HaiBunda

PARENTING

Anak Berkeringat saat Tidur, Waspadai Kemungkinan Masalah Jantung

Dr. dr. Indriwanto Sakidjan Atmosudigdo, Sp.JP(K). MARS   |   HaiBunda

Rabu, 04 Feb 2026 15:20 WIB
Anak berkeringat saat tidur/ Foto: Getty Images/Ridofranz
Jakarta -

Anak berkeringat saat tidur kerap membuat orang tua bertanya, apakah kondisi tersebut masih tergolong normal? Meski bisa terjadi pada banyak anak, ada kalanya keringat muncul lebih sering dari yang seharusnya.

Beberapa tanda tambahan yang muncul bersamaan dengan keringat malam, bisa menjadi petunjuk penting mengenai kesehatan anak. Terutama jika kondisi itu muncul berulang dan tampak mengganggu aktivitas harian anak.

Keringat yang keluar tanpa alasan jelas, apalagi saat udara sedang sejuk, juga perlu diperhatikan lebih lanjut. Bunda perlu memahami pola dan gejala penyertanya, supaya bisa mengetahui kapan waktunya melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Anak berkeringat berlebih saat tidur

Anak yang berkeringat saat tidur memang dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah tertentu. Namun perlu dipahami bahwa kondisi berkeringat bisa terjadi pada anak normal, termasuk bayi.

Kondisi ini perlu diwaspadai ketika keringat muncul bersama gejala lain. Misalnya, saat disusui anak tampak berkeringat banyak atau muncul kebiruan pada tubuhnya.

Anak yang terlihat biru lalu berkeringat, atau tampak lesu, bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Begitu juga pada bayi yang berat badannya sulit naik, bahkan cenderung tetap atau justru mengalami penurunan.

Artinya, keringat sebenarnya bisa saja normal pada anak. Namun bila jumlahnya berlebihan dan disertai gejala-gejala tersebut, orang tua patut mencurigai adanya kondisi ini.

Cara membedakan keringat malam yang normal dan yang perlu diwaspadai

Anak berkeringat di malam hari sebenarnya kondisi yang wajar terjadi. Namun perlu diperhatikan lebih jauh jika anak tetap berkeringat berlebih meski disusui di tempat sejuk.

Waspadai juga kondisi ketika anak semakin berkeringat dan tubuhnya tampak semakin membiru saat menyusu. Awasi perkembangan kesehatannya apakah butuh pemeriksaan dokter lebih lanjut.

Faktor risiko keringat malam pada anak

Anak berkeringat di malam adalah salah satu tanda adanya penyakit. Jadi, yang perlu dipahami ialah keringat bisa muncul bukan pada saat malam hari saja, tapi juga siang saat anak sedang menyusu.

Bila dalam keluarga ada anggota yang menderita penyakit jantung bawaan, risiko anak mengalami kondisi yang sama akan lebih tinggi. Sedangkan, anak dari keluarga tanpa riwayat jantung, cenderung memiliki risiko yang lebih rendah.

Kalau kondisi tersebut sering terjadi, ditambah ada riwayat keluarga dan gejala lain yang menyertai, maka ini patut dicurigai. Dalam kondisi seperti ini, orang tua dianjurkan untuk segera membawa anak berobat ke dokter jantung anak.

Tanda-tanda lain masalah jantung pada bayi dan anak

Salah satu gejala yang kerap muncul pada anak dengan gangguan tertentu adalah mudah lelah. Kondisi ini bisa terlihat berbeda pada bayi dan anak yang sudah lebih besar. Berikut penjelasannya.

1. Bayi

Pada bayi, tanda kelelahan sering terlihat saat Bunda sedang menyusui. Terutama saat direct breastfeeding yang butuh tenaga lebih dibanding minum susu dari botol, bayi akan terlihat cepat lelah, berkeringat, dan berhenti menyusu meski belum kenyang. Lalu, Si Kecil bisa menangis karena merasa lapar, kemudian kembali menyusu setelah sedikit merasa tenang, sehingga proses ini menjadi terputus-putus, Bunda.

2. Anak

Pada anak yang sudah bisa berjalan, tanda kelelahan tampak ketika ia lebih cepat lelah dibandingkan dengan teman seusianya. Untuk berjalan atau melakukan aktivitas sederhana saja, ia akan cepat lelah sementara anak lain tidak mengalami masalah. Kondisi ini perlu Bunda waspadai jika disertai dengan kebiruan, baik di kuku, bibir, maupun di sekitar mata. Saat anak kelelahan setelah bermain, ia cenderung mengambil posisi berjongkok.

Tanda awal gangguan jantung pada anak

Dalam beberapa kasus, terdapat tanda tertentu yang bisa membantu orang tua mengenali adanya gangguan pada jantung. Bicara soal hal ini, ada beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan. Untuk anak, gejalanya bisa terlihat dari mudah lelah saat melakukan aktivitas ringan. Selain itu, berat badan yang sulit naik juga bisa menjadi indikasi adanya masalah jantung pada anak, Bunda.

Jika anak mengalami infeksi paru lebih dari dua kali dalam setahun hingga harus dirawat di rumah sakit, ini juga patut diwaspadai. Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda adanya penyakit jantung bawaan pada Si Kecil.

Jenis penyakit jantung yang umum terjadi pada anak

Sebelum mengenal jenis-jenisnya, orang tua perlu memahami bahwa penyakit jantung bawaan adalah kegagalan tubuh dalam membentuk jantung sejak dalam kandungan.
Secara umum terdapat dua kelompok, yaitu yang biru dan yang tidak biru. Untuk yang tidak biru ini terkadang bisa terlewat karena tidak langsung terlihat seperti kelompok yang biru. Simak informasinya.

1. Kelompok penyakit jantung yang biru

Pada kelompok yang biru, anak terlahir dengan warna kebiruan sejak kecil. Namun, orang tua terkadang tidak menyadarinya dan mengira warna kulit anak memang gelap.
Apalagi jika kadar HB anak rendah, warna birunya bisa tidak terlalu terlihat, Bunda. Biasanya, pada kondisi biru, HB anak justru cenderung lebih tinggi, sehingga tanda biru pun akan tampak lebih jelas.

2. Kelompok penyakit jantung yang tidak biru

Untuk kelompok yang tidak biru, gejalanya biasanya berupa keluhan sering batuk atau panas. Anak juga dapat mengalami infeksi saluran napas bawah lebih dari dua kali dalam satu tahun.

Berat badannya juga tidak naik, sehingga kondisi ini bisa menjadi tanda awal. Jika tidak segera diobati, penyakit jantung yang awalnya tidak biru dapat berubah menjadi biru, Bunda.

Makanan dan pantangan untuk anak dengan masalah jantung

Pada anak dengan masalah jantung, aturan makan umumnya tidak seketat pada orang dewasa. Anak tetap membutuhkan gizi yang cukup, sehingga tidak ada larangan seperti tidak boleh makan lemak atau makanan berkolesterol tinggi.

Namun, pada kondisi gagal jantung, makanan sebaiknya tidak terlalu asin. Mengapa demikian? Karena garam dapat menahan cairan di dalam tubuh, sehingga berat badan atau bengkaknya pun bisa bertambah.

Di luar itu, yang terpenting adalah memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi dengan baik. Asupan yang seimbang membantu menjaga kondisi tubuh anak dan mendukung proses pemulihannya.

Perawatan anak dengan masalah jantung

Untuk perawatan anak dengan masalah jantung, Bunda perlu cermati mengenai perbedaan antara anak dengan kondisi biru dan tidak biru. Berikut penjelasannya.

1. Anak dengan kondisi biru

Pada anak yang mengalami kondisi biru, aliran darah ke paru-paru berkurang sehingga gejalanya terlihat cukup jelas. Mereka terlihat biru, cepat lelah, dan bisa membungkuk ( jongkok ) atau berhenti sejenak saat berjalan, bahkan beberapa di antaranya mengalami kejang.

Dalam kondisi ini, Bunda perlu menjaga agar anak tidak mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan bisa terjadi karena diare atau demam, yang dapat memperberat gejalanya.

Selain itu, menangis berlebihan pada anak juga bisa memperjelas kondisi birunya. Bukan berarti mereka tidak boleh menangis, tetapi harus dijaga supaya tangisannya tidak terlalu keras atau terlalu lama hingga membuatnya semakin lelah.

2. Anak dengan kondisi tidak biru

Pada anak yang tidak menunjukkan kulit kebiruan, aliran darah ke paru-paru justru cenderung berlebih, Bunda. Hal ini membuat mereka lebih mudah mengalami batuk atau infeksi saluran napas bagian bawah berulang.

Untuk mencegahnya, Bunda perlu menjaga daya tahan tubuh anak dengan pemberian vitamin atau imunisasi. Selain itu, hindari interaksi kontak kulit seperti menciumnya, karena bisa meningkatkan risiko penularan virus yang berbahaya bagi saluran napas bawah anak.

Demikian pembahasan mengenai penyebab anak berkeringat di malam hari, beserta tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Keringat berlebih pada malam hari memang dapat dipicu oleh berbagai faktor, namun jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan disertai keluhan cepat lelah saat beraktivitas ringan hingga berat badan sulit naik segera periksakan anak ke dokter.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hati-Hati, Ini 5 Kebiasaan Sehat yang Ternyata Bisa Merusak Jantung

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Deretan Artis yang Hamil Anak Kelima di Usia 30 Tahunan

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Sifat Egois Anak Menurut Studi

Parenting Nadhifa Fitrina

Blue Matcha, Minuman Viral yang Bisa Turunkan Tekanan Darah

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Siswa SD di NTT Meninggal Dunia, Alami Tekanan karena Tak Dibelikan Perlengkapan Sekolah

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Respons Indy Barends Usai Putranya Curhat di Sosmed Bahas Mental & Omongan Orang Tua

5 Rekomendasi Drama China 2026 yang Paling Dinanti

Blue Matcha, Minuman Viral yang Bisa Turunkan Tekanan Darah

7 Pengalaman Masa Kecil yang Membentuk Sifat Egois Anak Menurut Studi

Deretan Artis yang Hamil Anak Kelima di Usia 30 Tahunan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK