PARENTING
3 Cara Mendidik Anak agar Bahagia Menurut Psikolog
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 03 Oct 2025 19:00 WIBMelihat tawa Si Kecil tentu menjadi kebahagiaan yang tak ternilai. Kebahagiaan itu akan semakin bermakna ketika mereka bisa tumbuh dengan hati yang benar-benar bahagia.
Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjalani hidup yang terbaik. Meski begitu, mewujudkan hal ini bukanlah perkara yang mudah dan sering kali menimbulkan banyak pertanyaan.
Kebahagiaan anak tidak hanya datang dari mainan baru atau mendapat nilai yang bagus di sekolah, Bunda. Ada hal lebih mendalam yang bisa menjadi fondasi kuat bagi masa depan mereka.
Bunda mungkin pernah merasa bingung saat melihat Si Kecil kehilangan semangatnya. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan untuk membantu mereka menemukan arah yang tepat.
Seorang psikolog di Amerika Serikat, Jordan Grumet M.D., menyebut ada tiga pendekatan penting dalam membimbing anak menuju kebahagiaan. Apa saja?
Tiga cara dalam membimbing anak agar bahagia menurut pakar
Berikut beberapa cara mendidik anak agar tumbuh bahagia seperti dikutip dari laman Psychology Today:
1. Pendekatan didaktik: Menyampaikan arahan secara langsung
Pendekatan pertama dikenal sebagai cara didaktik. Artinya, orang tua mengajak anak berbicara dan memberi arahan tentang hal-hal yang diyakini bisa membuat mereka bahagia dan memiliki tujuan hidup.
Biasanya, ini berisi kisah pengalaman pribadi, kesalahan yang pernah dilakukan, hingga nasihat supaya anak tidak mengulangi hal yang sama. Bunda mungkin sering mengingatkannya lewat cerita, saran, atau pelajaran yang dirangkai dari pengalaman hidup.
Meski sekilas terdengar bermanfaat, kenyataannya cara ini tidak selalu berhasil. Anak-anak cenderung enggan menerima jika hanya diberitahu apa yang harus dilakukan, apalagi ketika menyangkut sesuatu yang sangat pribadi, seperti arah hidup mereka.
Bahkan, seberapa banyak pun kebijaksanaan yang coba diwariskan, anak-anak bisa saja menutup telinga. Mereka lebih memilih mengabaikan daripada benar-benar merenungkan.
2. Pendekatan teladan: Memberi contoh lewat perilaku
Cara kedua adalah teladan. Anak-anak sejatinya adalah pengamat yang ulung. Mereka mungkin mendengar ucapan kita, tetapi yang paling membekas adalah tindakan yang mereka lihat setiap harinya.
Jadi, untuk mengajarkan arti kebahagiaan dan tujuan hidup, orang tua perlu terlebih dahulu menjalani hal tersebut dalam kehidupannya.
Ketika Bunda menjalani hal yang terasa bermakna, anak akan menyaksikan sepenuhnya. Mereka menangkap semangat dan dedikasi dari setiap aktivitas yang dilakukan itu.
Mungkin mereka tidak akan menempuh jalan yang sama, tetapi mereka mendapat keberanian untuk merintis perjalanannya sendiri. Inilah yang bisa disebut sebagai pertumbuhan lintas generasi.
3. Pendekatan pengalaman: Belajar dari coba dan salah
Cara ketiga adalah melalui pengalaman, Bunda. Anak diberi ruang untuk menemukan makna hidupnya lewat proses eksplorasi, mencoba, hingga gagal, tanpa takut konsekuensi yang besar.
Metode ini memberikan kebebasan yang aman agar mereka bisa menemukan apa yang benar-benar membuat hatinya bersemangat. Dalam prosesnya, anak akan merasakan keberhasilan sekaligus kegagalan.
Dari situlah mereka belajar ketangguhan, mengenali minat, serta memahami hal-hal yang benar-benar berarti. Semua itu muncul tanpa ada tekanan untuk langsung menjadi "sempurna".
Pentingnya tujuan untuk kebahagiaan
Tujuan hidup menjadi kunci penting yang membuat anak tumbuh dengan arah yang jelas. Dengan memiliki tujuan, anak terdorong lebih bersemangat, merasa berarti, dan memahami bahwa setiap langkahnya dapat memberi dampak yang besar.
Mengajarkan arti tujuan pada anak berarti Bunda juga menyiapkan fondasi yang kokoh untuk kebahagiaan mereka. Sebab, tujuan mampu menyalakan api semangat, dan semangat inilah yang nantinya melahirkan rasa kebahagiaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Rekomendasi Game Online Edukatif untuk Si Kecil, Ada Mewarnai hingga Memasak!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Kisah WNI Berhijab Jadi Tentara Amerika, Ibunda Ungkap Dukungan untuk Sang Putri
Fakta seputar Kenaikan Gaji PNS 2026
Fokus Jadi Ayah, Jo Jung Suk Ambil Hiatus Sambut Kelahiran Anak Kedua dengan Gummy
3 Fakta Sekolah Maung Pertama di Purwakarta
Apakah Anak Angkat Bisa Mendapatkan Harta Warisan? Simak Menurut Hukum Islam
REKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum Vitamin C, Cerahkan Wajah Kusam dan Bikin Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tak Ikut Jejak Orang Tua, Ini Potret Anak Artis yang Pilih Profesi Jadi Dokter
Benarkah Bayi Harus Tunggu 40 Hari Baru Boleh Diajak Keluar Rumah?
JIS Sport Festival 2026 Digelar 25 Januari, Ada Taekwondo hingga Senam
Fokus Jadi Ayah, Jo Jung Suk Ambil Hiatus Sambut Kelahiran Anak Kedua dengan Gummy
Kisah WNI Berhijab Jadi Tentara Amerika, Ibunda Ungkap Dukungan untuk Sang Putri
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Rumah Irish Bella Terendam Banjir, Kondisi Mobil Mewahnya Jadi Sorotan
-
Beautynesia
8 Destinasi Wisata Populer yang Jadi Lokasi Syuting Can This Love Be Translated?
-
Female Daily
Tampil Memikat, Bongkar Makeup Look Syifa Hadju saat Lamaran dengan El Rumi!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Gemas Anak-anak Paris Hilton Serba Pink Bak Ibunya di Karpet Merah
-
Mommies Daily
Mau Kaki Anak Aman? Ini Cara Pilih Sepatu Anak dan Rekomendasinya