
Hal ini akan membantu anak-anak mengembangkan keterampilan mengambil perspektif, memberi mereka pemahaman yang lebih baik tentang apa yang berada dalam kendali mereka. Pada akhirnya, anak akan merasa lebih baik sehingga permintaan maaf lebih bermakna dan hubungannya semakin kuat.
4. Mendorong pemecahan masalah dan penetapan batasan
Daripada langsung mengambil tindakan untuk menyelesaikan konflik atau meredakan ketidaknyamanan, para orang tua justru memberdayakan anak-anak mereka untuk menghadapi tantangan sendiri.
Kelsey mengungkap alih-alih mendiktekan solusi, orang tua akan mempertanyakan hal-hal berikut ini:
- "Menurutmu, apa yang bisa kami coba untuk menjadikan ini lebih baik?"
- "Apakah kamu ingin beberapa ide? Atau kamu ingin mencoba sesuatu terlebih dahulu?"
Orang tua membantu anak-anak mengenali kapan mereka perlu menetapkan batasan. Hal ini juga akan mengajari mereka untuk mengungkapkan batasan dengan jelas dan penuh hormat.
"Dengan menggabungkan pemecahan masalah dan penetapan batasan, orang tua membantu anak-anak mereka mengembangkan kepercayaan diri untuk membela diri dan mengatasi tantangan sosial," ujar Kelsey.
5. Mempersiapkan dan membiarkan anak berlatih
Alih-alih mendorong anak-anak ke dalam interaksi baru dan berharap mereka akan memahaminya, orang tua akan menyiapkan anak-anak mereka untuk sukses dengan persiapan. Bunda dan Ayah akan mempersiapkan anak dan memberi mereka kesempatan untuk berlatih.
6. Gunakan permainan untuk belajar keterampilan sosial dan emosional
Bermain bukan hanya tentang bersenang-senang, Bunda. Orang tua akan membesarkan anak-anaknya secara sosial dan emosional melalui permainan.
Dengan bermain, anak akan belajar cara alami memproses emosi, mengatasi tantangan, dan membangun hubungan. Di sini, mereka juga akan mengatasi situasi maupun perasaan yang sulit.
Memprioritaskan waktu bermain yang tidak terstruktur agar anak-anak merasa terhubung dan membangun kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri mereka. Tidak hanya itu, momen menyenangkan ini juga membuat anak bersiap menghadapi pengalaman baru dan mengajarkan batasan, empati, serta komunikasi.
"Dengan menghargai permainan, orang tua membangun hubungan dan kepercayaan. Dan pada saat yang sama, membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Dan ini akan bermanfaat bagi mereka seumur hidup," ujar Kelsey.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
9 Ciri Remaja Kurang Kasih Sayang Orang Tua saat Kecil, Jangan Diabaikan Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Tasya Farasya Interview Meryl Streep dan Anne Hathaway
Berapa Kali Normalnya Suami Istri Berhubungan Intim?
Momen Ultah ke-4 Issa Anak Nikita Willy & Indra Priawan, Tiup Lilin Sederhana di Jepang
Dokter Bilang Janin Sudah Tak Bernyawa, Bunda Ini Bersikeras Masih Ada dan Berujung Keajaiban
Transformasi Vicky Shu yang Berhasil Diet, Tampil Langsing dan Lebih Fresh
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
7 Sofa Minimalis Harga di Bawah Rp2 Jutaan yang Nyaman & Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kotak Bekal Anak Stainless Steel Tahan Panas dan Anti Tumpah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Cardigan Wanita Kekinian, Stylish dan Cocok untuk Daily Look
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terpopuler: Potret Tasya Farasya Interview Meryl Streep dan Anne Hathaway
Kini Kuliah di Belanda, Eddy Maliq Meijer Anak Maudy Koesnaedi Dipuji Makin Ganteng
Momen Ultah ke-4 Issa Anak Nikita Willy & Indra Priawan, Tiup Lilin Sederhana di Jepang
Berapa Kali Normalnya Suami Istri Berhubungan Intim?
Cerita Bayi Baru Lahir Alami Patah Tulang Tengkorak & Perdarahan Otak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Bantah Lakukan Kekerasan Seksual, Anrez Adelio: Itu Mau Sama Mau
-
Beautynesia
Sukses Cetak Rating Tinggi, Drakor Beyond The Bar Akan Lanjut ke Musim Kedua
-
Female Daily
Deretan Produk Beauty Ikonis yang Jadi Favorit Bulan Ini
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Sosialita 'Ratu Ketamine' Dipenjara 15 Tahun, Sebabkan Aktor Friends Meninggal
-
Mommies Daily
Mental Load setelah Punya Anak, Ini Dampak pada Hubungan Pernikahan