HaiBunda

PARENTING

Kumpulan Kisah Nabi Muhammad Lengkap dan Mukjizatnya untuk Diajarkan ke Anak

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Selasa, 13 Jan 2026 18:50 WIB
Kisha Nabi Muhammad Isra Miraj/ Foto: Getty Images/wongmbatuloyo

Bunda, mengenalkan kisah Nabi Muhammad sejak dini adalah langkah berharga untuk menanamkan nilai iman dan akhlak mulia kepada Si Kecil. Kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dapat menjadi teladan yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Melalui kisah Nabi Muhammad, anak akan belajar tentang kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk karakter anak sejak usianya yang masih kecil.

Dalam artikel ini, Bubun akan menghadirkan kisah Nabi Muhammad SAW yang lengkap dan disampaikan dengan bahasa yang ringan, tentunya cerita ini akan penuh makna. Setiap kisah dirancang agar mudah diceritakan kembali oleh Bunda untuk Si Kecil.


Tak hanya kisah kehidupan, ada juga pembahasan mukjizat dalam kisah Nabi Muhammad juga dapat menumbuhkan rasa kagum dan cinta anak kepada Rasulullah. Semoga bacaan ini menjadi sarana belajar yang hangat dan bermakna di rumah.

Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW: 1. Lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah

Mengutip dari buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad tulisan Moenawar Chalil yang dilansir dari laman detikcom, mayoritas menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Kota Makkah. Dalam kalender masehi, tahun Gajah ini bertepatan dengan 570 atau 571 Masehi.

Penamaan tahun Gajah disebabkan karena adanya peristiwa berupa pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, seorang Gubernur Jenderal Najasyi Habasyah di Yaman, yang ingin menghancurkan Ka'bah. Peristiwa tersebut terjadi 50 hari sebelum Rasulullah SAW lahir. Namun, atas izin Allah, pasukan gajah Abrahah gagal menghancurkan Ka'bah.

Dikisahkan dalam buku Kisah Teladan 25 Nabi & Rasul karya ifsya Hamasah, Rasulullah SAW dilahirkan oleh Aminah binti Wahab dalam keadaan yatim atau tanpa ayah. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, telah wafat dalam kondisi Aminah mengandung Nabi Muhammad di usia kehamilan dua bulan.

Menurut buku Sirah Nabawiyah-Ibnu Hisyam karya Ibnu Hisyam, Aminah segera mengirim kabar kepada Abdul Muthalib tentang kelahiran cucunya. Mendengar berita itu, sang kakek merasa sangat bahagia dan penuh syukur.

Menurut para sejarawan, Abdul Muthalib kemudian membawa bayi Muhammad ke Ka'bah untuk memanjatkan doa-doa serta mengucap rasa terima kasih kepada Allah. Setelah itu, beliau mempercayakan Muhammad kecil kepada seorang perempuan dari Bani Sa’ad bernama Halimah As-Sa'adiyah binti Abi Dzuaib sebagai ibu susuan.

Dikisahkan pula bahwa rombongan Halimah yang datang ke Makkah awalnya enggan menerima Muhammad sebagai anak susuan. Mereka menilai bayi yatim tidak akan memberikan balasan yang diharapkan karena tidak memiliki ayah.

Berbeda dengan yang lain, Halimah justru mantap memilih menyusui Nabi Muhammad meski tanpa imbalan yang jelas. Ia bersama suaminya pun membawa bayi tersebut pulang ke perkampungan Bani Sa’ad.

Nabi Muhammad kemudian tumbuh dan tinggal bersama Halimah selama sekitar empat tahun di dusun Bani Sa'ad. Tradisi menyusukan anak ke desa memang lazim dilakukan masyarakat Arab kala itu agar anak dibesarkan di lingkungan yang sehat dan alami.

Kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW yang singkat dan lengkap

Masa kecil Nabi Muhammad SAW dihabiskan di perkampungan Bani Sa'ad. Bani Sa'ad merupakan daerah perkampungan yang dikenal sangat kering dan gersang. Akan tetapi, keadaan di desa tersebut berubah menjadi sangat subur setelah Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Halimah As-Sa’diyah binti Abi Dzuaib.

Tak hanya tanah yang menjadi sangat subur di desa tersebut, Kambing-kambing di sana pun menghasilkan susu lebih banyak. Dengan demikian, kehadiran Nabi Muhammad SAW di desa tersebut membawa keberkahan bagi para penduduk di desa Bani Sa'ad.

Mengutip dari Sirah Nabawiyah oleh Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarakpuri, masa penyusuan Nabi Muhammad SAW sebenarnya telah selesai sehingga beliau seharusnya kembali ke keluarganya. Namun, Halimah As-Sa’diyah memohon izin kepada Aminah agar dapat merawat beliau lebih lama.

Halimah merasakan perubahan besar dalam kehidupan keluarganya sejak Nabi Muhammad SAW tinggal bersama mereka. Berbagai kemudahan dan keberkahan membuat Aminah akhirnya mengabulkan permintaan tersebut.

Kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW: Saat dadanya dibelah

Bunda, Nabi Muhammad SAW telah melalui berbagai macam peristiwa dalam hidupnya. Salah satu kisah yang bisa diceritakan adalah kisah masa kecil Nabi Muhammad saat dadanya dibelah.

Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW kecil sedang bermain dan menggembala kambing bersama anak-anak Halimah di sekitar tempat tinggal mereka. Saat itu, anak-anak Halimah pergi meninggalkannya sejenak untuk mengambil makanan.

Tiba-tiba, dua sosok berpakaian putih mendatangi Nabi Muhammad SAW dan membawanya ke tempat yang agak jauh. Peristiwa itu terjadi ketika beliau berada seorang diri tanpa teman bermain.

Ketika anak-anak Halimah kembali, Nabi Muhammad SAW tidak lagi terlihat di tempat semula. Mereka menyaksikan kejadian luar biasa dan segera berlari pulang untuk memberi tahu Halimah serta suaminya.

Halimah dan suaminya pun bergegas mencari Nabi Muhammad SAW hingga menemukannya duduk sendirian di suatu tempat. Saat ditanya, beliau menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya dengan tenang.

Dua sosok berpakaian putih tersebut adalah Malaikat Jibril yang melakukan pembersihan hati Nabi Muhammad SAW. Dada beliau dibelah, hatinya dibersihkan dengan air zam-zam dalam bejana emas, lalu dikembalikan seperti semula.

Peristiwa pembersihan hati ini terjadi beberapa kali dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan menjadi yang pertama sebelum Isra Mi'raj. Makna dari peristwa ini adalah kelapangan dada, yaitu kesiapan menerima kebenaran, hikmah, dan kebijaksanaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surat Taha ayat 25 dan Az-Zumar ayat 22.

Kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW: Saat ibu dan kakek wafat

Pada usia sekitar lima tahun, Nabi Muhammad SAW kembali tinggal di rumah bersama ibunda dan kakeknya. Masa kebersamaan itu tidak berlangsung lama karena setahun kemudian Nabi Muhammad menghadapi ujian besar.

Saat berusia enam tahun, Nabi Muhammad SAW ditinggal wafat ibundanya, Siti Aminah, setelah melakukan perjalanan ziarah ke makam Abdullah. Aminah jatuh sakit di perjalanan dan dimakamkan di sebuah wilayah bernama Abwa’.

Setelah kepergian sang ibu, Nabi Muhammad SAW kembali ke Makkah ditemani Ummu Aiman yang setia merawatnya. Sosok Ummu Aiman kelak menjadi orang terdekat yang diperlakukan seperti keluarga sendiri.

Seusai wafatnya Siti Aminah, pengasuhan Nabi Muhammad SAW beralih kepada kakeknya, Abdul Muthalib. Sang kakek memberikan perhatian khusus dan mencurahkan kasih sayang yang mendalam kepada cucunya.

Di usia yang sangat belia, Nabi Muhammad SAW harus menjalani hidup tanpa ayah dan ibu. Kondisi ini membuat Abdul Muthalib merawat beliau sepenuh hati dan melindunginya dengan penuh cinta.

Nabi Muhammad SAW tumbuh dalam suasana hangat bersama Abdul Muthalib dan Ummu Aiman. Namun kebahagiaan itu kembali terhenti ketika Abdul Muthalib wafat saat beliau berusia sekitar delapan tahun.

Setelah itu, tanggung jawab pengasuhan Nabi Muhammad SAW diteruskan oleh pamannya, Abu Thalib, sesuai wasiat sang kakek. Dalam asuhan pamannya inilah, tanda-tanda keistimewaan beliau mulai dikenali hingga kelak diutus sebagai Rasul Allah SWT.

Kisah Nabi Muhammad dalam memperjuangkan Islam

Tak hanya kisah kelahiran dan kisah masa kecilnya saja yang penuh makna dan teladan, kisah Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan agama Islam juga tak luput dari perhatian para umat Islam. Kisah perjuangan Nabi Muhammad ini bisa Bunda ceritakan juga kepada Si Kecil di rumah.

Perjuangan Nabi Muhammad dalam berdakwah untuk menyebarkan agama Islam tidaklah mudah. Dalam perjuangannya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah luput dari berbagai penolakan kaum kafir. Para kaum tersebut tidak akan sungkan untuk mengejek, menyiksa, hingga berusaha membunuh Nabi Muhammad SAW dan para umat Islam lainnya.

Diceritakan dalam buku berjudul Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam karya Murodi, kaum kafir Quraisy pada saat itu menganggap bahwa ajaran yang dibawa oleh Rasulullah tidak berdasar dan tidak jelas. Mereka berpikir bahwa apa yang dikerjakan dan ditinggalkan oleh nenek moyang mereka tidak boleh ditinggalkan, sehingga mereka tidak peduli dan menentang dakwah Nabi Muhammad SAW.

Salah satu yang dilakukan oleh pimpinan Kaum Quraisy untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad SAW adalah memberi tawaran kepada Abu Thalib untuk mengganti Rasulullah SAW dengan seorang pemuda bernama Amrah Ibn Al-Walid Al-Mughirah yang seusia dengan beliau agar bisa membunuh keponakannya, Nabi Muhammad SAW.

Abu Thalib pun menanggapi tawaran tersebut dengan keras dan lantang bahwa ia menolak tawaran tersebut. Abu Thalib juga mengajak keluarga Bani Hasyim agar mau membantu untuk melindungi Nabi Muhammad SAW.

Setelah berlangsung sekitar tiga tahun, masa pemboikotan yang menyulitkan umat Islam akhirnya berakhir. Hal ini terjadi ketika beberapa tokoh Quraisy yang masih menjunjung nilai kemanusiaan dan memiliki ikatan keluarga dengan Bani Hasyim serta Bani Muthalib merusak piagam pemboikotan tersebut.

Seiring membaiknya keadaan kaum Muslimin, Nabi Muhammad SAW kembali melanjutkan misi dakwah Islam. Beliau mengarahkan sebagian sahabat untuk berhijrah ke Habasyah, sementara Rasulullah SAW tetap berada di Makkah guna menyusun langkah terbaik demi kelangsungan dakwah.

Kisah Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Sebagai nabi terakhir pilihan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW tentunya juga memiliki berbagai mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT. Berikut ini adalah tiga kisah Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan berbagai mukjizat, mulai dari turunnya kitab suci Al-Quran hingga bisa membelah bulan. Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda!

Cerita Nabi Muhammad singkat tentang mukjizat: Kitab suci Al-Quran

Umat Islam pasti mengetahui kitab suci Al-Quran. Kitab yang dibaca sehari-hari oleh kaum Muslimin/Muslimat ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.

Mengutip dari detikcom, Al-Quran merupakan mukjizat terbesar dan menjadi kitab suci umat Muslim yang diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril sebagai perantaranya. Kitab suci Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surah, dan lebih dari 6000 ayat.

Hal ini telah tercantum dalam firman Allah di surah Al Baqarah ayat 23 bahwa Al Quran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Rasulullah SAW.

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." Surah Al Baqarah ayat 23.

Peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW dikenal dengan istilah Nuzulul Quran. Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Ayat pertama dalam Al-Quran yang turun adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5. Hal ini juga sebagai tanda bahwa kenabian Nabi Muhammad SAW telah dimulai.

Kisah keajaiban mukjizat Nabi Muhammad SAW dari Allah: Peristiwa Isra Mi'raj

Kisah selanjutnya berdasarkan peristiwa yang pernah dialami oleh Nabi Muhammad adalah peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa Isra Mi'raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena Rasulullah diangkat ke langit dan mendapatkan perintah salat.

Dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama, Isra Mi'raj merupakan peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Masjidil Aqsa. Dalam peristiwa tersebut, beliau diangkat ke langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu bagi para umat Muslim.

Peristiwa Isra Miraj berlangsung pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, ketika Nabi Muhammad SAW sedang berada di tempat peristirahatannya. Pada saat itu, Malaikat Jibril bersama Mikail dan Israfil datang menghampiri beliau.

Nabi Muhammad SAW kemudian dibawa menuju Sumur Zam-zam untuk disucikan. Para malaikat membersihkan dada beliau dengan air Zam-zam sebelum memulai perjalanan agung tersebut.

Setelah proses penyucian, Nabi Muhammad SAW menaiki Buraq menuju Baitul Maqdis dan melanjutkan perjalanan hingga Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan Mi'raj, beliau menyaksikan berbagai peristiwa luar biasa yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Salah satu yang dilihat Nabi adalah sekelompok orang yang kepala mereka hancur lalu kembali utuh berulang kali sebagai balasan atas kelalaian salat. Beliau juga menyaksikan kaum lain yang memakan rumput serta tumbuhan menyakitkan sebagai akibat dari perbuatan buruk semasa hidup.

Peristiwa ini memang sulit diterima oleh nalar manusia biasa. Bahkan pada saat itu, banyak orang yang tak percaya dan mencemooh Rasulullah SAW saat beliau menyampaikan kejadian yang dialaminya. Orang yang langsung mempercayai cerita Rasulullah terkait peristiwa Isra Mi'raj hanya Abu Bakar.

Kisah mukjizat Nabi Muhammad SAW singkat: Membelah bulan

Nabi Muhammad SAW menerima berbagai mukjizat dari Allah SWT sepanjang masa kenabiannya, salah satunya adalah peristiwa terbelahnya bulan. Mukjizat ini bahkan disebutkan dalam Al-Quran sebagai bukti kebenaran risalah beliau.

Kisah ini diceritakan bermula ketika Abu Jahal mengundang Habib ibn Malik, seorang penguasa dari wilayah Syam, untuk datang ke Makkah. Habib pun berangkat bersama ribuan pasukan berkuda dan disambut meriah oleh para pemuka Quraisy dengan berbagai hadiah.

Dalam pertemuan tersebut, Habib menanyakan sosok Nabi Muhammad SAW, namun Abu Jahal berusaha mengalihkan pembicaraan dan menjelekkan beliau. Para pembesar Quraisy mengakui bahwa Muhammad dikenal jujur sejak kecil, tetapi menuduh beliau membawa ajaran yang bertentangan dengan keyakinan mereka.

Habib kemudian meminta agar Nabi Muhammad SAW dihadirkan, baik secara sukarela maupun dengan paksaan. Rasulullah SAW pun datang tanpa rasa gentar, ditemani Abu Bakar dan Khadijah, hingga kehadiran beliau membuat Habib terdiam karena cahaya wajahnya.

Habib lalu menantang Rasulullah SAW untuk menunjukkan mukjizat dengan membuat bulan turun, terbelah, lalu kembali bersatu dan bersaksi atas kerasulan beliau. Nabi Muhammad SAW menunaikan salat dan berdoa, hingga Jibril menyampaikan wahyu bahwa Allah telah menundukkan matahari dan bulan.

Saat matahari terbenam dan bulan purnama muncul, Rasulullah SAW memberi isyarat dengan jarinya hingga bulan terbelah dua dan kemudian menyatu kembali. Meski peristiwa luar biasa itu terjadi di hadapan mereka, Abu Jahal dan pengikutnya tetap menuduhnya sebagai sihir dan menolak untuk beriman.

Kisah singkat Nabi Muhammad dan pengemis buta

Bunda juga bisa menceritakan kisah singkat Nabi Muhammad SAW yang bertemu dan dihina pengemis buta kepada Si Kecil. Kisah yang satu ini juga bisa dijadikan teladan yang dapat diterapkan di kehidupan.

Kisah ini bermula di sebuah sudut pasar Madinah, terdapat seorang pengemis buta beragama Yahudi yang kerap melontarkan kebencian saat nama Muhammad disebut. Ia menuduh Nabi Muhammad sebagai sosok berbahaya dan mengingatkan orang lain agar menjauhinya.

Rasulullah SAW sama sekali tidak membalas hinaan tersebut dengan amarah atau kebencian. Setiap pagi, beliau justru datang dengan penuh kasih untuk menyuapi pengemis buta itu dengan lembut.

Kebaikan itu terus dilakukan tanpa pernah memperkenalkan jati dirinya. Pengemis tersebut tidak menyadari bahwa orang yang ia cela setiap hari adalah sosok yang selalu memberinya makan.

Setelah Rasulullah wafat, kebiasaan itu terhenti hingga Abu Bakar bin Shiddiq datang menggantikannya atas petunjuk Aisyah RA. Ketika menyadari perbedaan perlakuan, pengemis itu akhirnya mengetahui bahwa orang yang selama ini menolongnya adalah Nabi Muhammad SAW.

Mendengar kenyataan tersebut, hati pengemis itu tersentuh dan ia pun menyesali sikapnya selama ini. Kisah ini menunjukkan kelembutan akhlak Rasulullah yang membuat banyak orang tertarik pada Islam melalui keteladanan, bukan paksaan.

Cerita Nabi Muhammad SAW berdagang di Negeri Syam

Sejak kecil, Rasulullah SAW telah menunjukkan keteguhan hidup meski tumbuh dalam keadaan yatim piatu. Salah satu pelajaran penting dari kisah beliau adalah kegigihan dan semangat bekerja yang mulai terasah melalui dunia perdagangan.

Awal perjalanan dagang Rasulullah SAW terjadi saat beliau berada di bawah asuhan pamannya, Abu Thalib, seorang pedagang terpandang di Makkah. Beliau ikut serta dalam kafilah dagang ke Syiria pada usia muda, sebuah pengalaman berharga yang membentuk karakter dan wawasannya.

Kepribadian Rasulullah SAW dikenal rajin, percaya diri, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap urusan. Karena sikap itulah, masyarakat Makkah menjulukinya sebagai pribadi yang dapat dipercaya dan selalu berkata benar.

Ketika dewasa, Rasulullah SAW memilih berdagang secara mandiri untuk meringankan beban pamannya. Reputasi dan integritas yang beliau bangun kemudian mempertemukannya dengan Khadijah, hingga beliau dipercaya menjalankan perjalanan dagang ke berbagai wilayah.

Kisah Nabi Muhammad SAW dalam perjuangannya menyebarkan Islam

Kisah Nabi Muhammad SAW selanjutnya yang tak kalah menarik dan sarat akan teladan adalah kisah perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam. Dalam menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad SAW tentunya dihadapkan dengan sejumlah masalah dan tentunya tidak mudah.

Dalam menyebarkan agama Islam, beliau melakukan dakwah di penjuru tempat, termasuk Kota Makkah dan Madinah. Menurut buku Mengapa Islam Memerintahkan Berperang karya Muhammad Reza Rahadian yang dikutip dari detikcom, periode dakwah Rasulullah di Kota Makkah khusus untuk dakwah tauhid, yang menegaskan untuk beribadah hanya kepada Allah SWT. Sedangkan dakwahnya di Kota Madinah, beliau lebih mengajarkan ilmu-ilmu lain seperti fiqih muamalah dan fiqih As-Syiar.

Nabi Muhammad SAW memulai periode dakwahnya di Makkah dengan sembunyi-sembunyi. Hal ini dikarenakan agar dakwahnya tidak diketahui oleh penduduk asli Kota Makkah.

Lama-kelamaan, dakwah yang disyiarkan oleh Nabi Muhammad SAW pada saat itu dapat diterima. Bahkan orang-orang yang pertama kali menerima dakwah dan ajaran Nabi Muhammad dikenal dengan Assabiqunal Awwalaun, yang berarti orang pertama yang masuk Islam.

Nabi Muhammad SAW mulai melakukan dakwah secara terang-terangan di Kota Madinah. Dalam buku Pendidikan Agama Islam yang disusun oleh Bachrul Ilmy, terdapat empat cara berdakwah yang dilakukan oleh Rasulullah selama dI Kota Madinah.

Bentuk dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah saat di Kota Madinah adalah membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi di Madinah, mempersaudarakan sesama umat Muslim (kaum Anshar dan kaum Muhajirin), serta membangun ekonomi dengan mendirikan pasar.

Melalui kisah ini, kita dapat mengambil makna bahwa sesuatu yang dilakukan secara bertahap yang disertai dengan kesabaran, maka kita akan mendapatkan hasil akhir yang manis. Seperti cara Rasulullah yang memulai dakwah secara diam-diam, tetapi semua itu terbayarkan karena banyak yang mau mengikuti ajarannya untuk menyembah Allah SWT.

Kisah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah

Hijrah merupakan salah satu peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rabiul Awal, ketika umat Islam meninggalkan Makkah menuju Madinah. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan langkah cerdas untuk melindungi dakwah Islam dari tekanan kaum Quraisy.

Melalui hijrah, umat Islam mulai membangun tatanan kehidupan yang lebih aman dan terorganisir. Di Madinah, Rasulullah SAW bersama para sahabat membentuk masyarakat yang kokoh dengan landasan iman dan persaudaraan.

Dari Madinah pula ajaran Islam berkembang dengan cepat ke berbagai penjuru. Karena peran besarnya dalam sejarah, peristiwa hijrah dijadikan sebagai awal penanggalan hijriah dan simbol pengorbanan dalam menegakkan agama Allah.

Cerita Nabi Muhammad singkat saat membangun Kota Madinah

Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Kota Makkah ke Kota Madinah, beliau pun turut membangun Kota Madinah menjadi lebih baik. Pembangunan ini terjadi sejak awal Nabi Muhammad dan para pengikutnya hijrah.

Nabi Muhammad SAW mengalami kesulitan saat melakukan proses pembangunan di Kota Madinah. Rasulullah SAW menjumpai tantangan dari kaum-kaum yang tinggal di Madinah.

Dikutip dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri yang diterjemahkan Karthur Suhardi, Rasulullah menanggung tanggung jawab untuk melakukan perbaikan dan melakukan pembangunan umat Muslim di Kota Madinah. Pada saat itu, kondisi Kota Madinah masih belum stabil.

Rasulullah SAW pun melakukan berbagai macam cara untuk membangun Kota Madinah menjadi lebih baik. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Rasulullah di antaranya ada membangun Masjid Nabawi, Mempersaudarakan sesama Muslim (kaum Muhajirin dan kaum Anshar), menetapkan perjanjian dengan orang Yahudi.

Kisah Nabi Muhammad tentang kesabaran

Nabi Muhammad SAW merupakan utusan sekaligus kekasih Allah SWT yang hidupnya dipenuhi berbagai ujian. Setiap cobaan tersebut justru menjadi teladan berharga bagi umat Islam hingga kini.

Beliau lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal di Tahun Gajah di Kota Mekah sebagai penutup para nabi. Sejak kelahirannya, Nabi Muhammad telah merasakan ujian berat karena terlahir tanpa sosok ayah.

Pada masa kecilnya, Nabi Muhammad diasuh oleh ibu susuannya, Halimah binti Abu Dzuaib, sebelum kembali tinggal bersama ibunya dan kakeknya. Setelah ibunya wafat, beliau diasuh oleh Abdul Muthalib hingga usia delapan tahun sebelum kembali kehilangan sang kakek tercinta.

Ujian berat juga dialami Nabi Muhammad saat berdakwah, salah satunya ketika beliau pergi ke Thaif dalam keadaan berduka. Meski mendapat penolakan, hinaan, dan perlakuan kasar, Rasulullah tetap bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

Hikmah cerita dari kisah teladan Nabi Muhammad SAW untuk diajarkan kepada anak

Dari berbagai kisah teladan Nabi Muhammad SAW di atas, Bunda bisa mengajarkan kepada Si Kecil tentang banyak hal. Salah satunya berupa mengajarkan tentang arti kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Nabi Muhammad SAW tetap berbuat baik meskipun selalu diuji. Dengan demikian, anak bisa belajar untuk tidak mudah marah atau menyerah.

Kisah Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan anak tentang keikhlasan dan kepercayaan kepada Allah SWT. Bunda bisa menanamkan bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya jika dijalani dengan hati yang tenang.

Selain itu, teladan NabI Muhammad SAW juga menunjukkan pentingnya bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama. Nilai ini dapat Bunda ajarkan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan berakhlak mulia.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Peristiwa Besar dalam Sejarah Islam

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mirip AC, Ini 9 Tanaman yang Bisa Mendinginkan Ruangan

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Mahalini & Rizky Febian Ajak Anak ke Maroko, Baby Selina Happy Lihat Unta

Parenting Annisa Karnesyia

5 Potret Wajah Tampan Rasheed Putra Nabila Syakieb yang Jarang Tersorot

Parenting Nadhifa Fitrina

Penampilan Terbaru Annisa Pohan Curi Perhatian, Intip Potretnya saat Dampingi Suami

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cerita Dongeng Persahabatan Gajah dan Tikus Penuh Makna Sebelum Tidur

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Mahalini & Rizky Febian Ajak Anak ke Maroko, Baby Selina Happy Lihat Unta

Mirip AC, Ini 9 Tanaman yang Bisa Mendinginkan Ruangan

Cerita Dongeng Persahabatan Gajah dan Tikus Penuh Makna Sebelum Tidur

5 Potret Wajah Tampan Rasheed Putra Nabila Syakieb yang Jarang Tersorot

Ketahui Cara Mengurangi Rasa Sakit saat BAB Pasca Operasi Caesar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK