PARENTING
Ketahui Efek Sunat Terlalu Dini pada Bayi
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 19 Jan 2026 14:50 WIBKini, sunat pada Si Kecil semakin sering menjadi pilihan banyak keluarga. Bicara soal hal ini, adakah efek samping jika sunat dilakukan terlalu dini pada bayi?
Seperti yang kita ketahui bahwa keputusan untuk menyunat anak memang sudah menjadi hal umum di banyak keluarga. Banyak keluarga merasa ini merupakan langkah yang wajar.
Sebagian orang tua, memutuskan untuk menyunat anak sejak dini. Alasannya beragam, mulai dari keyakinan agama hingga tradisi keluarga yang selalu dilakukan turun-temurun.
Meski begitu, tak semua keluarga merasa mudah mengambil keputusan ini. Tak sedikit orang tua yang ingin tahu terkait sunat pada bayi, seperti apakah ada efek samping jika dilakukan sunat terlalu dini?
Apa itu sunat pada bayi?
Sunat merupakan prosedur medis untuk mengangkat kulit yang menutupi ujung penis bayi laki-laki, atau disebut juga dengan kulup. Biasanya ini dilakukan tak lama setelah bayi lahir.
Dahulu, sunat sering dikaitkan dengan kebersihan atau tradisi agama tertentu. Tetapi sekarang, prosedur ini lebih banyak dipandang dari sisi medis dan budaya.
Beberapa organisasi medis, seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan American Urological Association, mendukung sunat dan menyoroti manfaatnya. Namun, mereka tidak mengatakan semua bayi harus disunat.
Menilik dari The Bump, beberapa orang tua ada yang memilih untuk tidak melakukan sunat pada bayinya, sehingga angka sunat sedikit menurun. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahwa dari tahun 1979 sampai 2010, persentase bayi laki-laki yang disunat turun dari 64,5 persen menjadi 58,3 persen.
Angkanya berbeda-beda tergantung wilayah, Bunda. Misalnya lebih tinggi di Timur Laut dan Midwest, tetapi lebih rendah di Barat. Meski begitu, keputusan sunat tetap pribadi dan tergantung pada keputusan keluarga.
Efek terlalu dini sunat pada bayi
Kalau sunat dilakukan terlalu dini, ada efek sampingnya lho, Bunda. Meski sunat termasuk prosedur yang aman, tetap ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan.
Berikut ini penjelasan selengkapnya seperti dikutip dari laman National Health Service (NHS), Kids Health, Healthline, dan berbagai sumber lainnya.
1. Perdarahan
Si Kecil yang disunat terlalu dini bisa mengalami perdarahan, meski biasanya ringan. Bunda perlu memberi tahu dokter jika ada riwayat gangguan pembekuan darah dalam keluarga.
Perdarahan pasca-sunat paling sering terjadi pada bayi dengan kondisi pembekuan darah yang belum terdeteksi. Meski begitu, kebanyakan kasus hanya memerlukan penanganan sederhana dengan kain kasa.
2. Infeksi
Infeksi di area sunat bisa terjadi jika prosedur dilakukan terlalu dini, karena luka bayi masih sangat sensitif. Kondisi ini biasanya muncul saat kulit belum cukup matang untuk sembuh dengan baik.
Dilansir Healthline, komplikasi serius seperti kerusakan penis sangat jarang, hanya sekitar 0,2 persen. Komplikasi ringan, seperti perdarahan atau infeksi, dilaporkan hanya sekitar tiga persen, tapi lebih mungkin terjadi pada Si Kecil yang disunat terlalu dini.
3. Sulit buang air kecil
Beberapa bayi kadang mengalami kesulitan buang air kecil setelah disunat, Bunda. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya luka sunat yang tidak sepenuhnya normal atau infeksi ringan.
Pembengkakan atau iritasi di area sunat kerap membuat bayi merasa tidak nyaman saat pipis. Akibatnya, Si Kecil bisa rewel atau menangis setiap kali buang air kecil.
Jika masalah kesehatan pasca sunat ini tidak membaik dalam beberapa waktu, sebaiknya segera periksakan ke dokter, ya
4. Demam tinggi
Tak jarang, bayi bisa mengalami demam tinggi setelah disunat terlalu dini, Bunda. Demam pasca-sunat menjadi salah satu tanda bahwa luka mungkin belum sembuh dengan baik.
Kalau demam tidak turun dalam beberapa jam atau disertai gejala lain seperti pembengkakan berlebihan, keluarnya nanah, atau perubahan warna kulit, sebaiknya segera bawa ke dokter.
5. Risiko kulup menempel kembali
Adhesi kulup terjadi ketika kulup yang tersisa kembali menempel ke kepala penis setelah penyembuhan. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang disunat terlalu dini. Mengapa bisa demikian?
Penis mungkin tampak seolah-olah 'tertutup' di lemak di pangkalnya, Bunda. Karena posisinya seperti ini, kulit yang tersisa setelah sunat bisa menempel kembali ke kepala penis.
Jika terjadi adhesi kulup, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ringan dan membersihkan area yang menempel.
Bagaimana prosedur sunat pada bayi?
Dikutip dari laman Healthline, sebelum sunat, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Nah, hal terpenting yang perlu diketahui adalah gangguan darah, seperti hemofilia.
Sunat biasanya hanya memakan waktu 10-20 menit. Saat prosedur dimulai, bayi akan berbaring telentang dengan tangan dan kaki ditahan lembut. Anestesi diberikan terlebih dahulu, kemudian dokter segera melakukan sunat.
Metode sunat yang dipilih dokter biasanya memakai penjepit khusus atau sunat klamp untuk menghentikan aliran darah sementara kulup diangkat. Setelah prosedur selesai, Si Kecil akan dipantau sebentar sebelum bisa digendong oleh Bunda.
Demikianlah ulasan seputar efek samping yang bisa muncul jika sunat dilakukan terlalu dini pada bayi, sekaligus informasi terkait prosedurnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Wajib Tahu, Penyebab Pusar Bayi Menonjol Keluar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Gejala Demam Berdarah pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Penyebab dan Dampak Stunting pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Kotoran Telinga Anak Mengeras, Bagaimana Cara Membersihkannya?
Mempertimbangkan Risiko dan Keuntungan Sunat pada Bayi Laki-laki
TERPOPULER
Momen Adiba Khanza dan Egy Maulana Akhirnya Perlihatkan Wajah Anak, Intip Potretnya
5 Publik Figur yang Baru Jadi Ayah, Family Man Banget
Niat Puasa Asyura & Tasua Lengkap dengan Waktu Beserta Tata Caranya
Jelang Pembagian Rapor, Ini Lho Contoh Pertanyaan yang Bisa Ditanyakan ke Guru
Kehamilan Pertama Lancar, Bunda Ini Tak Menyangka Alami Komplikasi Langka di Kehamilan Kedua
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pashmina Viscose yang Bagus, Adem, dan Nyaman Dipakai Seharian
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Menyusui Putri Habibie, Hati Hancur saat Bayi Menolak Payudara
20 Nama Anak Artis Indonesia Berawalan N dan Artinya, Bagus Penuh Makna
Momen Adiba Khanza dan Egy Maulana Akhirnya Perlihatkan Wajah Anak, Intip Potretnya
5 Publik Figur yang Baru Jadi Ayah, Family Man Banget
Jelang Pembagian Rapor, Ini Lho Contoh Pertanyaan yang Bisa Ditanyakan ke Guru
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terseret Kasus Hanania Travel, Anisa Rahma Bahas Biaya Tambahan Rp100 Juta
-
Beautynesia
Rekomendasi Destinasi Honeymoon untuk 5 Tipe Pasangan, dari Maladewa hingga Jepang
-
Female Daily
Nespresso Sambut Musim Panas dengan Koleksi Iced Coffee dan Aksesori Terbaru!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Respon Lucu Kimi Antonelli Setelah Kim Kardashian Curi Handuknya di GP Monako
-
Mommies Daily
13 Hotel dan Villa Pet Friendly di Jawa Barat, Liburan bareng Anabul