Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Ingin Tetap Dekat dengan Anak hingga Dewasa? Lakukan 7 Hal Ini

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 09 Jan 2026 15:00 WIB

Cara membuat anak tetap dekat sampai dewasa
Cara membuat anak tetap dekat sampai dewasa/ Foto: Getty Images/FatCamera
Daftar Isi

Waktu bersama anak-anak terasa seperti sekejap ketika melihatnya mulai tumbuh dewasa. Bagian yang mungkin paling orang tua rindukan adalah kedekatan anak kepada orang tuanya. Bagaimana mereka selalu membutuhkan kita tiap langkahnya.

Seiring bertambahnya usia, tak dipungkiri lagi bahwa anak-anak cenderung menjaga jarak. Namun, sebagai orang tua, kita harus memastikan bahwa kita tetap menjalin hubungan yang dekat dan mendukung dengan anak-anak. 

Kedekatan dan keterhubungan dengan mereka tidak hanya akan memberi kita kepastian, tetapi juga akan meyakinkan anak-anak bahwa kita selalu berada di sisi mereka dalam keadaan apa pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Komunikasi adalah kunci dalam setiap hubungannya, Bunda. Menurut ahli ontologi, kesehatan mental & hubungan, Aashmeen Munjaal, "Sebagai orang dewasa, anak-anak menginginkan kebebasan untuk membuat keputusan berdasarkan pemahaman mereka. Sebagai orang tua, Anda harus mempercayai pilihan mereka dan mendukung mereka tanpa syarat."  

"Namun, memberikan kemandirian bukan berarti Anda tidak boleh menetapkan batasan yang jelas. Batasan harus ditetapkan dan dihormati demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri," imbuhnya dikutip dari Times of India.

Lalu, bagaimana cara tetap dekat dengan anak-anak seiring bertambahnya usia mereka? Berikut tujuh hal yang dapat orang tua lakukan agar tetap dekat dengan anak hingga dewasa. 

1. Percayai mereka

Dilansir CNBC, Raeem Rouda, pelatih pengasuhan anak bersertifikat mengatakan bahwa anak-anak tumbuh sesuai dengan harapan yang kita tetapkan untuk mereka. Ketika anak-anak dikendalikan atau terus-menerus dikoreksi secara berlebihan, mereka perlahan-lahan dapat menjadi lebih kesal atau tertutup.

Berikan kepercayaan sejak dini dan sering. Percaya bahwa mereka bisa melakukannya terlebih dahulu, jika ada yang sulit, maka kita coba bantu. Kepercayaan ini menjadi fondasi yang mereka andalkan nanti, ketika hidup menjadi lebih rumit.

2. Terima mereka sepenuhnya, terutama bagian-bagian yang tidak orang tua pahami

Penerimaan bukanlah sama dengan persetujuan. Anak-anak tetap dekat dengan orang dewasa yang memberi ruang bagi seluruh identitas mereka, bukan hanya bagian-bagian yang mudah diasuh. Ketika mereka merasa diterima sekarang, mereka cenderung tidak akan menyembunyikan diri mereka sendiri nanti.

3. Berhenti mencoba mengendalikan siapa mereka nantinya

Beri mereka ruang untuk menjadi ingin tahu dan unik versi dirinya sendiri. Anak-anak akan lebih terhubung dengan orang-orang yang membiarkan mereka menjadi diri mereka sendiri seiring bertambahnya usia.

4. Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

Anak-anak cenderung menutup diri ketika mereka merasa tidak didengarkan. Jadi, ketika mereka berbagi ketakutan atau frustrasi, mereka biasanya meminta adanya keterikatan atau hubungan dengan orang tuanya.

Alih-alih langsung mencoba menawarkan solusi, cobalah untuk sekadar mendengarkannya saja, Bunda. Mendengarkan akan membangun ikatan yang akan membantu mereka lewati berbagai tantangan.

5. Validasi setiap emosi anak

Jika orang tua ingin anak dekat pada saat remaja, mereka perlu belajar sejak dini bahwa dunia batin mereka aman bersama orang tua. Ketika orang tua menutup diri dari tangisan, ketakutan, atau frustrasi, anak-anak mungkin akan lebih menutup diri.

Validasi setiap emosinya. Keamanan emosional anak sekarang mengarah pada keterbukaan emosional di kemudian hari.

6. Biarkan mereka tidak setuju tanpa orang tua beri hukuman

Jika seorang anak belajar sejak dini bahwa ketidaksepakatan mengarah pada konflik, hukuman. Nantinya, mereka akan berhenti jujur di kemudian hari.

Kedekatan antara orang tua dan anak yang sehat membutuhkan kebebasan emosional. Jadi ketika anak tidak setuju dengan orang tua, tanggapi dengan rasa ingin tahu alih-alih mengendalikan anak. Ajari mereka bahwa kejujuran itu aman dan tidak akan pernah mengancam ikatan antara orang tua dan anak.

7. Tidak gengsi untuk meminta maaf jika orang tua salah

Hubungan orang tua-anak yang paling kuat dibangun di atas perbaikan. Ketika orang tua bertanggung jawab, mereka mengajari anak-anak bahwa kesalahan tidak akan merusak hubungan.

Demikian ulasan mengenai cara membuat anak tetap dekat sampai mereka dewasa. Semoga informasinya membantu membangun ikatan dengan anak lebih erat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda