HaiBunda

PARENTING

Anak Usia 3 Tahun Sudah Masuk Sekolah? Ini Kata Psikolog

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Jumat, 09 May 2025 20:20 WIB
Ilustrasi Anak Usia 3 Tahun Sekolah/Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb
Jakarta -

Perkembangan dunia pendidikan membuat tidak sedikit orang tua memilih untuk menyekolahkan anak sejak usia tiga tahun. Namun, bagaimana pendapat psikolog akan hal ini, ya?

Biasanya, anak dengan usia tiga tahun akan dimasukkan ke dalam KB atau Kelompok bermain. Setelah setahun atau sekitar berusia empat tahun, anak akan dinaik ke tingkat pendidikan selanjutnya, yakni TK atau Taman Kanak-kanak.

Secara teori, usia tiga tahun merupakan fase yang penting dalam tumbuh kembang anak-anak. Di masa ini, perkembangan bahasa, motorik, serta sosialisasinya akan mengalami peningkatan yang pesat.


Meski begitu, perlukah menyekolahkan anak sejak usianya tiga tahun? Bagaimana pendapat psikolog?

Kata psikolog soal sekolahkan anak di usia 3 tahun

Menurut Psikolog Klinis di RSJ Menur Surabaya, Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog, pemahaman sekolah dini harus dilihat dari segi kontekstual. Artinya, sekolah yang dimaksudkan adalah saat anak duduk dan belajar satu materi.

Sementara itu, konsep sekolah dini untuk anak usia tiga tahun ini berbeda dengan sekolah formal. Sekolah untuk anak usia tiga tahun dikenal sebagai sekolah preschool di mana anak berkumpul di satu tempat untuk anak seumurannya yang terkadang didampingi orang tuanya.

Psikolog Danang menyebutkan bahwa sekolah dini untuk anak usia tiga tahun ini bukanlah sesuatu yang diwajibkan. Bukan tanpa alasan, hal tersebut karena di usia ini yang terpenting bagi anak adalah mengenal sang Bunda.

"Sekolah dini untuk anak usia 3 tahun bukanlah sesuatu yang wajib atau urgent, Bunda. Sebab, di usia ini, yang paling penting adalah anak dapat mengenal dengan baik ibunya," ujarnya kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, bukan berarti sekolah dini ini tidak penting ya, Bunda. Mendaftarkan anak ke sekolah dini bisa mengajarkan anak konsep sosialisasi atau interaksi dengan teman seumuran, termasuk belajar tentang kepemilikan barang dan meniru kemampuan anak lain.

Anak usia tiga tahun pun belum perlu diajarkan cara membaca dan menulis. Hal ini karena perkembangan kognitifnya belum mencapai ke tahap tersebut.

"Idealnya, anak baru bisa diajarkan membaca dan menulis di usia 6 tahun," tutur Danang.

Kemampuan dasar sebelum anak masuk sekolah dini

Ilustrasi anak sekolah/Foto: Getty Images/wombatzaa

Sebelum memasukkan anak ke sekolah dini, ada beberapa kemampuan dasar yang perlu dimiliki anak, Bunda. Berikut ini deretannya melansir dari berbagai sumber:

1. Kemandirian dasar

Dikutip dari laman WebMD, salah satu kemampuan yang perlu dikuasai anak sebelum masuk sekolah usia dini adalah memiliki kemandirian dasar. Jika nantinya anak harus membawa bekal dari rumah, pastikan anak mampu membuka dan menutup kotak bekal beserta barang-barang di dalamnya.

Persiapan kemandirian dasar berikutnya adalah bisa membuka risleting jaket, membuka dan menutup tas, serta mengeluarkan perlengkapan sekolah jika diperlukan.

2. Toilet training

Sebelum masuk sekolah, akan jauh lebih baik jika Si Kecil sudah lulus toilet training ya, Bunda. Kemampuan ini membuat anak bisa mengungkapkan kapan mereka harus buang air di toilet.

Tidak hanya itu, pastikan persiapan toilet training sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari agar anak terbiasa saat nantinya masuk sekolah. Lakukan dengan sabar tanpa menimbulkan trauma.

3. Mampu bekerja sama

Menilik dari laman Verywell Family, salah satu kemampuan yang penting dimiliki anak sebelum masuk sekolah dini adalah keterampilan sosial yang mendasar. Misalnya saja anak baik dalam berinteraksi dan mengungkapkan kebutuhan, keinginan, serta perasaannya.

Tidak hanya itu, bentuk keterampilan sosial ini juga termasuk bekerja sama ya, Bunda. Anak akan belajar bahwa bekerja sama dalam kelompok memberikan mereka kesempatan untuk mengungkapkan ide dan mendengarkan ide orang lain.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Simak 7 Faktor Pembentuk Kepribadian Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Apakah THR Wajib Dizakati? Ini Hukumnya dalam Islam

Mom's Life Natasha Ardiah

Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal

Mom's Life Amira Salsabila

Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam

Mom's Life Annisa Karnesyia

Resep Bomdong Bibimbap, Makanan Viral Baru yang Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie

Mom's Life Amira Salsabila

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Apakah THR Wajib Dizakati? Ini Hukumnya dalam Islam

Mengenal Gerakan Antivax, dari Sejarah hingga Dampaknya pada Kasus Campak

Resep Bomdong Bibimbap, Makanan Viral Baru yang Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie

Cerita Remaja yang Hanya Bisa Makan Makanan Serba Kuning dan Kering

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK