PARENTING
Kandungan Merek Susu Ini Ditarik di 49 Negara, BPOM Minta Nestle Setop Sementara di Indonesia
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Kamis, 15 Jan 2026 13:00 WIBBadan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) baru-baru ini mengungkap adanya produk susu formula bayi Nestle yang berkaitan dengan penarikan di 49 negara. Temuan ini muncul karena ada potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku Arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produksi formula bayi.
Menilik dari laman CNN Indonesia, toksin cereulide merupakan zat berbahaya yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini dikenal tahan panas dan tidak bisa dinonaktifkan hanya dengan air mendidih atau proses memasak biasa, Bunda.
Dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), produk yang terdampak adalah S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan. Produk ini memiliki nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1, dan dua bets tersebut tercatat pernah diimpor ke Indonesia.
"Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg)," tulis rilis BPOM, dilansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM).
BPOM minta Nestle tarik sementara dari pasar Indonesia
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginstruksikan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan peredaran susu formula bayi. Langkah ini dilakukan dengan mengutamakan kehati-hatian demi menjaga kesehatan masyarakat, terutama pada bayi.
Selain itu, BPOM juga meminta agar proses impor produk tersebut ke Indonesia dihentikan sementara. Kebijakan ini diambil untuk memastikan pengawasan berjalan lebih aman.
Dilansir CNN Indonesia, keputusan tersebut merupakan respons atas notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).
Peringatan tersebut menjadi dasar kuat bagi BPOM untuk bergerak cepat mengambil langkah. Tujuannya agar potensi risiko terhadap kesehatan bayi bisa dicegah sejak dini, Bunda.
Sejalan dengan arahan tersebut, PT Nestle Indonesia melakukan penarikan terhadap seluruh produk formula bayi dengan nomor bets yang terdampak. Proses ini dilakukan di bawah pengawasan BPOM.
Imbauan BPOM untuk orang tua terkait produk terdampak
Menilik dari detikcom, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan masyarakat terkait kasus keracunan akibat produk tersebut.
BPOM juga mengingatkan masyarakat supaya tetap waspada. Orang tua yang merasa telah membeli susu S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 diimbau segera menghentikan penggunaannya.
Lebih lanjut, produk tersebut diminta untuk dikembalikan ke tempat pembelian. Orang tua juga bisa menghubungi layanan konsumen PT Nestle Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.
Bagi yang sudah telanjur mengonsumsi, orang tua diminta lebih peka terhadap kondisi anak. Adapun dampak dari paparan toksin ini yang bersifat cepat, yakni biasanya muncul dalam 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi.
Berikut ini gejala yang perlu orang tua waspadai:
- Demam
- Menolak menyusu
- Menangis terus-menerus
- Tubuh yang terlihat sangat lemas
Sejalan dengan hal ini, BPOM meminta orang tua untuk tidak khawatir menggunakan produk Nestle lainnya. Mengacu pada keterangan BPOM, pengawasan pre-market dan post-market tetap terus dilakukan. BPOM juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dan sesuai dengan standar gizi.
Oleh karena itu, orang tua sebaiknya lebih teliti lagi saat membeli atau mengonsumsi pangan olahan dengan mengecek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.
Respons Nestle terkait isu penarikan susu formula bayi
Menanggapi pemberitaan soal penarikan beberapa batch susu formula bayi di beberapa negara, Nestle Indonesia menyampaikan klarifikasinya. Informasi ini diunggah langsung melalui akun Instagram resmi @nestle_indonesia.
Dalam keterangannya, Nestle menyampaikan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini. Produk yang dibuat di dalam negeri juga dipastikan tetap aman untuk dikonsumsi.
"Nestle Indonesia menegaskan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini, dan seluruh produk yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi," tulis keterangan tersebut.
Nestle juga menyampaikan bahwa produk impor yang dijual di Indonesia telah memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu. Produk-produk tersebut telah melalui standar nasional maupun internasional.
"Selain itu, produk impor yang dijual oleh Nestle Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional. Hal ini juga telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif," lanjutnya.
Lebih lanjut, Nestle menjelaskan bahwa hanya ada dua batch produk impor dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak. Produk tersebut merupakan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dengan nomor batch tertentu.
"Hanya terdapat dua batch produk yang diimpor ke Indonesia dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, yaitu Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan (dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1). Kedua batch ini telah diuji menggunakan metode pengujian paling akurat, dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi," demikian keterangan Nestle.
Demikian ulasan mengenai susu S-26 Promil Gold pHPro 1 yang ditarik di 49 negara, serta langkah BPOM yang meminta Nestle menariknya sementara dari pasar Indonesia. Semoga informasi ini membantu Bunda tetap bijak dalam memilih produk untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Penyebab Anak Merasa Pusing saat Bangun Tidur
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Gula di Susu UHT dan Susu Formula Mana yang Lebih Tinggi?
Mana Lebih Baik untuk Anak di Atas Satu Tahun, Susu Formula atau UHT?
Bayi 4 Bulan Sering Masuk RS Diduga karena Minum Susu Mengandung Bakteri Berbahaya
3 Produk Susu Bayi yang Mengandung Bakteri Berbahaya, Ini Kata BPOM RI Bun
TERPOPULER
10 Tanaman Pengusir Semut yang Dapat Ditanam di Rumah, Aromanya Enak!
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kartini, Tampil Kenakan Pakaian Tradisional
Chelsea Islan Gelar Baby Shower Kehamilan Bertema Pesta Musim Panas
Momen Artis Rayakan Hari Kartini 2026, Caption Sosmed Curi Perhatian
Kenalkan Konsep Merah Putih, Cara Benar Menyikat Gigi Anak Menurut Dokter
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pengharum Ruangan Tahan Lama, Usir Bau Tak Sedap di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Baju Daerah & Kebaya Anak untuk Perayaan Pawai Hari Kartini
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Fakta Menarik Jaafar Jackson, Keponakan yang Perankan Michael Jackson di Biopik 'Michael'
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kartini, Tampil Kenakan Pakaian Tradisional
10 Tanaman Pengusir Semut yang Dapat Ditanam di Rumah, Aromanya Enak!
Kenalkan Konsep Merah Putih, Cara Benar Menyikat Gigi Anak Menurut Dokter
Chelsea Islan Gelar Baby Shower Kehamilan Bertema Pesta Musim Panas
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
PK Yudha Arfandi Ditolak, Tamara Tyasmara Bersyukur Mendiang Anak Dapat Keadilan
-
Beautynesia
Sejarah Festival Anime di Dunia
-
Female Daily
Spesial Perayaan Hari Kartini, ParagonCorp Ajak Perempuan Hadapi Self-Doubt Lewat Women’s Space!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Prewedding El Rumi-Syifa Hadju, Memukau Dengan Busana Adat Jawa Klasik
-
Mommies Daily
Infografik: Panduan Sleep Training Bayi 0-24 Bulan, Bayi Jadi Tidur Nyenyak dan Mandiri