PARENTING
Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak, Harus Bagaimana?
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 12 Jan 2026 16:40 WIBDi tahun pertama, Bunda akan melihat banyak perkembangan fisik pada bayi, termasuk saat Si Kecil merangkak. Lantas, bagaimana ya kalau bayi usia 8 bulan belum bisa merangkak?
Menyaksikan Si Kecil mulai aktif bergerak dari hari ke hari tentu jadi kebahagiaan yang selalu dinantikan oleh Bunda. Rasanya campur aduk antara bahagia dan tidak sabar melihat setiap kemajuan yang ia tunjukkan.
Namun, terkadang ada rasa deg-degan saat melihat perkembangan mereka tak secepat yang kita bayangkan. Bicara soal ini, wajar saja kalau Bunda khawatir saat memikirkan tumbuh kembang Si Kecil.
Perlu kita ingat bahwa setiap bayi itu memiliki tahap perkembangan yang tak selalu sama. Bunda enggak perlu merasa sendirian, karena banyak orang tua lain yang juga merasakan kegalauan yang serupa.
Supaya tidak terus menebak-nebak, seorang profesional kesehatan dari Better Start Bradford di Inggris, Kerry Bennett, akan membantu Bunda memberikan informasi seputar tentang 'bayi merangkak'.
|
Baca Juga : 7 Refleks Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui
|
Kapan bayi mulai belajar merangkak?
Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti karena perkembangan setiap anak itu berbeda-beda. Bicara hal ini, Kerry Bennett mengatakan bahwa rata-rata Si Kecil mulai belajar merangkak sekitar di usia tujuh hingga sepuluh bulan.
"Tergantung. Tapi rata-rata antara tujuh hingga sepuluh bulan," tutur Kerry.
Memang benar, setiap anak itu memiliki banyak faktor terkait kapan mereka mulai bergerak aktif. Ada yang sudah mulai menyeret kakinya di usia lima bulan, tetapi ada juga yang justru tidak melalui fase merangkak sama sekali.
Tanda awal biasanya terlihat saat Si Kecil mulai gemar berguling atau terlihat penasaran ingin meraih benda di sekitarnya. Gerakan bergoyang atau berusaha menggeser tubuh juga jadi tanda bahwa rasa ingin tahunya sedang tumbuh, Bunda.
Bagaimana cara bayi belajar merangkak?
Proses bayi belajar merangkak dimulai sejak usia dini. Dalam hal ini, Bunda bisa mulai memperhatikan tanda perkembangannya, bahkan sejak ia baru berusia beberapa minggu atau bulan.
"Ada beberapa tahapan penting yang dapat kita lacak sejak dini, sekitar beberapa minggu hingga tiga atau empat bulan," ujar Kerry.
Salah satu tahap penting ialah saat bayi sering berada dalam posisi tengkurap. Meski tak semua bayi menyukainya, posisi ini membantu menguatkan kepala, lengan, dan tubuh bagian atas sebelum mereka mulai menopang berat badannya.
Seiring waktu, bayi akan mulai meraih benda, menggenggam, lalu mencoba menahan tubuhnya sendiri. Rasa ingin tahu terhadap sekitarnya bikin Si Kecil terdorong bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga akhirnya siap merangkak.
Gaya dan tahapan bayi merangkak
Perlu kita ketahui bahwa setiap bayi memiliki 'gaya merangkak' yang berbeda-beda, Bunda. Hal ini wajar saja karena kemampuan dan kesiapan fisik mereka memang tidak sama.
Bunda mungkin mulai bisa mengenali gaya merangkak Si Kecil dari cara ia bergerak sehari-harinya. Ada yang bergerak perlahan, ada juga yang terlihat begitu cepat.
Selain itu, terdapat juga gaya dan tahapan bayi saat merangkak:
- Merangkak ala komando
- Gerakan gelandangan
- Merangkak dengan perut
- Gerakan seperti cacing
- Bergerak menyamping seperti kepiting
- Merangkak mundur
Seperti halnya orang dewasa yang punya cara jalan berbeda-beda, bayi pun juga begitu saat belajar merangkak, Bunda. Kekuatan otot dan cara mereka mengoordinasikan tubuhnya menjadi alasan mengapa cara bergerak setiap bayi tak pernah sama.
Apa yang harus dilakukan jika bayi belum bisa merangkak?
|
|
Jangan khawatir ya Bunda kalau bayi belum bisa merangkak. Lalu, apa yang harus orang tua lakukan kalau Si Kecil belum mencapai dalam tahap ini?
Bunda cukup perhatikan saja gerakan lain yang sudah bisa dilakukan bayi, seperti mengayun tubuh atau menyeret kakinya saat ingin berpindah tempat.
Apabila setelah usia 12 bulan perkembangannya terasa lambat, ada baiknya Bunda membicarakan hal ini dengan petugas kesehatan atau dokter anak. Nantinya, petugas kesehatan dapat mengamati secara langsung perkembangan Si Kecil.
Lalu, apakah bayi yang terlambat merangkak juga akan terlambat berjalan? Jawabannya adalah tidak, Bunda. Banyak bayi yang tidak merangkak justru bisa langsung belajar berdiri dan berjalan.
Cara membantu bayi belajar merangkak
Selain menunggu perkembangan Si Kecil, adakah cara yang bisa orang tua lakukan untuk memberikan stimulasi yang tepat? Dalam hal ini, Bunda bisa mulai dengan menjadi contoh langsung untuk bayi.
Bunda bisa ikut untuk duduk bersama dan mengajaknya bermain, tunjukkan gerakan yang sederhana supaya bayi tertarik untuk meniru. Kebiasaan bermain seperti ini juga akan membuat Si Kecil mencoba mengangkat badannya sendiri, Bunda.
Selain itu, pastikan area bermain benar-benar aman, bersih, dan tidak licin. Perhatikan juga pakaian yang dikenakan Si Kecil saat belajar merangkak, ya.
Bunda bisa pilih pakaian yang lembut dan longgar supaya gerakannya tidak terhambat dan tetap nyaman.
Itulah ulasan mengenai bayi 8 bulan yang belum bisa merangkak dan hal-hal yang bisa Bunda lakukan untuk mendukung perkembangannya. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Jalur Alternatif Bagi Orang Tua yang Terlambat Mendaftarkan Sekolah Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Alasan Bayi Suka Menggeleng ke Depan dan ke Belakang, Jadi Cara Berkomunikasi Bun
Perkembangan Menakjubkan Bayi 7 Bulan, Sudah Bisa Apa Saja?
Mengenal Keterampilan Motorik pada Perkembangan Bayi 1 Bulan
7 Manfaat Bayi Bermain Cermin, Rangsang Kemampuan Bahasa Hingga Emosi
TERPOPULER
Romantis! 5 Potret Joanna Alexandra Dilamar Immanuel Christover saat Dinner
Kisah Awal Mula Lionel Abraham Jadi Model Cilik hingga Juarai Ajang Modeling di Korea
Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia & Sanksi Bila Upah di Bawah Standar Minimum
7 Kebiasaan Orang yang Kurang Mandiri Sejak Kecil
Darah Menstruasi Encer Apakah Tanda Hamil? Simak Faktanya
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Romantis! 5 Potret Joanna Alexandra Dilamar Immanuel Christover saat Dinner
Kisah Awal Mula Lionel Abraham Jadi Model Cilik hingga Juarai Ajang Modeling di Korea
Daftar UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia & Sanksi Bila Upah di Bawah Standar Minimum
Darah Menstruasi Encer Apakah Tanda Hamil? Simak Faktanya
9 Tanda Masalah Kesehatan Anak Lewat Bentuk dan Warna Kuku
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Tak Ingin Ada Korban Ancaman Lagi, Aurelie Moeremans Enggan Repost Dukungan
-
Beautynesia
5 Perilaku di Medsos yang Bikin Kamu Tidak Disukai di Kehidupan Nyata, Menurut Ilmu Psikologi
-
Female Daily
Bakal Trending di 2026, Ini 4 Fakta tentang Kandungan Skincare Exosome
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Nikita Willy Umrah Bareng Keluarga, Wajahnya Bikin Adem Berbalut Hijab
-
Mommies Daily
Sering Dianggap Sama, Apa Beda Childfree dan Childless?