HaiBunda

PARENTING

Peran Ayah dan Bunda: Siapa yang Lebih Berpengaruh pada Prestasi dan Kecerdasan Anak?

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 30 Aug 2025 18:30 WIB
Ilustrasi Keluarga/Foto: Getty Images/Tran Van Quyet
Jakarta -

Prestasi dan kecerdasan anak selalu jadi topik menarik untuk dibahas. Banyak yang bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang paling berperan dalam membentuknya, Ayah atau Bunda?

Tumbuh kembang Si Kecil tentu tidak lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Namun, pengaruh yang diberikan masing-masing orang tua sering kali berbeda bentuknya.

Ada yang bilang peran Ayah lebih dominan karena dianggap panutan utama. Sementara itu, ada pula yang menekankan pentingnya peran Bunda dalam memberikan dukungan emosional dan kedekatan.


Perdebatan ini pun menuai banyak tanda tanya bagi orang tua. Nah, sebenarnya, siapa yang lebih berpengaruh pada prestasi dan kecerdasan anak?

Ayah memiliki peran spesial dalam pendidikan anak

Dilansir The Guardian, bahwa anak yang sering diajak membaca, bernyanyi, atau bermain bersama Ayah ternyata mengalami peningkatan yang kecil namun nyata dalam pencapaian di sekolah dasarnya. 

Peneliti dari University of Leeds menekankan, bahwa keterlibatan Ayah memiliki pengaruh unik dan penting dalam perkembangan akademik anak. Hal ini menegaskan bahwa peran Ayah tidak bisa digantikan begitu saja oleh pihak lain.

Kehadiran aktif Ayah sebelum anak masuk sekolah dasar terbukti memberi keuntungan pendidikan sejak tahun pertama. Interaksi sederhana dapat membangun fondasi belajar yang lebih kuat bagi anak.

Lebih jauh lagi, keterlibatan Ayah saat anak berusia lima tahun berhubungan dengan pencapaian lebih tinggi di usia tujuh tahun. Dampaknya bahkan lebih terlihat pada pelajaran matematika yang sering kali dianggap sulit.

Peran Ayah dan Bunda dalam tumbuh kembang anak

Sebuah studi yang didanai oleh Economic and Social Research Council menemukan perbedaan unik antara pengaruh Bunda dan Ayah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa Ayah berperan besar dalam pencapaian pendidikan anak, sementara Bunda lebih dominan memengaruhi perilaku emosional serta sosial anak.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya keterlibatan Ayah dalam keseharian anak. Dengan meluangkan waktu untuk bermain dan belajar bersama, anak mendapatkan dukungan lebih dalam perkembangan akademisnya.

Bahkan, aktivitas sederhana selama 10 menit setiap hari sudah mampu memberikan dampak positif pada anak. Peneliti pun menyimpulkan, bahwa rutinitas kecil yang konsisten dapat memperkaya kognitif dan bahasa anak secara signifikan.

Sekolah dan Ayah perlu lebih dekat dengan anak, ini kata peneliti

Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah juga melibatkan Ayah dalam pendidikan anak sejak dini. Bahkan, dicatat bahwa Ofsted sebagai lembaga pengawas sekolah perlu mempertimbangkan keterlibatan ayah dalam proses inspeksi.

Seorang profesor di Leeds University Business School, Centre for Employment Relations, Innovation and Change (CERIC), dr. Helen Norman menegaskan pentingnya peran Ayah dalam pengasuhan. Ia mengatakan, jika Ayah aktif terlibat, maka peluang anak meraih nilai lebih baik di sekolah dasar meningkat secara signifikan.

"Bunda masih cenderung mengambil peran utama pengasuhan dan karena itu melakukan sebagian besar pengasuhan anak, tetapi jika Ayah juga aktif terlibat, hal itu secara signifikan meningkatkan kemungkinan anak mendapatkan nilai lebih baik di sekolah dasar. Inilah mengapa mendorong dan mendukung Ayah untuk berbagi peran pengasuhan dengan Bunda sejak awal kehidupan anak sangatlah penting," ujar dr. Helen Norman, dilansir dari The Guardian

Peran ayah ternyata lebih membentuk prestasi dan kecerdasan anak

Keterlibatan Ayah ternyata memberi dampak positif pada pencapaian anak di sekolah, tanpa memandang jenis kelamin, etnis, usia dalam tahun ajaran, maupun pendapatan keluarga.

Namun, studi ini juga menegaskan bahwa kemiskinan sejak dini bisa memberi dampak besar pada perkembangan anak. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan prestasi pendidikan secara signifikan.

"Ini adalah penelitian kuat yang menunjukkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam perkembangan anak. Menariknya, keterlibatan ayah terkait pencapaian pendidikan, sedangkan keterlibatan ibu lebih erat dengan kesejahteraan, kesehatan mental, dan keterampilan sosial anak," ucap seorang profesor psikologi anak di Exeter Medical School, Helen Dodd.

"Hal ini mungkin mencerminkan perbedaan cara Bunda dan Ayah bermain serta berinteraksi dengan anak. Ini menegaskan pentingnya peran ayah, sekaligus bahwa anak tetap mendapat manfaat saat orang tua terlibat dalam bermain dan aktivitas kreatif," tambahnya.

Jadi, baik Ayah maupun Bunda tetap memiliki peran penting dalam membentuk prestasi dan kecerdasan anak. Namun, penelitian menunjukkan, bahwa keterlibatan Ayah kerap memberikan pengaruh yang lebih besar.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mengenal Glider Parenting, Pola Asuh Seimbang yang Viral di Media Sosial

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Cinta Chef Arnold dan Istri, Banjir Ungkapan 'I Miss U' sejak Kenal

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Oki Setiana Dewi Alami Gangguan Bicara tapi Bersyukur Bisa Hafal Alfatihah di Usia 5 Th

Parenting Amira Salsabila

5 Anak Artis yang Kini Sudah Gadis, Intip Potretnya Tak Kalah Cantik dari Sang Bunda

Mom's Life Amira Salsabila

234 Nama India Aesthetic untuk Anak Laki-laki dan Artinya yang Islami dan Manis Maknanya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

6 Layanan Hotline untuk Korban Kekerasan Demonstrasi Agustus 2025, Disave ya Bun

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mantan Pelayan Kerajaan Ungkap Sisi Lain Pangeran Harry yang Jarang Terungkap, Ternyata...

7 Resep Jamu setelah Melahirkan Caesar hingga Pervaginam

Kisah Cinta Chef Arnold dan Istri, Banjir Ungkapan 'I Miss U' sejak Kenal

234 Nama India Aesthetic untuk Anak Laki-laki dan Artinya yang Islami dan Manis Maknanya

Anak Oki Setiana Dewi Alami Gangguan Bicara tapi Bersyukur Bisa Hafal Alfatihah di Usia 5 Th

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK