PARENTING
Apa Itu Child Grooming? Ketahui Tanda-tanda Anak Mengalaminya
Mutiara Putri | HaiBunda
Selasa, 18 Mar 2025 21:00 WIBSebagai orang tua, Bunda perlu menjaga serta mengawasi anak-anak ketika mereka berselancar di internet. Jika tidak diawasi dengan baik, anak bisa saja menjadi korban child grooming.
Mengutip dari laman Kemenpppa.go.id, child grooming merupakan salah satu bentuk eksploitasi seksual anak secara online. Tahapan child grooming sendiri bermula saat oknum mencari anak yang rentan dan kemudian mengumpulkan informasi.
Setelah mendapatkan korban, oknum tersebut akan membangun komunikasi dengan anak. Setelah merasa nyaman, mereka akan membuat perjanjian dan anak pun mengalami perubahan perilaku.
"Ketika anak sudah merasa nyaman dengan oknum tersebut, mereka melakukan perjanjian dengan anak tersebut, sehingga anak menjadi tertutup dengan lingkungan sekitarnya, dan hanya berkomunikasi secara menyendiri dengan oknum tersebut (fase rahasia dan isolasi). Lalu, secara bertahap oknum meningkatkan komunikasinya ke arah seksual," ungkap Koordinator Advokasi dan Layanan Hukum ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography, and Trafficking Of Children For Sexual Purposes) Indonesia, Rio Hendra.
Tanda anak mengalami child grooming
Melansir dari laman Raising Children, ada beberapa tanda yang terlihat ketika anak mengalami child grooming. Berikut deretannya:
- Berbicara banyak tentang orang dewasa atau anak yang lebih besar
- Ingin menghabiskan banyak waktu bersama atau ingin bertemu orang dewasa sendirian
- Menjalin hubungan dengan orang yang jauh lebih tua
- Bolos sekolah atau melakukan aktivitas olahraga
- Menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman
- Menghabiskan banyak waktu sendirian di kamar
- Memiliki mainan, pakaian, atau perhiasan baru yang tidak ingin dibicarakan asalnya
- Tidak ingin membicarakan apa yang telah mereka lakukan
- Sering berbohong
- Berhenti bercerita tentang diri mereka
- Tidak lagi meminta nasihat dari Ayah atau Bunda
Siapapun dapat mengalami child grooming, Bunda. Kondisi ini pun tidak bergantung pada jenis kelamin anak.
Anak-anak yang mengalami pelecehan ini bisa saja berusia lebih besar, orang asing, bahkan anak yang berada di tempat ibadah, atau tempat umum lainnya.
Meski umumnya dilakukan secara online, child grooming juga bisa dilakukan secara tatap muka. Mereka mungkin akan menemukan cara untuk mengenal anak maupun keluarga anak. Oknum juga mungkin akan menawarkan anak untuk jalan-jalan, Bunda.
Jika dilakukan secara online, oknum mungkin akan menyamar sebagai selebriti atau anak-anak seusianya. Mereka akan menggunakan teks, pesan instan, obrolan online, dan sebagainya, untuk membangun hubungan dengan anak.
Tips agar anak terhindar dari child grooming
Rio memberikan berbagai tips agar anak terhindar dari child grooming ini. Hal pertama yang penting adalah anak diharapkan mampu mengatakan 'tidak' ketika mereka diminta atau diajak dalam situasi yang dapat diindikasikan sebagai grooming.
Tidak hanya itu, Rio juga menyarankan agar anak keluar dari grup atau lingkungan yang membuat mereka terjebak dalam situasi tersebut. Lalu, anak pun diharap bisa bercerita kepada orang yang mereka percayai.
"Diharapkan anak mampu menceritakan hal tersebut kepada orang yang mereka percayai ketika mereka atau temannya menghadapi situasi tersebut," ungkapnya.
Mengutip dari Instagram @dp3ap2kb.solo milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, jika tidak diatasi, child grooming ini bisa sangat berbahaya dan berdampak panjang. Mulai dari trauma psikologi, kerusakan kepercayaan, keterasingan sosial, hingga masalah kesehatan.
Demikian penjelasan tentang child grooming, Bunda. Semoga bisa memberikan manfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
9 Ciri Remaja Kurang Kasih Sayang Orang Tua saat Kecil, Jangan Diabaikan Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Kasih Sayang Berlimpah, Anak-anak Wanda Hamidah Akui Belajar dari Perpisahan Orang Tua
Jago Silat, 5 Potret Atreya Putri Cantik Audy Item & Iko Uwais
Gaya Helikopter dalam Berhubungan Intim: Cara Melakukan, Risiko & Hal yang Perlu Diperhatikan
Steffi Zamora dan Nino Fernandez Ungkap Alasan Pindah dari Jakarta dan Pilih Hidup di Bali
SPMB SD DKI Jakarta 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur
REKOMENDASI PRODUK
7 Proyektor Mini Terbaik untuk Nonton Bareng Keluarga di Bawah Rp1 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Bra Seamless Terbaik yang Nyaman Dipakai Seharian, Cocok juga untuk Busui
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kasur Busa Terbaik Anti Kempes yang Bikin Tidur Nyaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Benih Bibit Sayuran yang Cepat Tumbuh dan Panen di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sepatu Sekolah Warna Hitam Anak Laki-Laki & Perempuan
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kasih Sayang Berlimpah, Anak-anak Wanda Hamidah Akui Belajar dari Perpisahan Orang Tua
Jago Silat, 5 Potret Atreya Putri Cantik Audy Item & Iko Uwais
10 Arti di Balik Karyawan yang Diam Saat Meeting, Jangan Langsung Dianggap Tak Peduli
SPMB SD DKI Jakarta 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur
Gaya Helikopter dalam Berhubungan Intim: Cara Melakukan, Risiko & Hal yang Perlu Diperhatikan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan, Akui Rela Tahan ke Kamar Mandi Demi Putrinya
-
Beautynesia
3 Kalimat Orang Bermental Tangguh yang Diucap Berulang Setiap Hari
-
Female Daily
Treatment atau Skincare: Mana yang Lebih Efektif untuk Kulit Glowing dan Bebas Masalah?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Kecantikan Kim Go Eun Viral, Disebut Mirip Lukisan Wanita Khas Korea
-
Mommies Daily
7 Tempat Camping Keluarga yang Ramah Anak, dari Glamping hingga Camping