HaiBunda

PARENTING

Ternyata Bulan Lahir Anak Bisa Berpengaruh Besar pada Kesehatan Mentalnya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 04 Jan 2026 15:40 WIB
Ilustrasi Ternyata Bulan Lahir Anak Bisa Berpengaruh Besar pada Kesehatan Mentalnya/Foto: Getty Images/FatCamera
Jakarta -

Bunda, pernah terpikirkan tidak, kalau ternyata, bulan kelahiran Si Kecil berpengaruh besar pada kesehatan mentalnya, lho. Bicara mengenai bulan lahir anak, terdapat temuan menarik terkait hal ini.

Menilik dari laman StudyFinds, sebuah studi dari Norwegia yang melibatkan lebih dari 1,1 juta anak menunjukkan bahwa anak-anak yang paling muda di kelas lebih berisiko mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan dengan teman kelasnya yang lebih tua.

Perbedaan usia ini ternyata cukup berpengaruh pada kemampuan emosional dan sosial anak, Bunda. Fenomena ini biasa juga dikenal dengan istilah "efek usia relatif", di mana perbedaan usia antara anak-anak dalam satu kelompok berkaitan langsung pada perkembangan diri mereka.


Lantas, bagaimana bisa ya bulan lahir anak berpengaruh besar pada kesehatan mentalnya? Simak ulasan selengkapnya, yuk.

Mengapa bulan lahir anak bisa berpengaruh pada kesehatan mentalnya?

Para peneliti di Norwegia meneliti anak-anak yang lahir antara 1991 hingga 2012, mulai dari usia 4 hingga 18 tahun. Studi ini diterbitkan di BMJ Paediatrics Open yang melibatkan 1.109.411 anak dan menjadi salah satu penelitian terbesar di bidangnya.

Di Norwegia, semua anak mulai sekolah pada bulan Agustus saat berusia 6 tahun. Anak yang lahir pada Januari bisa hampir 11 bulan lebih tua daripada teman sekelasnya yang lahir pada bulan Desember.

Perbedaan usia ini ternyata berdampak besar pada perkembangan otak, kematangan emosional, dan kemampuan sosial anak saat masuk sekolah. Anak yang lebih muda di kelas biasanya kerap menghadapi tantangan lebih besar dalam menyesuaikan diri.

Lebih lanjut, sekitar 7 persen anak dalam penelitian lahir prematur, yaitu sebelum usia kehamilan 37 minggu. Para peneliti kemudian membagi anak-anak menjadi empat kelompok berdasarkan bulan lahir, mulai dari Januari-Maret (paling tua), April-Juni, Juli-September, dan Oktober-Desember (paling muda).

Kemudian mereka juga memeriksa diagnosis psikiatri, mulai dari ADHD, autisme, hingga kecemasan dan depresi. Hasilnya menunjukkan bahwa posisi usia relatif di kelas memengaruhi risiko kesehatan mental pada anak.

Maka dari itu, perbedaan usia dan tingkat kematangan saat mulai sekolah berkaitan dengan cara anak belajar dan bersosialisasi, Bunda. Itulah sebabnya bulan lahir anak bisa berpengaruh besar pada kesehatan mentalnya.

Anak termuda di kelas berisiko lebih tinggi mengalami masalah mental

Kalau kita bicara soal bulan lahir, anak-anak yang lahir pada bulan Oktober-Desember cenderung menghadapi masalah mental lebih besar dibandingkan dengan temannya yang lahir pada Januari-Maret, Bunda. 

Dikutip dari StudyFinds, anak-anak yang paling muda di kelas cenderung menghadapi tantangan lebih besar dibanding teman kelasnya yang lebih tua. Perbedaan ini paling terlihat pada kondisi seperti ADHD.

Di antara anak-anak yang lahir cukup bulan, anak perempuan termuda memiliki kemungkinan 78 persen lebih tinggi untuk didiagnosis ADHD pada usia 4-10 tahun. Untuk anak laki-laki, angka tersebut mencapai 45 persen. Lantas, bagaimana ya dengan anak yang lahir dalam kondisi prematur?

Tantangan perkembangan anak prematur

Anak-anak yang lahir prematur biasanya menghadapi tantangan lebih dalam pada perkembangan dan perilakunya. Otak mereka butuh waktu lebih lama untuk matang, sehingga kemampuan fokus, pengendalian diri, dan pengaturan emosi juga perlu mendapat perhatian lebih.

Perlu kita ketahui bersama bahwa anak yang lahir prematur sekaligus menjadi termuda di kelas bisa menambah risiko tersendiri lho, Bunda. Anak-anak ini harus mengejar perkembangan teman sekelasnya yang mungkin hampir setahun lebih matang.

Hasil studi menunjukkan bahwa anak prematur yang lahir di akhir tahun lebih sering menghadapi tantangan dibandingkan dengan kelompok lain, baik dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Itulah penjelasan seputar bulan lahir anak bisa berpengaruh besar pada kesehatan mentalnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Artis Nikmati Hamparan Salju saat Liburan, Ada yang Nangis karena Kaki Terasa Beku

Mom's Life Amira Salsabila

Panduan Cara Diet Intermittent Fasting (IF) yang Aman, Tika Panggabean Sukses Turun BB 25 Kg

Mom's Life Natasha Ardiah

9 Resep MPASI Labu Kuning untuk Bayi 6 Bulan ke Atas

Parenting Nadhifa Fitrina

Momen Ultah ke-3 Shafanina Anak Tasya Kamila yang Doyan Minum Jamu

Parenting Nadhifa Fitrina

Cerita Bunda Alami Stroke dan Pendarahan Otak Usai Melahirkan, Ini Gejala yang Dialami

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Artis Nikmati Hamparan Salju saat Liburan, Ada yang Nangis karena Kaki Terasa Beku

9 Resep MPASI Labu Kuning untuk Bayi 6 Bulan ke Atas

Panduan Cara Diet Intermittent Fasting (IF) yang Aman, Tika Panggabean Sukses Turun BB 25 Kg

Momen Ultah ke-3 Shafanina Anak Tasya Kamila yang Doyan Minum Jamu

Cerita Bunda Alami Stroke dan Pendarahan Otak Usai Melahirkan, Ini Gejala yang Dialami

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK