PARENTING
4 Hal Penting di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Menurut Dokter
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 03 Nov 2025 15:50 WIBBunda, pernah enggak mendengar soal 1000 hari pertama kehidupan? Ternyata periode ini menyimpan hal-hal yang sangat penting bagi perkembangan Si Kecil.
Banyak orang tua yang mungkin baru mendengar istilah ini. Bagaimana anak tumbuh dan berkembang di masa awal kehidupannya sangat berpengaruh pada masa depannya.
Periode ini jadi momen berharga di mana banyak hal yang menentukan bagaimana anak berkembang. Lingkungan, perhatian, dan stimulasi yang tepat menjadi bagian yang tak bisa diabaikan.
"Sebagai dokter, saya memahami betapa krusialnya periode 1000 hari pertama ini bagi masa depan anak," ujar dokter umum, dr. Nadia Alaydrus dalam acara 6 Years Celebrating Every Little Moment bersama Momami, Jumat (31/10/2025).
Mengenal 1000 hari pertama kehidupan bagi anak
Seperti yang kita ketahui, 1000 hari pertama kehidupan anak dimulai sejak berada di dalam kandungan hingga usia dua tahun. Periode inilah yang menjadi tonggak awal untuk perkembangan mereka di masa mendatang.
"Jadi, kalau kita ngomongin 1000 hari pertama, itu dimulai dari masih di dalam perut hingga anak berusia 2 tahun," kata dr. Nadia.
Di masa ini, berbagai aspek pertumbuhan anak berkembang sangat cepat, Bunda, termasuk fisik dan sistem kekebalan tubuhnya.
"Perkembangan otak, fisik, dan imunitas sangat pesat di usia tersebut, dan hal ini menjadi investasi yang akan menjadi bekal anak di masa dewasa," tuturnya.
Hal penting 1000 hari pertama kehidupan anak
Terdapat berbagai hal penting di 1000 hari pertama kehidupan anak, Bunda. Apa saja itu? Simak, yuk.
1. Asupan nutrisi yang sehat
Memberikan makanan dan nutrisi yang tepat tentunya penting untuk pertumbuhan Si Kecil. Nutrisi yang baik dapat membantu perkembangan otak, fisik, dan imunitas anak sejak usia dini.
"Hal penting pertama, asupan penting, berikan dia makanan dan nutrisi yang sehat," ujar dr. Nadia Alaydrus.
Tak hanya itu saja, kualitas dan variasi makanan anak juga ikut berpengaruh pada tumbuh kembangnya, Bunda. Makanan yang tidak terlalu banyak gula dan garam tentu penting untuk kesehatannya di masa depan.
2. Lingkungan yang bersih dan nyaman
Menurut dr. Nadia Alaydrus, lingkungan turut menentukan rasa aman pada Si Kecil, Bunda. Ruangan yang bersih dan rapi dapat membuat mereka merasa lebih nyaman.
Selain itu, perhatikan juga soal kebersihan kasur, mainan, dan permukaan yang sering disentuh anak. Dengan menjaga hal-hal kecil seperti ini, Si Kecil bisa tetap sehat.
"Kita harus menciptakan lingkungan itu supaya dia nyaman dan aman, perhatikan suhu ruangan, kebersihan, kerapian, dan juga apa pun yang dia gunakan," katanya.
3. Stimulasi sensorik melalui sentuhan
Stimulasi lewat sentuhan sangat penting untuk perkembangan motorik dan emosional anak, Bunda. Aktivitas sederhana seperti memandikan, memijat, atau merawat anak bisa menjadi momen bonding yang menyenangkan.
"Pentingnya sentuhan, kita bisa memberikan stimulasi lewat sentuhan saat mandi, jadi nikmatilah momen itu. Bonding-nya juga ibu sama anak, mandi enggak cuma bersih-bersih aja, tapi ada stimulasi sensoriknya," kata dr. Nadia.
4. Kehadiran orang tua lebih penting
Menjadi orang tua bukan berarti harus menjadi sempurna, Bunda. Anak lebih membutuhkan waktu, cinta, dan perhatian dari Bunda daripada hal lainnya.
"Menjadi orang tua bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kehadiran. Ketika bayi merasa nyaman, ia tumbuh lebih baik, dan kita sebagai ibu pun bisa menikmati setiap momen yang berharga bersama mereka," tuturnya.
Oleh karena itu, Bunda perlu ingat bahwa kesempurnaan itu bukanlah tentang sesuatu yang harus dicapai, melainkan tentang kehadiran dalam menemani setiap perkembangan Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Ketahui Jadwal Makan MPASI yang Ideal Bayi Usia 6-12 Bulan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Fase Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan dan Cara Stimulasinya, Simak Bun!
5 Jenis Terapi Ini Bisa Atasi Berbagai Keterlambatan Perkembangan Anak
7 Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan
5 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Anak, Gizi hingga Lingkungan Keluarga
TERPOPULER
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Raline Shah yang Baru Saja Mundur dari Jabatan Stafsus Menkomdigi
Cara Membuat Pengharum Ruangan Alami, Rumah Wangi Sepanjang Hari
Gangguan Mental Disebut Jadi Komplikasi Kehamilan Nomor Satu, Ini Penjelasannya
Cara Orang Tua Norwegia Mendidik Anak agar Mandiri dan Percaya Diri Sejak Kecil
Jepang Gelar Lomba Tidur Berhadiah Rp233 Juta, Pemenang Ditentukan dari Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Tampil Elegan di Pesta? Ini Cara Memilih Kalung Liontin yang Tepat
-
Beautynesia
Wilayahnya Dipenuhi Asap, Ini Sederet Respon Negara Tetangga tentang Kebakaran Hutan Kalimantan
-
Female Daily
Siena Made Perkenalkan Sleepless in Siena, Koleksi Kedua dengan Sentuhan Romantis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 15 Oktober: Aries Beda Pendapat, Gemini Sulit Disatukan
-
Mommies Daily
Biaya Masuk SD di Jawa Tengah Tahun Ajaran 2027/2028: Kisaran Uang Pangkal dan SPP, Ada yang Rp300 Ribuan per Bulan