Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Panduan Persiapan Puasa Ramadhan 2026 untuk Anak dan Keluarga

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 06 Feb 2026 09:30 WIB

Panduan Persiapan Puasa Ramadhan 2026 untuk Anak dan Keluarga
Ilustrasi Panduan Persiapan Puasa Ramadhan 2026 untuk Anak dan Keluarga/Foto: Getty Images/AscentXmedia
Daftar Isi
Jakarta -

Memasuki datangnya bulan suci, persiapan tentang puasa Ramadhan 2026 untuk anak dan keluarga menjadi hal penting yang kini mulai banyak dipikirkan, terutama oleh para orang tua.

Menilik dari buku Anak Saleh Rajin Puasa Ramadhan karya Ajen Dianawati, puasa dimaknai sebagai menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, kewajiban berpuasa baru berlaku saat seseorang sudah mencapai usia baligh. Artinya, anak yang belum baligh sebenarnya belum memiliki kewajiban penuh, tetapi masa ini justru jadi waktu 'emas' untuk mereka belajar, Bunda.

Seorang Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon, Kiai Marzuki Wahid, mengatakan bahwa anak sudah bisa mulai diajarkan berpuasa sejak usia dini. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses belajar sebelum anak benar-benar punya kewajiban ibadah secara penuh.

"Tiga tahun mungkin sudah bisa, sampai baligh. Karena ukuran anak dalam konteks ibadah adalah 'baligh'. Kalau laki-laki sampai mimpi basah atau keluar air mani, kalau perempuan adalah haid. Itu batas baligh," tuturnya ketika diwawancarai HaiBunda, beberapa waktu lalu.

"Karena itu ajarilah anak-anak kita sejak sebelum baligh karena setelah baligh mereka sudah menjadi mukallaf, maka dia akan menanggung pahala dan dosanya sendiri. Tetapi sebelum mukallaf adalah tanggung jawab orang tua," lanjutnya.

Panduan persiapan puasa Ramadhan 2026 untuk anak dan keluarga

Melihat dari sisi kesehatan, puasa punya banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh keluarga, termasuk untuk anak. Berbagai penelitian pun menunjukkan bahwa puasa bisa membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus mendukung pengaturan insulin.

Saat tubuh tidak menerima asupan makanan dalam waktu tertentu, kadar gula darah akan menurun secara alami. Kondisi ini membuat tubuh belajar bekerja lebih seimbang, sekaligus memberi dampak baik bagi kesehatan jantung dan berat badan.

Hal ini juga disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi di rumah sakit UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A. Menurutnya, puasa bisa memberikan manfaat kesehatan jika dijalani dengan persiapan yang tepat.

"Karena kita seharian berpuasa, otomatis gula darahnya akan menurun, ya. Jadi ini akan menyehatkan juga ya. Bisa juga untuk mengatur kadar insulin di dalam darah, kemudian juga bisa menyehatkan jantung, membantu mengontrol berat badan," ujar dr. Aisya pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Tak hanya soal fisik, puasa juga menjadi momen yang tepat untuk Bunda dan Ayah membangun kebiasaan baik serta karakter positif anak sejak dini.

"Selain bisa menyehatkan tubuh Si Kecil, puasa juga bisa menjadi momen Ayah dan Bunda untuk mengajarkan banyak hal dan membangun karakter yang baik," jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, ada beberapa panduan persiapan puasa Ramadhan 2026 yang bisa dilakukan sebelum puasa dimulai. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Latih puasa anak secara bertahap

Bagi anak yang baru belajar puasa, menjalani puasa seharian penuh tentu akan terasa berat, Bunda. Karena itu, latihan bisa dimulai pelan-pelan dengan mengajak anak berpuasa setengah hari terlebih dahulu.

Dilansir dari buku Pola Pembelajaran 9 Pilar Karakter pada Anak Usia Dini karya Endang Kartikowati, anak dapat dikenalkan puasa hingga waktu dzuhur atau ashar. Jika sudah terbiasa dan kuat, durasi puasa bisa ditambah sampai anak mampu menjalani puasa penuh.

2. Tunjukkan contoh yang positif di rumah

Anak cenderung meniru apa yang ia lihat setiap harinya, jadi penting sekali bagi orang tua untuk memberikan contoh secara langsung. Mulai dari sahur, berbuka, hingga menjalankan ibadah lain, lakukan bersama agar anak terbiasa melihat dan merasakannya.

3. Pastikan menu sahur bergizi untuk keluarga

Supaya anak tetap bertenaga selama puasa, sahur sebaiknya disiapkan dengan menu bergizi ya, Bunda. Bukan hanya untuk anak, kebiasaan makan sehat ini juga baik disiapkan untuk keluarga supaya puasa tetap lancar dan tubuh terjaga sepanjang hari.

"Karena anak masih tumbuh dan berkembang, mereka harus bisa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup walaupun berpuasa. Jadi pastikan Si Kecil mendapatkan makanan bergizi saat sahur, yaitu makanan yang mengandung vitamin dan mineral," tuturnya.

"Ayah dan Bunda bisa memberikan makanan yang mengenyangkan saat sahur, yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak," tambah dr. Aisya.

4. Hindari memberi makanan manis

Saat sahur, sebaiknya Bunda mengurangi makanan yang terlalu manis, terutama untuk anak. Asupan gula berlebihan bisa bikin mereka lebih cepat merasa lapar di siang hari saat berpuasa.

"Hindari memberikan gula sederhana seperti makanan yang manis. Nah, ini akan lebih cepat dibakar oleh tubuh dan lebih cepat lapar gitu. Jadi, berikan susu yang merupakan gizi lengkap pada anak saat sahur dan berbuka," jelas dr. Aisya.

5. Beri anak apresiasi dan semangat

Saat anak berhasil menjalankan ibadah puasa, dukungan dari keluarga sangat berarti, Bunda. Kata-kata yang positif bisa membuat mereka merasa dihargai dan semakin percaya diri untuk mencoba lagi keesokan harinya.

"Jangan lupa menyemangati mereka dengan mengucapkan kata-kata pujian ketika sudah berpuasa dan berhasil melewati rasa lapar dan haus," ungkap dr. Aisya.

6. Waspadai tanda dehidrasi

Selama anak belajar berpuasa, Bunda perlu lebih 'peka' melihat kondisi tubuhnya, apalagi saat beraktivitas. Jika anak tampak sangat lemas, pusing, atau tidak sanggup melanjutkan puasa, sebaiknya jangan dipaksakan, ya.

"Jangan sampai dia dehidrasi, jadi awasi tanda dehidrasi atau kekurangan energi, ya. Sudahi berpuasa kalau misalnya anak memang enggak sanggup melanjutkan," ujar dr. Aisya.

"Karena ini masih latihan, yang penting dia mengerti dahulu konsep berpuasa. Dan perlahan-lahan pasti anak akan bisa berpuasa Ramadhan sehari penuh," pungkasnya.

7. Berikan vitamin tambahan

Bunda bisa menambahkan vitamin atau suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh keluarga selama berpuasa. Menurut Dokter Spesialis Anak di Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Jeshika Febi Kusumawati, Sp.A, pastikan vitamin yang Bunda berikan sudah sesuai anjuran dokter supaya tetap aman, ya.

"Vitamin sebagai booster tetap boleh diberikan ke anak untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya selama puasa. Misalnya, memberikan suplemen vitamin C atau vitamin D. Tapi, pemberian suplemen ini perlu dikonsultasikan dulu ke dokter, terutama untuk mengetahui dosis dan efek sampingnya," ungkapnya kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Itulah berbagai panduan persiapan puasa Ramadhan 2026 yang bisa Bunda terapkan untuk anak dan keluarga. Semoga informasinya bisa bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda