PARENTING
Bayi Berkeringat Berlebih saat Tidur, Apakah Berbahaya?
Kinan | HaiBunda
Jumat, 21 Mar 2025 17:00 WIBBayi berkeringat berlebih saat tidur sering kali membuat orang tua khawatir. Perlu diketahui bahwa kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab, termasuk suhu ruangan hingga kondisi medis tertentu.
Dikutip dari Baby Center, beberapa bayi berkeringat banyak selama bagian terdalam dari siklus tidur malam mereka atau saat fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Tak jarang akhirnya sampai tampak basah kuyup.
Bayi menghabiskan lebih banyak waktu dalam tahap tidur REM daripada orang dewasa atau anak-anak yang usianya lebih tua, sehingga mereka lebih mungkin berkeringat di malam hari.
Sebenarnya bayi juga tidak perlu tidur dengan pakaian terlalu tebal saat malam, Bunda. Kenakan pakaian yang membuatnya tetap merasa nyaman dan jaga suhu kamar mereka tetap sejuk secukupnya.
Apabila tetap ingin menggunakan bedong, usahakan untuk tidak terlalu ketat sehingga menyulitkan bayi untuk bernapas atau menggerakkan pinggulnya.
Penyebab bayi berkeringat berlebih saat tidur
Ada beberapa faktor penyebab bayi berkeringat berlebih saat tidur, termasuk seperti:
1. Kepanasan
Bayi, terutama yang baru lahir, memiliki sistem saraf yang belum berkembang sempurna. Oleh sebab itu, mereka belum dapat mengatur suhu tubuh sebaik orang dewasa.
Jika bayi tampak berkeringat, cobalah atur suhu kamarnya sedikit lebih sejuk atau lepaskan satu lapisan pakaiannya.
2. Menangis terlalu keras
Menangis bisa jadi 'pekerjaan berat' bagi bayi karena membutuhkan banyak energi. Saat bayi menangis keras atau sudah menangis lama, ia bisa berkeringat dan wajahnya memerah.
Jika ini penyebabnya, produksi keringat berlebih umumnya bersifat sementara dan akan hilang setelah bayi kembali tenang.
3. Demam
Si Kecil tampak berkeringat dan Bunda tidak melihat alasan mengapa ia kepanasan? Sebaiknya segera periksa suhu tubuhnya. Suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi dapat menandakan bahwa ia demam.
Segera konsultasi ke dokter jika bayi berusia di bawah 2 bulan mengalami demam.
4. Penyakit jantung bawaan
Kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, dapat menyebabkan bayi berkeringat berlebih. Kondisi seperti ini cukup langka dan bayi biasanya perlu skrining untuk kondisi jantung bawaan yang serius saat lahir.
Bayi yang memiliki penyakit jantung bawaan berkeringat hampir sepanjang waktu karena tubuhnya bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Selain berkeringat banyak, bayi yang memiliki penyakit jantung bawaan mungkin tampak memiliki warna kebiruan pada kulit dan bernapas cepat.
5. Tidur lelap
Dikutip dari laman Healthline, bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar waktu siang dan malamnya untuk tidur. Akan tetapi, mereka tidur dalam segmen pendek, biasanya hanya sekitar 3 atau 4 jam dalam satu waktu.
Namun selama waktu-waktu ini, mereka akan menjalani siklus tidur yang berbeda, termasuk tidur yang sangat lelap.
Dalam tidur lelap, beberapa bayi mungkin berkeringat berlebihan dan bangun dengan tubuh basah karena keringat. Hal ini sebenarnya cukup umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
6. Apnea tidur pada bayi
Apnea tidur adalah kondisi di mana seseorang berhenti napas selama 20 detik atau lebih saat tidur. Meski kasusnya jarang, tetapi bukan berarti tidak mungkin terjadi, terutama pada bayi prematur di bulan-bulan awal setelah lahir.
Jika Bunda merasa Si Kecil pernah mengalami sleep apnea, segera konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Mendengkur
- Napas terengah-engah
- Mulut terbuka saat tidur
7. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi yang menyebabkan keringat berlebih, bahkan saat suhu dingin. Hiperhidrosis lokal dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan, ketiak, atau kaki. Bisa juga pada beberapa area ini sekaligus.
Ada juga bentuk hiperhidrosis, yang disebut general hyperhidrosis, yang dapat memengaruhi area tubuh lebih luas. Kondisi ini jarang terjadi tetapi tidak serius.
Perawatan untuk bayi yang berkeringat
Saat Bunda menyadari Si Kecil banyak berkeringat, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu apakah ada yang dapat dilakukan untuk menyesuaikan lingkungan sekitarnya agar ia nyaman.
Namun, apabila setelah dilakukan perubahan lingkungan kondisi produksi keringat bayi tetap berlebihan, Bunda mungkin perlu segera konsultasi ke dokter. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan seperti dikutip berbagai sumber:
1. Temukan dan atasi masalahnya
Jika bayi menangis keras dan berkeringat, luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang mereka butuhkan dan bantu mereka. Setelah itu, lihat apakah keringatnya berhenti.
Meskipun penyebab tangisan bisa jadi karena bayi kepanasan, mungkin ada alasan lain. Misalnya karena lapar, perlu mengganti popok, atau hanya ingin digendong.
2. Atur suhu ruangan
Pastikan suhu di kamar bayi tetap berada di antara sejuk dan hangat, tetapi tidak panas. Suhu lingkungan tidur bayi sebaiknya berada di rata-rata 22°C.
Apabila Bunda tidak yakin dengan suhu kamar, tanyakan pada diri sendiri apakah terasa gerah? Jika ya, kemungkinan besar bayi juga merasa kepanasan.
3. Sesuaikan ketebalan pakaiannya
Pakaikan bayi dengan pakaian yang ringan dan menyerap keringat. Lepaskan beberapa lapis pakaian jika perlu. Tahan keinginan untuk menyelimuti Si Kecil kecuali jika cuaca sangat dingin.
Sebenarnya kondisi ini adalah hal yang normal, dalam kebanyakan kasus tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Penyesuaian sederhana, seperti menurunkan suhu kamar atau mengenakan lebih sedikit lapisan pakaian, sudah cukup membuat bayi lebih nyaman.
Seiring bayi tumbuh dan lebih mampu mengatur suhu tubuhnya, hal ini biasanya akan lebih jarang terjadi. Tapi jika bayi mengalami hiperhidrosis dan terus menjadi masalah seiring bertambahnya usia, pemeriksaan ke dokter akan diperlukan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Apa yang Harus Bunda Lakukan Jika Anak Merengek Buka Puasa Sebelum Maghrib?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir, Kejang hingga Diare
Bolehkah Bayi 3 Bulan Minum Air Putih?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
TERPOPULER
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Apa Itu Tedak Siten? Tradisi Budaya yang Dijalani Arash Anak Thariq Halilintar
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?