PARENTING
Gaya Parenting Otoritatif vs Otoriter untuk Anak, Apa Perbedaannya?
Kinan | HaiBunda
Kamis, 29 May 2025 20:20 WIBUntuk mengasuh Si Kecil, saat ini ada banyak jenis gaya parenting yang dapat diterapkan. Termasuk di antaranya gaya parenting otoritatif dan otoriter. Apa perbedaan antara kedua pola asuh ini?
Hal ini perlu diketahui sebab tanpa disadari, gaya pengasuhan dalam jangka panjang bisa memengaruhi kepercayaan diri dan kemandirian anak kelak.
Jangan sampai kesalahan dalam pengasuhan, nantinya membentuk karakter anak ke arah negatif ya, Bunda.
Gaya parenting otoritatif
Dikutip dari Psych Central, gaya parenting otoritatif merupakan filosofi pengasuhan yang dikembangkan pada tahun 1960-an oleh psikolog tumbuh kembang bernama Diana Baumrind.
"Orang tua yang menggunakan gaya otoritatif mempunyai ekspektasi tertentu terhadap anak, tetapi mereka menggunakan rasa hormat untuk mendorong perilaku yang baik," ungkap konselor kesehatan mental di Amerika Serikat, Jaclyn Gulotta.
Biasanya orang tua yang menerapkan pengasuhan otoritatif akan menetapkan batasan dan aturan yang jelas untuk anak. Di waktu yang bersamaan, mereka tetap berupaya memberi sumber daya dan dukungan yang dibutuhkan untuk memenuhi harapan tersebut.
Tak hanya menetapkan batasan, orang tua juga memberikan ruang untuk percakapan dan kompromi dalam berkomunikasi dengan anak.
Ciri-ciri orang tua otoritatif
Dikutip dari Very Well Mind, ciri-ciri orang tua dengan gaya pengasuhan otoritatif ditunjukkan dalam karakteristik seperti:
- Menerapkan disiplin yang adil dan konsisten ketika peraturan dilanggar
- Memberi kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapat
- Mendorong anak untuk mendiskusikan pilihan-pilihan
- Mengekspresikan kehangatan dan pengasuhan positif
- Menumbuhkan kemandirian dan penalaran
- Mau mendengarkan anak sepenuhnya
- Memberikan batasan, konsekuensi, dan harapan terhadap perilaku anak
Meskipun ekspektasi orang tua dengan pola asuh ini bisa saja tinggi, mereka juga mampu menyesuaikan bergantung pada situasi, kebutuhan anak, dan faktor lain.
Gaya parenting otoriter
Sementara itu, ada pola asuh lain yang memiliki nama serupa seperti otoritatif yakni otoriter.
Dikutip dari Parenting First Cry, pola asuh otoriter adalah gaya pengasuhan di mana salah satu atau kedua orang tua selalu mengawasi aktivitas anak atau mempertahankan kendali atas kehidupan mereka.
Orang tua sangat menekankan disiplin dan kepatuhan ketat terhadap aturan dan regulasi. Bahkan tampak seperti tidak peduli dengan kebutuhan anak.
Ciri-ciri orang tua otoriter
Tanpa disadari, ada beberapa ciri-ciri orang tua otoriter yang mungkin bisa melukai perasaan dan pembentukan karakter anak. Di antaranya seperti:
- Membuat aturan secara sepihak, tanpa peduli kebutuhan anak
- Memberi hukuman dan mengendalikan perilaku anak
- Kurangnya empati
- Menuntut anak untuk selalu memenuhi keinginan orang tua
- Tidak ada privasi
- Memberi target yang tidak realistis
Gaya parenting otoritatif vs otoriter untuk anak
Pengasuhan otoritatif menggabungkan empati dan batasan yang jelas. Dengan kata lain, ada ekspektasi yang tinggi, tetapi juga disertai dengan dukungan yang cukup bagi anak untuk mencapai ekspektasi tersebut.
Sebagai contoh, jika orang tua meminta anak membersihkan kamar namun mereka gagal melakukannya, respons yang diberikan bukan berupa hukuman.
Sebaliknya, orang tua mengajak anak berdiskusi tentang mengapa penting untuk merapikan kamar, mengakui dan memvalidasi perasaan anak jika mereka merasa kesulitan atau terbebani, tetapi pada akhirnya tetap menuntut anak untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Jenis pengasuhan seperti ini memang membutuhkan lebih banyak kesabaran dalam jangka pendek, tetapi efek jangka panjangnya sangat positif.
"Penelitian menunjukkan bahwa ini adalah gaya pengasuhan yang justru menghasilkan anak-anak dan orang dewasa yang lebih kompeten, memiliki regulasi emosi yang baik, serta lebih mampu menghadapi stres atau tekanan hidup," ujar Dokter Spesialis Anak, Mona Amin, seperti dikutip dari CNBC Make It.
Sebaliknya, gaya pengasuhan otoriter digambarkan sebagai pendekatan yang kaku. Orang tua memberikan kontrol terlampau tinggi, tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan kondisi anak.
"Tidak ada banyak diskusi yang terjadi. Tidak ada banyak kerja sama. Bayangkan saja tipe orang tua yang berkata, 'Lakukan karena Ayah/Bunda menyuruh begitu'," ujar Amin.
Orang tua dengan pola asuh otoriter tidak mengomunikasikan batasan dengan jelas kepada anak. Sebaliknya, mereka langsung memberikan hukuman ketika anak berperilaku tidak sesuai dengan yang mereka inginkan.
Pada intinya, anak-anak cenderung merasa lebih aman dengan orang tua yang otoritatif. Bukan hanya karena ada lebih banyak empati, tetapi juga karena aturan disampaikan dengan lebih jelas dan terstruktur.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Ini Waktu yang Tepat Kenalkan Anak pada Kesehatan Reproduksi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Betah Main Gadget Bisa Kurangi Stres Bunda? Ini Faktanya
Gaya Parenting Organic Perkuat Bonding Anak dengan Orang Tua
Cara Bijak Menyikapi Beda Gaya Parenting Bunda dengan Mertua
Penjelasan Ilmiah Kenapa Gaya Asuh Ayah dan Bunda Berbeda
TERPOPULER
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2026: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Malam Nisfu Syaban 2026: Arti, Waktu, Keutamaan, Hadits, hingga Amalannya
5 Potret Anak Artis Penghafal Al-Qur'an, Terbaru Putra Alyssa Soebandono Selesaikan 4 Juz
Quiet Leadership, Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tempat Kerja
Cerita Andhara Early Lakukan Terapi Pengobatan Luka Batin Pasca Cerai
REKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
Hampir Setahun Kematian Barbie Hsu, DJ Koo Menolak Terima Warisan Mendiang Istri
5 Potret Anak Artis Penghafal Al-Qur'an, Terbaru Putra Alyssa Soebandono Selesaikan 4 Juz
Quiet Leadership, Gaya Kepemimpinan yang Dibutuhkan di Tempat Kerja
Ngidam Unik Zaskia Sungkar di Kehamilan Kedua, Ajak Fajar Sadboy Fashion Show
Cerita Andhara Early Lakukan Terapi Pengobatan Luka Batin Pasca Cerai
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Adik Denada Minta Ressa Ressano Tak Singgung soal Sikap Emilia Contessa
-
Beautynesia
Bukan Membuang Waktu, Ini 3 Dampak Positif Melamun yang Perlu Diketahui
-
Female Daily
Mau Mencoba Diet Vegan? Ini 3 Manfaat yang Wajib Diketahui!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Rose BLACKPINK Cetak Sejarah di Grammy 2026, Ini Gayanya Pakai Gaun Maximalist
-
Mommies Daily
20 Jenis Tukang yang Wajib Dikenal Bapak-Bapak untuk Urusan Sehari-hari