HaiBunda

PARENTING

Sarapan Bergizi Lengkap: Kebiasaan Kecil, Dampak Besar untuk Pencernaan Anak

ZAHARA ARRAHMA   |   HaiBunda

Jumat, 29 Aug 2025 17:23 WIB
Manfaat sarapan yang bergisi untuk anak/ Foto: Getty Images/Patamaporn Umnahanant

Sarapan bergizi lengkap adalah starter anak untuk menghadapi hari agar bertenaga dan semangat penuh. Lebih dari sekadar mengisi perut, kebiasaan sarapan bergizi juga bekerja menjaga sistem pencernaan mereka.

Menu sarapan simple yang kaya serat dan tinggi nutrisi, akan membuat perut lebih nyaman, membantu metabolisme, dan mencegah masalah pencernaan yang sering muncul tanpa disadari. Beberapa hasil penelitian menunjukkan, menyepelekan sarapan berisiko memicu masalah pencernaan hingga kondisi serius seperti GERD hingga kanker saluran cerna.

Lantas, apa saja langkah yang bisa orang tua lakukan untuk mendukung kesehatan pencernaan Si Kecil melalui sarapan? Mari simak rangkuman informasi yang Haibunda kumpulkan di bawah ini, yuk!


Sarapan bergizi lengkap penting untuk kesehatan pencernaan: cegah gerd hingga kanker saluran cerna

Kebiasaan menyantap sarapan bergizi lengkap secara teratur, ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan pencernaan, lebih dari yang sering kita sadari, Bunda. Tidak sekadar memberi energi di pagi hari, sarapan seimbang juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dalam melindungi tubuh dari risiko penyakit serius.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of General Internal Medicine pada 2023 menyoroti hal ini. Studi tersebut melibatkan lebih dari 62 ribu peserta yang diamati selama hampir enam tahun. Studi ini fokus pada hubungan antara frekuensi sarapan dan risiko munculnya kanker pada organ-organ pencernaan, termasuk lambung, hati, esofagus, hingga usus besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang hanya sarapan satu hingga dua kali dalam seminggu, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung dan hati. Sementara mereka selalu melewatkan sarapan memiliki risiko lebih besar mengalami kanker esofagus, kolorektal, hati, kantong empedu, dan saluran empedu tambahan. 

Para peneliti juga meninjau apakah faktor lain, seperti indeks massa tubuh, kadar peradangan dalam tubuh, atau gula darah puasa, ikut memengaruhi hubungan melewatkan sarapan dengan kanker saluran cerna. Hasilnya semua faktor tersebut tidak berpengaruh, Bunda. Dengan kata lain, peningkatan risiko kanker benar-benar terkait dengan kebiasaan sarapan itu sendiri, bukan karena kondisi kesehatan lain.

Tips memulai kebiasaan sarapan bergizi lengkap yang simple dan sehat

Memulai kebiasaan sarapan bergizi lengkap sebenarnya tidak susah, Bunda. Cukup dengan memilih kombinasi makanan yang mudah disiapkan tapi kaya nutrisi, tubuh bisa mendapatkan energi sekaligus perlindungan bagi kesehatan pencernaan dalam jangka panjang.

Beberapa pakar menyarankan anak-anak maupun orang dewasa untuk menyantap sarapan yang mengandung whole grains, buah, dan kacang-kacangan. Sebab, nutrisi dari makanan-makanan ini tidak hanya mendukung kesehatan usus, tetapi juga berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Misalnya, oat atau sereal gandum utuh kaya serat, antioksidan, dan fitoestrogen yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Sebuah riset dalam The Journal of Nutrition pada 2021 bahkan menunjukkan bahwa konsumsi gandum meningkatkan jumlah bakteri baik yang diyakini membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.

Selain itu, dalam studi yang diterbitkan di Stress and Health, lebih dari 14 ribu peserta dianalisis untuk melihat efek sarapan terhadap kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi sereal sarapan cenderung memiliki pencernaan lebih lancar, sekaligus melaporkan tingkat stres yang lebih rendah dan kesejahteraan mental lebih baik.

Tak kalah penting, buah beri, terutama bluberi, mengandung anthocyanin atau fitokimia yang memberi warna biru pekat sekaligus membantu mengurangi inflamasi dan radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam beri dapat memperlambat pertumbuhan sel pra-kanker sehingga buah ini sangat cocok dijadikan topping untuk oatmeal atau sereal.

“Cukup bilas segenggam beri dan taburkan di oatmeal tentu lebih cepat daripada menonton satu video TikTok,” kata dr. Tan.

Sementara itu, kacang-kacangan seperti almond, pecan, dan walnut menyediakan protein nabati, lemak sehat, serta antioksidan seperti vitamin E. Kandungan polyphenol pada kacang juga mendukung kesehatan usus dan bersifat anti-inflamasi untuk menurunkan risiko kanker. Lalu, riset dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition (2021) bahkan menunjukkan bahwa konsumsi kacang berhubungan dengan penurunan risiko kanker kolorektal dan mortalitas akibat kanker.

Kombinasi sederhana seperti oatmeal atau sereal, buah beri, dan kacang, bisa menjadi pilihan sarapan bergizi lengkap dengan cepat. Menu pagi ini tak hanya mendukung kesehatan pencernaan dan meningkatkan mikrobioma usus, tetapi juga kaya antioksidan dan berpotensi menurunkan risiko penyakit pencernaan serius.

Energen dukung kebiasaan sarapan bergizi lengkap anak

Energen, melalui berbagai inisiatif seperti program Enerland, terus menunjukkan komitmennya untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya sarapan bergizi lengkap. Program ini menghadirkan pendekatan interaktif yang melibatkan orang tua dan anak-anak.

Enerland menjadi wadah edukasi pertama yang memungkinkan keluarga berbagi informasi sekaligus belajar bersama mengenai manfaat sarapan sehat. Fokus utamanya adalah pada anak usia sekolah agar mereka dapat memulai hari dengan energi dan konsentrasi yang optimal.

Pentingnya edukasi ini semakin terasa setelah data Survei Diet Total (SDT) 2020 menunjukkan bahwa 66,8 persen anak Indonesia masih mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi rendah. Hal ini tentu menunjukkan urgensi dalam meningkatkan pemahaman orang tua tentang nutrisi yang tepat di pagi hari, Bunda.

Dengan sarapan bergizi lengkap, kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dan sistem pencernaannya tetap nyaman. Kondisi ini pastinya membantu Si Kecil tetap fokus dan mendukung prestasi akademik maupun non-akademik secara optimal.

“Energen berkomitmen menghadirkan solusi sarapan bergizi lengkap bagi keluarga Indonesia. Sarapan bukan sekadar mengisi perut, tapi juga memberi energi dan meningkatkan fokus anak agar performanya di sekolah lebih optimal,” ujar Senior Marketing Manager HF Mayora, Arviana Lestari.

Nah, Bunda, itulah sekilas informasi tentang pentingnya anak-anak menyantap sarapan bergizi lengkap setiap hari. Memberikan segelas Energen pun bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mempertahankan energi Si Kecil sepanjang pagi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Beda Kandungan Gizi Ikan Salmon vs Ikan Kembung, Mana yang Lebih Bernutrisi untuk Anak?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Nina Zatulini Umumkan Hamil Anak Keempat, Mohon Doa untuk Diberikan Kesehatan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Terungkap Isi Kapsul Waktu yang Dikubur Putri Diana 30 Tahun Lalu

Mom's Life Amira Salsabila

50 Ayat Alkitab yang Menguatkan Saat Dilanda Cobaan, Hati jadi Damai & Optimis

Mom's Life Azhar Hanifah

Mengenal Gangguan Psikosomatis, Gejala dan Cara Pencegahannya

Mom's Life Amira Salsabila

Diet ala Artis Korea Jihyo TWICE, Sukses Turun Berat Badan 10 Kg

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Resep MPASI Ubi Ungu untuk Bayi 6-10 Bulan yang Lezat dan Bergizi

Mengenal Gangguan Psikosomatis, Gejala dan Cara Pencegahannya

Nina Zatulini Umumkan Hamil Anak Keempat, Mohon Doa untuk Diberikan Kesehatan

Sukses Lewat Drakor The Glory, Aktor Jung Sung Il Ternyata Masih Kerja Paruh Waktu

50 Ayat Alkitab yang Menguatkan Saat Dilanda Cobaan, Hati jadi Damai & Optimis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK