HaiBunda

PARENTING

9 Tanda Anak Alami Child Grooming, Modus Pelecehan yang Jarang Disadari

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 16 Jan 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Anak Alami Child Grooming/Foto: iStock
Jakarta -

Belakangan ini, istilah child grooming kembali ramai diperbincangkan setelah terungkap kisah seorang aktris bernama Aurelie Moeremans yang pernah mengalaminya di masa lalu.

Peristiwa ini membuat banyak orang tersadar bahwa ancaman tersebut bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak, Bunda. Ya, setiap anak berhak tumbuh dengan rasa aman tanpa bayang-bayang pelecehan.

Namun di masa pertumbuhannnya, anak masih sangat bergantung pada arahan dari orang tuanya, terutama dari Bunda. Di fase ini, anak belum sepenuhnya mampu memahami risiko dari setiap keputusannya.


Di usia yang masih labil, anak kerap belum memahami mana perhatian yang wajar dan mana yang berbahaya. Perasaan senang bisa saja muncul karena bujuk rayu yang diberikan pada anak atau sikap manis yang terlihat tulus.

Kondisi yang memanfaatkan situasi seperti ini dikenal juga dengan istilah child grooming. Lalu, apa ya arti dari istilah yang satu ini?

Apa itu child grooming?

Child grooming adalah perilaku di mana seseorang menjalin hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan membangun ikatan emosional dengan anak, sehingga pelaku bisa memengaruhi anak untuk melakukan hal-hal sesuai keinginannya, termasuk tindakan pelecehan.

Dilansir dari Psychology Today, grooming bisa dipahami sebagai cara halus yang dilakukan seseorang untuk mendekati anak sebelum melakukan pelecehan seksual. Hal ini tidak selalu terlihat jelas sehingga kerap luput dari perhatian.

Menilik dari laman Raising Children Network, proses ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Lebih lanjut, pelaku akan membangun hubungan saling percaya dengan anak supaya bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Mereka mulai membiasakan anak dengan kontak fisik, misalnya berpelukan atau menggelitik.

Selain itu, pelaku juga kadang memperkenalkan topik seksual agar anak terbiasa dengan hal ini. Setelah itu, pelaku mungkin terus memanipulasi supaya anak tidak menceritakan kejadian tersebut, Bunda.

Dikutip dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta, bahwa berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, pelaku grooming biasanya orang dewasa, baik yang sudah dikenal maupun orang asing.

Mereka sering mendekati anak yang terlihat memiliki 'kekosongan', seperti kurang perhatian dari orang tuanya atau kesulitan dalam bersosialisasi. Awalnya, bentuknya sederhana, misalnya menanyakan kabar, memberikan perhatian kecil seperti, "Kamu sudah makan?" atau "Pulang sekolah pasti lelah ya".

Dari situ, pelaku perlahan akan membangun hubungan hingga mulai melakukan sentuhan dengan dalih 'kasih sayang'. Lama-kelamaan, anak pun akan bergantung pada pelaku dan sulit melepaskan dirinya, Bunda.

Tanda anak mengalami child grooming, modus pelecehan yang jarang disadari

Setelah kita pahami apa istilah dari child grooming, penting juga untuk kenali tanda-tandanya. Beberapa tanda pelecehan seksual pada anak kadang terlihat seperti interaksi biasa antara orang dewasa dan anak.

Karena itu, pelecehan ini kerap sulit dikenali, Bunda. Simak penjelasan selengkapnya dikutip dari Raising Children Network dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta.

1. Sering membicarakan orang dewasa

Perhatikan kalau anak sering menyebut orang dewasa tertentu atau ingin selalu menghabiskan waktu dengan mereka. Kadang, anak juga ingin bertemu sendirian, yang sebaiknya perlu Bunda dan Ayah waspadai.

2. Menjalin hubungan dengan orang yang jauh lebih tua

Anak yang mulai dekat dengan orang yang jauh lebih tua dari usianya bisa menjadi tanda ya, Bunda. Hubungan ini kadang tampak seperti perhatian biasa, tapi bisa jadi salah satu modus pelecehan.

3. Sering bolos sekolah

Perubahan perilaku sekolah juga bisa menjadi tanda. Jika anak sering bolos atau tiba-tiba tidak ikut kegiatan olahraga, Bunda perlu bertanya dengan baik-baik kepada mereka.

4. Mengubah circle pertemanan

Kalau anak tiba-tiba jarang main dengan teman lama atau punya kelompok pertemanan yang baru, itu bisa jadi tanda ada yang memengaruhinya. Biasanya perubahan seperti ini enggak terjadi begitu saja tanpa alasan.

5. Lebih banyak menghabiskan waktu sendiri

Bunda mungkin melihat anak lebih sering menyendiri di kamar. Perubahan ini bisa menjadi tanda kalau anak mulai menarik diri dari teman atau orang di sekitarnya.

6. Menerima hadiah tanpa alasan yang jelas

Anak yang menerima hadiah baru atau barang elektronik tanpa asal-usul jelas bisa jadi dirinya sedang dimanipulasi. Mereka pun sering enggan menceritakan dari mana hadiah itu berasal.

7. Tidak mau membicarakan kegiatan sehari-hari

Jika anak berhenti bercerita tentang hari mereka atau berbohong tentang kegiatannya, hal ini patut dicurigai ya. Anak korban pelecehan biasanya tak ingin memberi tahu orang tuanya tentang interaksi mereka.

8. Terlalu fokus pada gadget

Perhatikan apabila anak tiba-tiba sangat asyik dengan gadget. Fokus yang berlebihan ini sering kali menjadi cara pelaku mengontrol komunikasi anak dengan dunia luar.

9. Penurunan prestasi akademik

Anak yang mengalami penurunan nilai atau prestasi sekolah bisa menjadi sinyal mereka mengalami pelecehan, Bunda. Hal ini juga sering muncul bersamaan dengan tanda-tanda lain yang sudah disebutkan.

Apa yang orang tua bisa lakukan?

Perlu kita ketahui bersama bahwa peran orang tua sangat penting untuk melindungi anak dari risiko child grooming. Bunda bisa mulai dengan membangun komunikasi yang hangat, sehat, dan terbuka setiap harinya.

Selain itu, awasi aktivitas anak, baik saat bermain di luar maupun saat menggunakan gadget dan media sosial. Perhatian ini membantu Bunda untuk mengetahui dengan siapa saja anak berinteraksi.

Ajarkan anak untuk berani berkata 'tidak' ketika ada perlakuan atau ajakan yang membuatnya tidak nyaman. Jangan langsung percaya pada 'kebaikan' orang asing yang tiba-tiba dekat dengan anak.

Tak hanya orang tua, sekolah juga memiliki peran penting. Edukasi tentang batasan tubuh dan perilaku yang aman bisa membantu mereka mengenali dan melindungi diri dari hal-hal yang tidak pantas.

Itulah beberapa hal terkait berbagai tanda anak mengalami child grooming, modus pelecehan yang sering tidak disadari. Semoga penjelasan ini bisa membantu orang tua untuk lebih aware dan melindungi anak dari risiko tersebut.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tak Pernah TK, Apakah Anak Tetap Bisa Daftar SD?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Seorang Pasien Alami Kerusakan Ginjal Usai Seduh Biji Kopi, Ini Fakta di Baliknya

Mom's Life Natasha Ardiah

8 Bahasa Asing Paling Dicari di Dunia Kerja selain Inggris, Dongkrak Karier

Mom's Life Arina Yulistara

Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Sering Diucapkan Pendengar Baik

Mom's Life Ajeng Pratiwi & Muhammad Prima Fadhilah

9 Tanda Anak Alami Child Grooming, Modus Pelecehan yang Jarang Disadari

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Cerita Dongeng yang Mengajarkan Anak Berbuat Baik, Bisa Dibacakan Sebelum Tidur

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Farida Nurhan Ungkap Rencana Jual Akun YouTube, Harganya Fantastis!

8 Bahasa Asing Paling Dicari di Dunia Kerja selain Inggris, Dongkrak Karier

Kisah Seorang Pasien Alami Kerusakan Ginjal Usai Seduh Biji Kopi, Ini Fakta di Baliknya

10 Cerita Dongeng yang Mengajarkan Anak Berbuat Baik, Bisa Dibacakan Sebelum Tidur

Surat Maryam Ayat 1-11 untuk Program Hamil: Arab, Latin, Arti, Keutamaan & Manfaatnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK