PARENTING
Google dan YouTube Luncurkan AKSI Digital, Upaya Dukung Kesehatan Mental Remaja
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 02 Feb 2026 15:00 WIBGoogle dan YouTube melebarkan sayap dukungan ke dunia pendidikan. Platform digital terbesar di dunia ini baru saja meluncurkan AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital), yang bertujuan untuk melindungi remaja dan membantu mereka berkembang di dunia digital.
AKSI Digital merupakan inisiatif kolaboratif untuk memberdayakan keluarga dalam menjelajahi internet secara aman, bertanggung jawab, dan produktif. Kali ini, program penuh manfaat tersebut akan menargetkan para guru di Jakarta, Bunda.
Menggandeng Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Google dan YouTube bakal meluncurkan Buku Saku Kesejahteraan Digital (Digital Wellbeing Guidebook) dan melakukan Uji Coba Pelatihan Guru Konseling pada 2.500 guru di Jakarta. Keduanya bakal menjadi alat yang diperlukan untuk mendukung kesehatan mental remaja, terutama di lingkungan sekolah.
"Di Indonesia, YouTube telah berevolusi menjadi sumber daya yang mendorong bangsa dalam kondisi pembelajaran terus-menerus, membuka dunia penemuan dan kemungkinan bagi generasi berikutnya. Dengan bekerja bahu-membahu melalui inisiatif seperti AKSI Digital, kita dapat memastikan generasi mendatang memiliki pengetahuan dan ketangguhan yang mereka butuhkan untuk berkembang di era digital," ujar Vice President of YouTube Public Policy, Leslie Miller.
"Filosofi kami dalam mendukung generasi muda itu sederhana: Kami bertujuan untuk melindungi mereka di dunia digital, bukan dari dunia digital," sambungnya dalam acara 'Peluncuran Program Aksi Digital' bersama YouTube dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta di Jakarta Pusat, Kamis (29/1/26).
Harapan Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik program inisiatif dari YouTube dan Google ini. Menurut Nahdiana, program ini memiliki pengaruh yang positif tak hanya pada anak remaja, tapi juga guru sebagai pendidik.
"Sangat berpengaruh, karena ini menjadi media di mana kita ingin mengubah cara mengajarkan itu menjadi edukatif," ujar Nahdiana.
"Kalau kita bicara program AKSI Digital ini adalah Anak Keluarga Sigap Digital. Jadi bukan menghindari ruangan ini sama sekali, tapi bagaimana anak-anak bisa bijak dalam menggunakan digital. Selain itu, bagaimana guru-guru juga dilatih untuk menyampaikan materinya, lewat kreativitas, dan dengan media yang tentunya cocok," sambungnya.
Nahdiana mengatakan bahwa program AKSI digital ini harapannya dapat diadaptasi oleh setiap guru di sekolah, terutama Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
"Mungkin bukan diberlakukan, tapi semua sekolah idealnya memang (melakukan program inisiatif ini), terutama guru BK. Itu harapan kita ke depan," ujarnya.
Sebagai platform besar, YouTube dan Google telah membuat berbagai fitur yang dapat membantu orang tua menciptakan batasan digital yang sehat untuk anaknya. Setidaknya, sebanyak 89 persen orang tua setuju bahwa anak mereka mendapatkan manfaat dari penggunaan YouTube untuk belajar, sementara 92 persen mengatakan YouTube membuat pendidikan lebih mudah diakses.
Perubahan tersebut juga sangat dirasakan di sekolah-sekolah Indonesia. Menurut laporan dari Oxford Economics Impact Report tahun 2024, 82 persen guru yang disurvei menyebutkan bahwa YouTube membantu siswa memahami materi yang kompleks. Sementara itu, 96 persen menggunakan platform ini dengan mengintegrasikannya ke dalam tugas pembelajaran.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Orang Tua Wajib Tahu, Dampak Video Pendek & Cara Blokir Shorts di YouTube
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Menyelesaikan Konflik Anak Remaja dengan Orang Tua
13 Ciri-ciri Masa Pubertas Anak Laki-laki dan Perempuan, Jerawat Salah Satunya
Kisah Keluarga Kusmajadi Besarkan Anak di Campervan, Belajar Sambil Keliling Indonesia
Ucapan Orang Tua yang Dapat Mengganggu Psikologis Anak
TERPOPULER
Perbedaan Daging Sapi dan Kambing, Kenali Agar Tidak Keliru!
Perempuan Bekasi Alami Gagal Ginjal Stadium 5 Meski Rutin Minum Air Putih, Ini Pemicunya
Jasmine Anak Ririn Ekawati Lulus S1 dengan Predikat Cum Laude & Double Degree di Amerika
Julie Estelle Umumkan Kehamilan Kedua, Posting Momen Manis Bersama Si Sulung
Merasa Teliti? Cek Ketajaman Mata dengan Mencari Objek di Gambar Ini
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Granit Terbaik dengan Desain Elegan dan Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Bra Tanpa Kawat Terbaik, Tidak Bikin Sesak & Nyaman Dipakai Seharian
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Hamil Kantor untuk Tampil Elegan & Nyaman
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Cara Meningkatkan IQ Tinggi agar Lebih Cerdas
Perbedaan Daging Sapi dan Kambing, Kenali Agar Tidak Keliru!
10 Rekomendasi Panci Granit Terbaik dengan Desain Elegan dan Modern
Vasektomi Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan, Simak Harga & Ketentuannya Bun!
10 Cara Melatih Motorik Halus Anak Usia 3 Tahun, Tingkatkan Fokus & Kendalikan Emosi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Resmi Menikah dengan Dena Desy, Anji Disebut Sosok yang Sangat Bucin
-
Beautynesia
7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Manipulatif, Awas Terjebak!
-
Female Daily
Kulit Kusam karena Polusi? Ini Cara Mengembalikan Glow Wajah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Alyssa Daguise Kondangan 2 Minggu Setelah Lahiran, Tetap Tampil Memukau!
-
Mommies Daily
Biaya UKT UGM 2026: Lengkap dari Termurah sampai Termahal