PARENTING
Siapa Pit Hitam, Teman Sinterklas yang Ditakuti Anak-anak?
Kinan | HaiBunda
Jumat, 21 Nov 2025 23:30 WIBSebuah tradisi dari Belanda memiliki sosok Pit Hitam sebagai pendamping Sinterklas. Namun ia sering kali ditakuti oleh anak-anak. Hmm, siapa Pit Hitam sebenarnya?
Tak hanya di Belanda, sosok Pit Hitam atau dikenal juga dengan nama Zwarte Piet juga muncul dalam kemeriahan parade di Belgia. Dirangkum dari berbagai cerita, Pit Hitam merupakan sosok teman Sinterklas yang membawa permen dan hadiah.
Kini dalam beberapa tahun terakhir, tradisi Zwarte Piet mulai diubah. Banyak komunitas yang mengganti penggambaran klasik Zwarte Piet dengan figur yang wajahnya berwarna-warni atau hitam karena abu cerobong asap.
Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menjaga tradisi, tapi mengurangi unsur-unsur yang dianggap ofensif.
Meski kisahnya unik, penggambaran sosok ini masih sering memunculkan refleksi tentang pentingnya menghormati perbedaan budaya dan menghindari stereotip.
Mengenal Pit Hitam yang Ditakuti Anak-anak dan Asal-Usulnya
Pit Hitam adalah tokoh pendamping Sinterklas dalam tradisi Natal ala Belanda dan Belgia. Dalam perayaan parade Sinterklas pada 5 Desember di Belanda, Pit Hitam digambarkan sebagai sosok yang memberikan permen kepada anak-anak yang berperilaku baik.
Sebaliknya, konon ia juga bisa membawa benda seperti kantung atau karung untuk anak-anak nakal. Kisah ini membuat Pit Hitam ditakuti anak-anak, sehingga menjadikannya sebagai simbol peringatan untuk anak selalu berbuat baik.
Asal usul Pit Hitam memiliki beberapa versi teori. Salah satunya, disebut bahwa ia pertama kali muncul dalam buku anak-anak karya Jan Schenkman pada tahun 1850.
Dikutip dari Al Jazeera, secara fisik Pit Hitam dikenali dengan wajah hitam, bibir merah, rambut keriting, dan anting emas besar.
Namun seiring waktu, citra Pit Hitam dianggap mulai berubah. Beberapa waktu perayaan menggambarkan Pit Hitam sebagai sosok yang jahil, bukan lagi menakutkan seperti di masa lalu.
Pit Hitam Dianggap Bentuk Rasialisme
Di banyak parade dan perayaan, orang yang memerankan Pit Hitam sering kali mengecat wajah mereka menjadi hitam dan memakai wig keriting.
Bagi sebagian orang, tampilan ini dianggap kontroversial karena dianggap menyindir ciri-ciri stereotip ras kulit hitam.
Muncul berbagai argumen bahwa Pit Hitam sebenarnya adalah bentuk rasialisme, karena tradisi ini merepresentasikan orang kulit hitam.
Tokoh ini pun pada akhirnya menjadi sering dikaitkan dengan praktik perbudakan, serta simbol warisan kolonial Belanda yang kontroversial.
Tapi ada juga pendukung tradisi Pit Hitam, yang menyebutkan bahwa pengecatan warna hitam pada pemeran bukan untuk meniru warna kulit. Ceritanya, warna hitam ini adalah bekas abu cerobong asap.
Inge Schuiten dalam bukunya yang berjudul Het Zwarte Piet Smoelenboek: De Vele Gezichten van Piet in heden en verleden, memandang Pit Hitam dan budak kulit hitam sebagai sosok yang berbeda.
Salah satunya karena pakaian yang dikenakan oleh karakter tersebut, tidak sama dengan gambaran budak yang dikenal selama ini.
"Tidak ada seorang budak pun yang mengenakan pakaian seperti yang dikenakan Zwarte Piet sekarang," tulis Schuiten di Historiek.
Selain itu, perlahan penggunaan anting juga dihapuskan karena dianggap pengingat zaman perbudakan. Schuiten menjelaskan bahwa budak tidak pernah menggunakan anting.
Dalam beberapa tahun terakhir, sebagai tanggapan terhadap tekanan ini, beberapa kota di Belanda mengubah tampilan Pit Hitam menjadi versi Schoorsteen Piet (Pit Cerobong), di mana wajahnya hanya kotor sebagian dari abu atau arang, bukan dicat hitam sepenuhnya.
Itulah ulasan tentang asal-usul Pit Hitam, teman Sinterklas yang ditakuti anak-anak. Meski Al Jazeera menyebutkan bahwa protes terhadap keberadaan Pit Hitam dan representasi rasisme masa lalu masih ada, tapi tokoh ini masih muncul dalam beberapa perayaan di Belanda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Kalimat Sederhana yang Ingin Didengar Anak Dewasa dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Tips Menjadi Orang Tua Baru, Begini Persiapannya Bunda
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
Tips Mudah Menghadapi Bayi yang Suka Rewel
TERPOPULER
Kenali 10 Jenis Journaling dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
5 Potret Anak Artis Punya Nama Unik dari Unsur Musik, Ada Putri Ashanty & Tantri 'Kotak'
Potret Sherina Munaf Dekorasi Kamar untuk Kelinci Peliharaan Bertema Bridgerton
Setelah Berhubungan Intim Buang Air Kecil, Apakah Bisa Hamil?
7 Ciri Kepribadian Orang yang Ramah dan Mau Tersenyum pada Orang Belum Dikenal
REKOMENDASI PRODUK
9 Baju Daerah & Kebaya Anak untuk Perayaan Pawai Hari Kartini
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kenali 10 Jenis Journaling dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental
5 Potret Anak Artis Punya Nama Unik dari Unsur Musik, Ada Putri Ashanty & Tantri 'Kotak'
Potret Sherina Munaf Dekorasi Kamar untuk Kelinci Peliharaan Bertema Bridgerton
Setelah Berhubungan Intim Buang Air Kecil, Apakah Bisa Hamil?
7 Ciri Kepribadian Orang yang Ramah dan Mau Tersenyum pada Orang Belum Dikenal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dari Drama ke Pelaminan, Yaya & Nadech Akhirnya Resmi Jadi Suami Istri
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Orang yang Diam-Diam Keluar dari Grup Chat Menurut Ilmu Psikologi
-
Female Daily
Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Bersih-Bersih Jadi Lebih Praktis!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Maudy Ayunda Pakai Gaun Banyak 'Semut' di Premiere Film Para Perasuk
-
Mommies Daily
Mengenali Luka Masa Kecil yang Memengaruhi Pria Saat Menjalankan Peran sebagai Suami dan Ayah, Seperti Apa?