PARENTING
6 Kalimat Ini Sering Digunakan Anak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 20 Aug 2025 09:10 WIBKita setuju kecerdasan akademis (IQ) itu penting, namun membesarkan anak yang cerdas secara emosional merupakan salah satu tugas terpenting yang dapat dilakukan orang tua. Kecerdasan emosional atau EQ adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menafsirkan, mengekspresikan, dan mengelola emosinya sendiri.
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional mampu menavigasi hubungan interpersonal dengan kesadaran, empati, dan apresiasi terhadap pengalaman emosional orang lain. Mengutip Parents, ini merupakan seperangkat keterampilan penting yang berkembang seiring waktu, dan orang tua dapat membantu anak-anak mempelajarinya di segala usia.
EQ memungkinkan anak mengembangkan empati, mengatur emosi, dan mengembangkan keterampilan sosial yang akan membantu mereka menjalani hidup, Bunda.
Selama beberapa dekade terakhir, penelitian telah menemukan bahwa kecerdasan emosional memberikan berbagai manfaat yang akan bermanfaat bagi anak sepanjang hidup mereka. Memiliki EQ yang rendah dapat menimbulkan tantangan di kemudian hari. Berikut manfaat memiliki EQ atau kecerdasan emosional yang tinggi:
EQ yang tinggi berkaitan dengan IQ yang tinggi. Beberapa orang yang telah diidentifikasi sebagai berbakat cenderung mendapatkan skor lebih tinggi dalam evaluasi kecerdasan emosional. Penelitian ini beragam karena kemampuan kognitif, lingkungan sosial, dan perbedaan individu juga berperan.
Hubungan yang lebih baik. Keterampilan kecerdasan emosional membantu anak-anak mengelola konflik dan memperkuat kemampuan mereka untuk mengembangkan persahabatan yang lebih erat. Orang dewasa dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi juga melaporkan hubungan yang lebih baik dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.
EQ anak berkaitan dengan kesuksesan yang lebih tinggi di masa dewasa. Sebuah studi selama 19 tahun yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health menemukan bahwa keterampilan sosial dan emosional anak di taman kanak-kanak dapat memprediksi kesuksesan seumur hidup.
Kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian telah menemukan bahwa memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi tampaknya menawarkan perlindungan terhadap gangguan mental seperti depresi.
Dilansir CNBC, Spesialis Kehidupan Anak Bersertifikat dan Konselor Profesional Klinis Berlisensi, Kelsey Mora, mengamati anak-anak dengan berbagai tingkat kecerdasan emosional yang berbeda.
Menurut Mora, anak yang menggunakan strategi dan keterampilan untuk mengelola, menoleransi, dan mengurangi stres ketika muncul cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka pandai mengidentifikasi perasaan mereka dan menggunakan strategi positif untuk mengelola emosi mereka.
6 Ucapan anak dengan kecerdasan emosional tinggi
Enam hal ini mungkin orang tua dengar dari anak-anak dengan kecerdasan emosional tinggi:
1. ‘Apakah kamu baik-baik saja?’
Anak-anak yang cerdas secara emosional juga dapat mengenali emosi orang lain. Mereka memahami bahwa baik orang dewasa maupun anak-anak dapat memiliki perasaan yang mendalam selama masa-masa sulit, dan bahwa setiap orang menghadapinya dengan cara yang berbeda, Bunda.
Anak-anak yang tinggi EQ-nya mungkin menjadi orang pertama yang menyadari bahwa ketika teman mereka sedang kesal, mereka mungkin membutuhkan ruang atau pelukan, dan keduanya tidak masalah.
Empati terhadap orang lain datang secara alami bagi mereka dan mereka menunjukkan rasa nyaman dan tenang dengan mendengarkan perspektif orang lain, menghargai kebutuhan mereka, dan bekerja sama. Mereka memahami bahwa meskipun orang tua mereka sedang emosional, mereka tetap dapat dicintai, diperhatikan, dan merasa aman.
2. ‘Tidak apa-apa untuk bersedih’
Anak-anak dengan kecerdasan emosional yang tinggi kemungkinan besar memiliki orang dewasa yang terpercaya yang telah mengajari mereka bahwa menangis itu wajar dan bahwa semua perasaan itu wajar.
Mereka tahu bahwa wajar untuk merasa sedih, marah, frustrasi, atau khawatir dalam menanggapi situasi sulit. Dengan cara yang sama, mereka telah belajar bahwa tidak apa-apa untuk memiliki momen-momen bahagia, gembira, atau ceria bahkan selama masa-masa sulit.
3. ‘Aku punya ide’
Kepercayaan diri dan kreativitas dalam memecahkan masalah merupakan tanda kecerdasan emosional tinggi. Anak-anak yang menghadapi situasi sulit telah belajar bekerja sama dengan teman sebaya dan orang dewasa terpercaya untuk menemukan solusi atau langkah ke depan yang masuk akal.
Mereka merasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat, ide, dan kualitas mereka, sambil juga mendengarkan dan belajar dari orang lain. Ketika anak-anak menghadapi rintangan dan konsekuensi di lingkungan yang aman, mereka dapat mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan dan fleksibilitas sekaligus menumbuhkan kesadaran emosional dan harga diri, Bunda.
4. ‘Aku membuat kesalahan’
Kalimat ini menunjukkan bahwa seorang anak introspektif dan bebas dari rasa malu. Alih-alih takut membuat atau mengakui kesalahan, mereka mampu membicarakannya dan memecahkan masalah untuk memperbaiki situasi atau keadaan.
Mereka juga menyadari apa yang bisa mereka lakukan dengan lebih baik atau berbeda karena mereka tahu bahwa kesalahan adalah cara kita tumbuh, belajar, dan berkembang melalui tantangan.
5. ‘Aku butuh ruang’
Anak-anak dengan kemampuan koping yang sehat dapat mengenali dan mengelola emosi mereka. Mereka tahu tanda-tanda peringatannya seperti pikiran yang cepat, detak jantung yang cepat, otot yang tegang, atau rasa sesak di perut dan merasa nyaman meminta apa yang mereka butuhkan. Mereka mungkin menuju ke kamar mereka untuk memberi diri mereka waktu dan ruang.
6. ‘Aku tidak suka…’
Anak-anak yang paham batasan tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka dapat mengomunikasikan kebutuhan, keinginan, dan perasaan mereka secara efektif sambil tetap peka terhadap orang lain.
Mereka mungkin berkata, “Aku tidak suka kalau kamu menggunakan barang-barangku tanpa izin,” atau, “Aku tidak suka tidak tahu apa yang akan terjadi.”
Strategi untuk orang tua
Ada banyak kesempatan setiap hari untuk membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan emosional. Berikut adalah beberapa contoh strategi yang dapat digunakan untuk membantu anak meningkatkan kecerdasan emosionalnya.
1. Teladankan kesadaran emosional. Akui emosi dan ungkapkan secara verbal sepanjang hari. Ini membantu anak-anak memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan dan perasaan tersebut berubah sepanjang hari.
2. Ajarkan kosakata emosional. Memperluas kosakata emosional anak membantu mereka mengartikulasikan perasaan mereka dengan lebih tepat. Ini mengurangi frustrasi dan meningkatkan komunikasi.
3. Dorong empati. Mengajari anak-anak untuk mempertimbangkan perspektif orang lain menumbuhkan empati. Membahas emosi tokoh dalam cerita atau situasi kehidupan nyata membantu anak-anak memahami dan berhubungan dengan perasaan orang lain. Misalnya, setelah bermain bersama atau aktivitas kelompok, tanyakan kepada anak bagaimana perasaan teman-temannya selama interaksi tersebut.
4. Latih mendengarkan secara aktif. Tunjukkan kepada anak pentingnya mendengarkan dengan memberikan perhatian penuh selama percakapan. Ini memvalidasi perasaan mereka dan mendorong komunikasi yang terbuka.
5. Bermain peran. Bermain peran dalam berbagai skenario memungkinkan anak-anak melatih respons emosional dan pemecahan masalah. Hal ini membangun kepercayaan diri dalam menghadapi situasi kehidupan nyata.
Demikian beberapa ucapan dan sikap anak dengan kecerdasan emosional tinggi. Anak cenderung lebih berempati dan mau mendengarkan teman-temannya. Simak juga beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengasah kecerdasan emosional anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Bermain di Luar Rumah Bisa Cegah Rabun Jauh pada Anak, Bun! Ini Penjelasannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional pada Anak Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu
Kecerdasan Emosional Buat Anak Lebih Bahagia? Simak Cara Melatihnya Menurut Pakar
Bunda, Ajarkan 5 Hal Ini pada Anak untuk Mencapai Kecerdasan Emosional
Penting! Begini Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bun
TERPOPULER
Potret Dapur Sederhana di Rumah Cinta Laura saat Masak Rawon untuk Sahur
5 Potret Kiyoji Anak Ketiga Jennifer Bachdim, Wajah Bule & Matanya Indah
10 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga, Indonesia Termasuk?
10 Jurusan Kuliah dengan Gaji Lulusan Paling Rendah, Meski Sudah 5 Tahun Bekerja
Berawal dari Ngidam saat Hamil, Pengusaha Ini Ciptakan Cokelat Viral hingga Mendunia
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pelembap Wajah untuk Kulit Kering, Harga Sekitar Rp100 Ribuan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Dapur Sederhana di Rumah Cinta Laura saat Masak Rawon untuk Sahur
7 Film Hollywood Seru untuk Ditonton saat Sahur, Tayang di BLOCKBUSTER SAHUR MOVIES TRANS TV
5 Potret Kiyoji Anak Ketiga Jennifer Bachdim, Wajah Bule & Matanya Indah
Beranda x Samsung Indonesia: Main dan Belajar Paling ManTAB Bersama Kenkulus
10 Jurusan Kuliah dengan Gaji Lulusan Paling Rendah, Meski Sudah 5 Tahun Bekerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Davika Buka-bukaan soal Kondisi Rumah Tangga dengan Ter Chantavit
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Paling Mudah Tidur Tanpa Harus Overthinking
-
Female Daily
Rahasia Tampil Stylish di Lebaran: 4 Aksesori Lokal yang Wajib Kamu Intip
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Yerin Ha 7 Jam Syuting Adegan Panas 'Bridgerton 4', Dampaknya Tak Terduga
-
Mommies Daily
10 Pelajaran Penting yang Didapat Anak saat Puasa Ramadan, Bukan Sekadar Menahan Lapar