sign up SIGN UP search


parenting

6 Hal yang Bisa Bunda Lakukan untuk Mendorong Si Kecil Berperilaku Jujur

Nanie Wardhani Minggu, 21 Nov 2021 10:05 WIB
Ilustrasi kedekatan anak dan ibu tirinya Ilustrasi mengajarkan anak perilaku jujur/ Foto: iStock

Setiap orang tua mengharapkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berperilaku jujur, dan memiliki karakter yang baik di mata masyarakat. Namun untuk membentuk karakter anak yang seperti itu butuh usaha tidak mudah. Ada berbagai proses dan tahapan yang Ayah dan Bunda perlu lalui untuk mendidik Si Kecil agar menjadi anak yang berperilaku jujur.

Lalu apa saja yang bisa Bunda lakukan untuk membentuk karakter anak menjadi anak yang dapat berkata dan berperilaku jujur? Simak beberapa tipsnya yang kami lansir dari Babycenter berikut ini.

Pada usia 6 tahun, Si Kecil mulai tahu perbedaan antara membuat cerita, berbohong, dan jujur. Pada usia 7 atau 8 tahun, dia sudah bisa dimintai pertanggungjawaban atas kejujurannya. Meski demikian, hal ini belum berarti dia sudah memiliki hati nurani yang berkembang sepenuhnya. Hanya saja Si Kecil harus memahami bahwa dia diharapkan untuk berkata dan bersikap jujur, dan tahu bahwa dia akan menghadapi konsekuensi jika dia tidak melakukannya.


Namun, bukan hal yang aneh jika anak-anak seusia ini takut mengaku, terutama tentang kesalahan mereka sendiri.

"Entah mereka takut akan hukuman atau mereka takut mengecewakan kita," kata Jane Nelsen, penulis seri buku Positive Discipline. Maka, hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah menciptakan lingkungan di mana Si Kecil merasa aman untuk mengatakan yang sebenarnya.

Apa yang bisa Bunda lakukan?

1. Hindari label

Jangan pernah sebut Si Kecil pembohong. Hal itu hanya akan membuatnya defensif, Bunda. Seiring waktu Si Kecil mungkin mulai percaya dan hidup sesuai dengan labelnya.

Alih-alih, beri tahu Si Kecil bahwa Bunda tidak suka kebohongan, tetapi Bunda masih mencintainya apa pun yang dia lakukan. Katakan dengan lembut tapi tegas, "Bunda rasa itu bukan yang sebenarnya, deh. Kadang kita semua takut bicara jujur kalau kita telah melakukan sesuatu yang salah." Ini membuat dia tahu bahwa Bunda tidak menyetujui perilakunya, tetapi juga memberinya kesempatan untuk menjelaskan mengapa dia berbohong. 

2. Jangan bertanya ketika Bunda sudah tahu jawabannya

Jika Bunda yakin Si Kecil belum membersihkan kamarnya, tahan keinginan untuk bertanya, "Sudah bersih-bersih belum?" kata Jerry L. Wyckoff, terapis keluarga dan rekan penulis buku How to Discipline Your Six- to Twelve-Year-Old. "Itu hanya membuat celah untuk kebohongan, dan bagi seorang anak untuk berpikir, 'Saya akan mengambil kesempatan di sini, dan mungkin saya tidak akan ketahuan.'"

Sebaiknya katakan, "Bunda tahu kamu belum membersihkan kamar," atau, lebih baik lagi, "Tolong ajak Bunda ke kamar kamu kalau sudah kamu bersihkan, ya" yang memungkinkan dia tahu bahwa Bunda bermaksud memverifikasi perilaku jujurnya secara langsung.

Sama halnya jika Bunda curiga dengan pernyataan Si Kecil, jangan bertanya, "Ini kamu jujur, enggak?" Pertanyaan itu hanya menciptakan peluang baginya untuk berbohong lagi.

3. Bekerja sama dengan Si Kecil

Jika Bunda curiga Si Kecil sering berbohong untuk menghindari hal-hal seperti tugas sekolah, pelajaran musik, pekerjaan rumah, pelajaran agama, cari cara untuk membuat hidupnya tidak terlalu stres. Misalnya saja, Bunda dapat membatalkan beberapa kegiatan ekstrakurikulernya, lalu berbicaralah dengan Si Kecil.

Ketika Bunda tiba di rumah, hindari kecenderungan alami untuk bertanya, "Ada pekerjaan rumah dari sekolah, nak?" Mulailah dengan pernyataan positif, "Kalau kakak sudah mengerjakan PR, habis itu boleh main game ya." 

4. Hindari menekankan perilaku buruk

Jika Si Kecil mengungkapkan kebenaran tentang sesuatu, cobalah untuk tidak mengatakan hal-hal seperti, "Bunda tahu kamu berbohong. Kamu juga bohong minggu lalu." Mengungkit pelanggaran masa lalu hanya menarik perhatian pada pilihan buruknya, bukan pilihan baiknya. Setelah kebohongan terungkap dan pengakuan dibuat, cukup ucapkan terima kasih kepada Si Kecil karena sudah berperilaku jujur. 

5. Cari tahu mengapa Si Kecil berbohong

Jika Bunda mengetahui bahwa Si Kecil menyontek dalam tes, coba cari tahu alasannya. Alih-alih menceramahinya, dorong Si Kecil untuk mendiskusikan tindakannya. Bunda bisa berkata, "Kayanya kamu takut gagal ujian tadi ya? Kamu takut mengecewakan Bunda kalau gagal?" Bunda akan lebih memahami apa yang memotivasinya, dan kemudian Bunda dan Si Kecil dapat berbicara tentang apa yang seharusnya dia lakukan untuk menyelesaikan ujian itu dengan benar.

6. Pujilah perilaku jujurnya

Ketika Si Kecil sudah berperilaku dan berkata jujur, hadiahi dia dengan pujian. Terutama jika dia ketahuan berbohong di masa lalu, dia akan merasa senang dengan dirinya sendiri ketika dia mendengar Bunda berkata, "Terima kasih telah mengatakan yang sebenarnya. Bunda senang kalau kamu jujur."

Demikian berbagai cara yang bisa Bunda lakukan untuk menerapkan perilaku dan sikap jujur pada Si Kecil. Semoga bermanfaat ya Bunda. 

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!