PARENTING
Marshmallow Test Disebut Bisa Prediksi Kesuksesan Si Kecil di Masa Depan, Simak Faktanya!
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 06 Jan 2026 20:30 WIBBunda mungkin pernah mendengar tentang Marshmallow Test, sebuah eksperimen sederhana yang sering disebut mampu memprediksi kesuksesan anak di masa depan. Dalam tes ini terlihat anak-anak berusaha menahan diri agar tak langsung memakan marshmallow di hadapan mereka.
Tes ini cukup populer dan kerap muncul dalam buku parenting hingga media sosial, lengkap dengan video yang menunjukkan seorang anak dengan satu marshmallow. Sekilas, mungkin Bunda berpikir tes ini terlihat sangat sederhana, ya.
Menilik ulasan dari Psyche, ternyata eksperimen ini mempunyai arti yang sangat besar. Banyak orang tua yang percaya bahwa kemampuan menahan godaan sejak usia dini mencerminkan pengendalian diri, ketekunan, dan kecerdasan emosional anak di kemudian hari.
Tes ini pun seolah memberikan harapan bahwa Si Kecil yang mampu bersabar sejak dini, maka jalan menuju kesuksesannya akan terbuka lebih lebar. Namun, benarkah kesuksesan anak benar-benar bisa diprediksi hanya dari satu eksperimen sederhana, Bunda?
Mengenal Marshmallow Test
Marshmallow Test pertama kali dikembangkan oleh psikolog Walter Mischel pada tahun 1960-an. Dalam tes ini anak diberi satu marshmallow dan beberapa pilihan, seperti “Ingin memakannya sekarang, atau menunggu beberapa menit untuk mendapatkan dua marshmallow sebagai hadiah?”.
Tujuan dari tes ini sendiri adalah untuk mengukur kemampuan anak dalam menunda kepuasan atau delay of gratification. Kemampuan ini dikatakan sangat berkaitan dengan pengendalian diri dan kesabaran anak, Bunda.
Hasil penelitian awal pun menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu menunggu lebih lama cenderung lebih unggul dalam bidang akademik, sosial, dan kesuksesan. Temuan ini kemudian memicu anggapan bahwa pengendalian diri sejak usia dini merupakan kunci emas kesuksesan hidup.
Tak heran jika banyak orang tua dan pendidik kemudian berlomba-lomba melatih anak agar lebih sabar, tekun, dan mampu mengendalikan diri sejak kecil.
Fakta tak terduga dari Marshmallow Test
Meski terlihat sederhana, Marshmallow Test ternyata memiliki sisi lain yang menarik untuk disimak. Berikut adalah fakta yang terkuak dari para ahli dan peneliti:
Klaim yang mulai dipertanyakan
Penelitian lanjutan yang dilakukan beberapa dekade kemudian mulai menunjukkan gambaran yang berbeda. Pada tahun 2018, sejumlah psikolog pengembangan, termasuk Prof. Taylor W Watts, melakukan kajian ulang terhadap tes ini dengan mempertimbangkan kemampuan kognitif serta kondisi sosial dan ekonomi keluarga anak.
Hasilnya, kemampuan bersabar saat tes di usia dini tidak lagi berkaitan kuat dengan kondisi anak di usia dewasa. Jadi, dapat dikatakan anak tidak semata-mata mampu menahan dirinya sendiri. Lingkungan pun juga mempengaruhi dirinya untuk tumbuh dan berkembang.
Penelitian lain bahkan menemukan bahwa kemampuan menunda kepuasan di usia dini tidak lagi menjadi prediksi kuat, setelah banyak faktor turut diperhitungkan. Ini menunjukkan Marshmallow Test bukanlah alat untuk melihat masa depan anak yang mutlak.
Banyak upaya pembelajaran tak bertahan lama
Seiring populernya Marshmallow Test, berbagai program pendidikan dan parenting pun menerapkan metode pengajaran yang serupa. Sayangnya, banyak penelitian menemukan bahwa dampak positif dari upaya pembelajaran ini sering kali bersifat sementara.
Fenomena ini dikenal sebagai fadeout, yaitu kondisi ketika manfaat awal dari suatu pelatihan atau pembelajaran menghilang setelah beberapa tahun. Anak-anak yang sempat menunjukkan peningkatan kemampuan, pada akhirnya kembali di tingkat yang sama dengan anak-anak lainnya.
Hal ini bahkan terjadi pada kemampuan anak dalam membaca dan memahami matematika, Bunda. Meski hasil awalnya menjanjikan, tetapi manfaat jangka panjangnya tidak selalu bertahan.
Faktor sosial ternyata sangat berperan
Di sisi lain, penelitian terbaru dari psikolog Universitas Manchester, Rebecca Koomen, menyoroti pentingnya faktor sosial dalam pengendalian diri anak. Studinya menunjukkan bahwa anak-anak lebih mampu menahan diri ketika merasa ada kepercayaan dan komitmen dari orang lain.
Contohnya, ketika di rumah, anak akan lebih mudah menunggu waktu ngemil jika semua anggota keluarga sepakat menunggu bersama sampai waktunya tiba. Begitupun di sekolah, anak cenderung lebih fokus mengerjakan tugas bila guru dan teman-temanya mematuhi aturan yang sama.
Sebaliknya, jika anak melihat orang dewasa melanggar janji, aturan, atau kesepakatan, maka anak bisa merasa ragu dan kehilangan motivasi untuk bersabar. Artinya, kemampuan menahan diri bukan hanya soal mental, tetapi juga dipengaruhi oleh kepercayaan terhadap lingkungan sekitar.
Tips pengasuhan untuk para orang tua
Bunda, temuan ini memberi pelajaran penting bahwa tidak ada hanya satu faktor yang bisa menjamin kesuksesan anak di masa depan. Pengendalian diri, ketekunan, dan kesabaran memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.
Lingkungan yang stabil, hubungan yang hangat dengan orang tua, konsistensi aturan, serta rasa aman dan percaya justru memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kemampuan anak. Mereka akan lebih banyak belajar dari contoh nyata yang mereka lihat setiap harinya.
Daripada terlalu fokus melatih anak agar lulus Marshmallow Test, Bunda bisa mulai dengan hal-hal sederhana seperti:
- Menepati janji pada anak,
- Membuat aturan yang konsisten.
- Membangun kepercayaan dalam keseharian.
Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai Marshmallow Test dan kaitannya dengan prediksi kesuksesan anak di masa depan. Semoga bermanfaat dan membantu Bunda memahami perkembangan anak dengan lebih bijak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Mendidik Anak agar Punya Mental Kuat Sejak Dini
Penyebab Anak Pelit dan Sulit Berbagi, Ternyata Bisa Dipengaruhi Pola Asuh Bun
3 Cara Dampingi Anak yang Takut Bertemu Orang Baru, Yuk Lakukan Role Play
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
TERPOPULER
Potret Audy Item setelah Sukses Turunkan Berat Badan, dari Ukuran XXL Kini Jadi Langsing
PIM 5 Sudah Dibuka, Tapi Kenapa Tidak Ada PIM 4? Ini Fakta Menariknya
Kisah Artis dan Public Figure yang Pernah Alami Dinding Rahim Robek, Ruptur Uteri yang Bahayakan Nyawa
Ilmuwan Ungkap Diet yang Bisa Memicu Pertumbuhan Tumor Lebih Cepat
7 Resep Telur Puyuh untuk MPASI Bayi, Tinggi Kalori & Gampang Dibuat
REKOMENDASI PRODUK
6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Skincare Anak Travel Size, Wajib Dibawa saat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Snack Diet Lezat yang Bantu Turunkan Berat Badan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Tanaman Hias Populer untuk Dekorasi Lebaran, Ada Bunga Sedap Malam
Potret Audy Item setelah Sukses Turunkan Berat Badan, dari Ukuran XXL Kini Jadi Langsing
Kisah Artis dan Public Figure yang Pernah Alami Dinding Rahim Robek, Ruptur Uteri yang Bahayakan Nyawa
7 Resep Telur Puyuh untuk MPASI Bayi, Tinggi Kalori & Gampang Dibuat
PIM 5 Sudah Dibuka, Tapi Kenapa Tidak Ada PIM 4? Ini Fakta Menariknya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Youngeun Putuskan Hengkang dari Kep1er usai Hiatus karena Sakit
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Kupu-Kupu atau Harimau yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Guardian Hadirkan Inspirasi ‘Raya for Every You’ yang Personal Bagi Konsumen!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tema Hari Perempuan Internasional 2026 dan Maknanya, Yuk Pakai Baju Ungu
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Ritual Pijat Bayi dari Vicks hingga Kampanye “Pejuang Berat Badan Anak” Sarihusada