PARENTING
Bosan Ternyata Punya Manfaat Positif untuk Anak, Simak Cara Menghadapi Sesuai Usia
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 05 Jan 2026 18:20 WIBSaat musim liburan telah tiba, biasanya anak akan lebih cepat merasa bosan karena tak ada aktivitas yang mengasyikan baginya. Bunda pasti paham hal itu, tetapi sebagai orang tua terkadang juga bingung harus berbuat apa untuk mengatasi rasa bosan Si Kecil.
Tak jarang, Bunda kehabisan ide sehingga memberikan anak gadget atau tontonan agar rasa bosan Si Kecil menghilang. Penyelesaian seperti inilah, yang membuat rasa bosan bergerak menuju ke hal negatif, padahal sebenarnya rasa bosan bisa menjadi kesempatan besar untuk mengembangkan kreativitas anak, lho.
Selain itu, beberapa pakar menyebutkan bahwa memberi anak spare waktu untuk merasa bosan dapat membantu mereka berpikir kreatif, mengembangkan keterampilan, melatih pemecahan masalah, dan membangun kesabaran.
Jadi, rasa bosan yang timbul tidak selalu bernilai kurang baik ya. Kemudian, Bunda juga bisa memanfaatkan rasa bosan ini dengan beberapa cara yang direkomendasikan oleh ahli, lho. Yuk, simak informasi selengkapnya.
Memahami rasa bosan anak
Dilansir Youth First, bosan adalah sebuah bentuk pelepasan diri dari rutinitas yang tidak teratur. Bagi beberapa anak-anak dan orang dewasa, kebosanan dapat terasa tidak nyaman dan bisa menimbulkan perasaan gelisah hingga menyebabkan depresi dan kecemasan.
Ahli terapis keluarga, Natasha Sharma, juga mendukung bahwa rasa bosan dapat menempatkan pikiran dan tubuh ke dalam kondisi yang memaksanya untuk tidak nyaman. Ia mengakui, "Kebosanan adalah semacam perasaan yang tidak nyaman.".
Meski begitu, kebosanan juga bisa memberikan manfaat. Ketika bosan, orang akan cenderung memikirkan kegiatan yang positif, merangsang otak kreatif, serta timbul keinginan untuk mengembangkan banyak keterampilan.
Manfaat kebosanan untuk anak
Melansir dari Today Parents, berikut adalah manfaat bosan yang bisa kita ketahui.
1. Kreativitas dan imajinasi
Saat merasa bosan, anak akan cenderung merasa tidak nyaman. Hal itu yang membuat anak ingin segera mencari ‘jalan keluar’, sehingga timbul pola pikir-pola pikir kreatif yang sebelumnya tidak terpikirkan.
2. Kesabaran dan pemecahan masalah
Seiring dengan menumbuhkan kreativitas, kebosanan bisa membantu anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kemandirian. Menurut Global Leaders Institute for Arts Innovation, saat anak sedang mencari ‘jalan keluar’ dari kebosanan, maka tak jarang akan menghasilkan sebuah solusi yang inovatif.
3. Introspeksi dan menemukan jati diri
Rasa bosan yang datang akan membuka ruang untuk anak berintrospeksi dan mengenal diri mereka lebih dalam. Keheningan yang ada dalam pikiran membantu mereka dalam memikirkan hal-hal yang biasanya jarang dipikirkan.
4. Mengatur hubungan sosial dan emosional
Anak yang sedang merasa bosan biasanya akan mencari teman berbicara. Sebagai contoh, mereka akan meminta saudara kandung untuk bermain, meminta ditemani walau hanya untuk sekadar mengobrol, hingga kegiatan lainnya bersama keluarga.
Setelah mengetahui berbagai manfaatnya, Bunda bisa merespon rasa bosan pada anak dengan lebih bijak dengan menerapkan berbagai kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat.
Bagaimana caranya agar rasa bosan lebih positif?
Berikut adalah beberapa cara dan strategi yang bisa dilakukan oleh Bunda untuk membuat rasa bosan menjadi lebih positif dan bermanfaat.
1. Buatkan sebuah wadah untuk kreativitas anak
Bunda bisa menyediakan satu buah wadah atau media berisi bahan-bahan sederhana yang bisa memicu kreativitas anak. Misalnya, kertas kosong, krayon, spidol, tanah liat, hingga balok bangunan. Biarkan Si Kecil bebas memilih dan berkreasi sebanyak mungkin.
2. Membuat aturan pada rutinitas harian
Saat anak memiliki waktu bermain bebas, Bunda juga bisa menetapkan aturan dasar dalam bermain. Aturan ini bisa meliputi keselamatan, durasi bermain, hingga berdiskusi apa yang ingin dilakukan selanjutnya.
3. Dorong anak bermain di luar ruangan
Bermain di luar ruangan bisa mendorong anak untuk mengeksplorasi alam sekaligus meningkatkan aktivitas fisik. Anak usia 5-17 tahun dianjurkan untuk aktif secara fisik setidaknya 60 menit per hari, ditambah aktivitas ringan lainnya.
4. Utamakan dukungan
Saat anak mengeluh bosan, cobalah Bunda tidak langsung untuk memberikan solusi. Bunda bisa menunjukkan ketertarikan pada kegiatan yang sedang dilakukannya dengan mengajukan pertanyaan dan apresiasi. Antusiasme dan dukungan membuat anak semakin semangat dalam menemukan ide mereka sendiri.
5. Sediakan alternatif screen time yang sesuai dengan usia anak
Sebelum memberikan gadget atau screen time, Bunda bisa tawarkan kegiatan lain yang sesuai dengan tahap perkembangan anak sebagai berikut:
Balita (2–3 tahun):
- Permainan sensorik sederhana
- Menyusun balok
- Melihat buku bergambar
Anak prasekolah (4–5 tahun):
- Menggambar atau mewarnai
- Teka-teki sederhana
- Bermain peran atau berdandan
Usia SD awal (6–8 tahun):
- Membaca buku cerita
- Menulis cerita pendek
- Membuat proyek seni sederhana
Usia SD besar hingga remaja awal (9–13 tahun):
- Menulis jurnal
- Mempelajari keterampilan baru, seperti memasak dengan resep mudah atau merajut
- Belajar dasar-dasar pengkodean
Dengan pendekatan yang tepat, rasa bosan bukanlah hal yang perlu dihindari, melainkan kesempatan bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan mengenali minat mereka sendiri.
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga menjadi manfaat dan bisa memberikan solusi untuk Bunda serta para orang tua dalam menghadapi rasa bosan pada anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Si Kecil Bosan di Rumah? Wisata Virtual Nih Solusinya
Anak Merasa Bosan? Yuk Coba 2 Cara Ini Agar Si Kecil Bersemangat
Manfaat Biarkan Anak Bosan Sesekali Saat Tak Main Gadget
Sesekali Anak Perlu Merasa Bosan Kok, Bun
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Anak Maudy Koesnaedi & Diah Permatasari Jadi Model Jersey
Bukan Pemalu, Ini 5 Ciri Orang Pendiam yang Punya Kecerdasan Tinggi
Potret Gemas Zoe Bertoli Anak Patricia Gouw yang Baru Ultah ke-2
11 Tanda Suami Mulai Berubah dan Membuat Istri Merasa Diabaikan
12 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Perempuan yang Berjiwa Pemimpin
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengunyah Permen Karet saat Merasa Gelisah
Terpopuler: Potret Anak Maudy Koesnaedi & Diah Permatasari Jadi Model Jersey
Bukan Pemalu, Ini 5 Ciri Orang Pendiam yang Punya Kecerdasan Tinggi
Potret Gemas Zoe Bertoli Anak Patricia Gouw yang Baru Ultah ke-2
11 Tanda Suami Mulai Berubah dan Membuat Istri Merasa Diabaikan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
5 Tips Pilih dan Rawat Tumbler Besar Bersedotan Biar Nggak Bau
-
Beautynesia
Kisah Sukses Kendra Scott, Pengusaha Perhiasan yang Gigih Berjuang
-
Female Daily
Seharian Kena Polusi? 4 Micellar Water Lokal Ini Bisa Jadi First Cleanser Andalan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral Pasangan Nikah di KUA Demi Hemat Ratusan Juta, Bisa Beli Rumah Cah
-
Mommies Daily
Kenapa Laki-Laki Seperti Luke di Dracin Early Spring Sebaiknya Tak Dinikahi