HaiBunda

PARENTING

9 Hal yang Terjadi Selama Fase Perkembangan Bayi hingga Balita

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 28 Feb 2026 10:15 WIB
Fase perkembangan bayi ke balita/ Foto: Getty Images/Edwin Tan

Melihat pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak sendiri rasanya takjub dan juga terharu. Mulai dari bayi yang terlihat tak berdaya, selalu bergantung pada bundanya. Kemudian seiring waktu, tumbuh menjadi anak-anak yang bisa bercerita banyak hal, mengajak bermain, hingga mulai belajar mandiri.

Selama masa pertumbuhan dan perkembangan ini, Bunda menjadi saksi betapa banyak hal yang terjadi pada Si Kecil. Tahap demi tahap mereka berhasil capai. Dari mulai tak bisa hingga bisa.

Sebagai orang tua, kita perlu mengetahui dan memahami apa saja tahap perkembangan yang terjadi selama fase perkembangan bayi hingga balita. Dalam artikel kali ini, akan dibahas tentang apa saja hal yang terjadi selama fase perkembangan mereka.


Namun, mengingat sangat banyak hal yang terjadi, maka secara garis besar, ada 9 hal yang terjadi selama fase perkembangan bayi hingga balita.

Apa saja yang terjadi selama fase perkembangan mereka? Simak selengkapnya berikut ini!

1. Punya berbagai macam refleks saat baru lahir

Bayi baru lahir memiliki berbagai macam refleks. Dilansir Hopkins Medicine, sebagian besar gerakan dan aktivitas bayi baru lahir adalah refleks atau gerakan yang tidak disengaja.

Ini berarti bayi tidak melakukan gerakan-gerakan ini dengan sengaja. Seiring sistem saraf mulai matang, refleks-refleks ini digantikan oleh perilaku yang disengaja. Ada refleks isap, refleks moro, refleks babinski, dan lain-lain.

Bayi baru lahir juga mengalami:

  • Kepala terkulai saat diangkat, perlu ditopang.
  • Menggerakkan kepala dari sisi ke sisi saat berbaring tengkurap.
  • Mata terkadang tidak terkoordinasi, mungkin terlihat juling.
  • Pertama-tama memfokuskan pandangan pada wajah atau cahaya, kemudian mulai mengikuti objek yang bergerak.
  • Mulai mengangkat kepala saat berbaring tengkurap.
  • Gerakan tersentak-sentak dan tidak menentu.
  • Menggerakkan tangan ke mulut.
  • Terkejut mendengar suara keras.
  • Memperhatikan wajah dan gambar dengan kontras hitam putih.
  • Memperhatikan suara, mungkin menoleh ke arah suara tersebut.
  • Terkadang tersenyum, terutama saat tidur.

2. Otot leher perlahan kuat dan bisa mengangkat kepala di usia 1-3 bulan

Seiring pertumbuhan bayi, kita akan melihat kemampuan baru dan menarik yang berkembang. Bayi pada usia ini, mulai mengendurkan otot-otot yang tegang pada bayi baru lahir dan mulai lebih banyak mengulurkan lengan dan kakinya. Berikut hal yang terjadi pada bayi usia 1-3 bulan:

  • Beberapa refleks perlindungan bayi baru lahir mulai menghilang.
  • Otot leher menjadi lebih kuat.
  • Menopang kepala saat diletakkan tengkurap.
  • Melihat wajah.
  • Mengikuti cahaya, wajah, benda.
  • Membuka tangan.
  • Memegang, lalu menjatuhkan mainan kerincingan atau benda lain.
  • Gerakan kaki aktif.

Pada akhir usia 3 bulan:

  • Mengangkat kepala dan dada saat diletakkan tengkurap.
  • Mulai meraih benda dengan tangan, mungkin memukul benda yang tergantung dengan tangan.
  • Memegang mainan saat  meletakkannya di tangan mereka.
  • Membawa tangan ke mulut.

3. Mulai bisa tengkurap hingga duduk mandiri di usia 4-6 bulan

Usia ini sangat sosial, dan bayi mulai bergerak dengan cara yang jauh lebih terarah. Berikut beberapa tonggak perkembangan umum yang dicapai sebagian besar bayi pada kelompok usia ini:

  • Refleks menggenggam, Moro, mencari, dan tonik leher (refleks yang biasanya ada pada bayi muda) menghilang.
  • Menyeimbangkan kepala dengan baik.
  • Bersandar pada tangan untuk menopang saat duduk.
  • Mendorong tubuh ke atas dengan lengan lurus saat tengkurap.
  • Berguling dari tengkurap ke telentang pada usia 6 bulan.
  • Mulai mengeluarkan air liur (tidak selalu merupakan tanda tumbuh gigi).
  • Tidur siang 2 hingga 3 kali sehari, masing-masing selama 1 hingga 3 jam (rata-rata).
  • Mulai tidur lebih lama di malam hari (6 hingga 8 jam secara konsisten).
  • Memiliki penglihatan warna penuh, mampu melihat pada jarak yang lebih jauh.
  • Mengenal benda dan orang yang familiar.
  • Memasukkan benda ke dalam mulut untuk menjelajahinya.
  • Menggapai untuk mengambil mainan yang diinginkan.
  • Menutup bibir saat tidak ingin makan lagi.
  • Suka melihat diri sendiri di cermin.

4. Senang bermain cilukba, merangkak, hingga meraih mainan favoritnya di usia 7-9 bulan

Bayi mengalami perkembangan kemampuan fisik yang pesat pada usia ini. Mereka mulai bergerak untuk pertama kalinya. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati ketika mereka mengeksplor sekitar rumah. Di usia ini, mereka:

  • Bisa duduk sendiri.
  • Duduk tanpa bantuan.
  • Menggapai dan menggenggam benda menggunakan jari.
  • Dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.
  • Bermain cilukba.
  • Mulai tumbuh gigi, seringkali dimulai dengan dua gigi depan tengah di rahang bawah, kemudian dua gigi depan tengah di rahang atas.
  • Memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut.
  • Tidur siang seringkali dua kali, kadang-kadang tiga kali sehari, masing-masing selama 1-2 jam (rata-rata).
  • Mungkin mulai terbangun di malam hari dan menangis.
  • Mengeluarkan banyak suara berbeda seperti "mamamama" dan "babababa" (ma-ma, da-da).
  • Tersenyum atau tertawa saat bermain cilukba.
  • Mengangkat tangan untuk digendong.
  • Mencari benda saat tidak terlihat.
  • Membenturkan dua benda bersama-sama.
  • Merasa malu, manja, atau takut di sekitar orang asing.
  • Menunjukkan beberapa ekspresi wajah, seperti senang, sedih, marah, dan terkejut.
  • Melihat saat dipanggil Nama.
  • Bereaksi saat orang tuanya pergi (melihat, meraih, atau menangis).

5. Mulai berdiri hingga bisa berjalan pada usia 10-12 bulan

Seiring pertumbuhan bayi, kita akan melihat kemampuan baru dan menarik yang berkembang. Perkembangan bicara sangat menggembirakan bagi orang tua karena mereka menyaksikan bayi mereka menjadi makhluk sosial yang dapat berinteraksi dengan orang lain. Bayi pada usia ini menjadi jauh lebih sadar akan orang lain dan diri mereka sendiri. Mereka belum yakin bahwa orang tua akan kembali saat mereka pergi. Di usia ini, mereka bisa:

  • Berdiri tegak.
  • Berjalan atau merangkak sambil berpegangan pada perabot.
  • Mampu mengambil makanan dan benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  • Dapat makan sendiri dengan makanan yang bisa dipegang dengan jari.
  • Minum dari cangkir tanpa tutup, saat  memegangnya.
  • Gigi baru terus tumbuh. Mungkin memiliki 4 hingga 6 gigi pada usia satu tahun.
  • Tidur siang dua kali sehari dan mampu tidur hingga 12 jam di malam hari tanpa menyusu.
  • Mungkin terbangun di malam hari mencari orang tua.
  • Mengucapkan da-da, ma-ma, atau nama khusus lainnya dan tahu siapa orang-orang tersebut.
  • Meniru suara dan beberapa ucapan.
  • Melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal.
  • Memahami kata "tidak".
  • Memasukkan sesuatu ke dalam wadah, seperti balok ke dalam cangkir.
  • Mencari barang yang  sembunyikan, seperti mainan di bawah selimut.
  • Bersikap ingin tahu dan ingin menjelajah.
  • Bergerak mengikuti musik.
  • Menjatuhkan benda dengan sengaja agar orang lain mengambilnya.
  • Menunjuk dan memberi isyarat untuk benda dan tindakan.
  • Mungkin mulai berpura-pura melakukan aktivitas sederhana, seperti membersihkan atau minum dari cangkir.

6. Mulai berbicara satu, dua kata hingga menggunakan sendoknya sendiri pada usia 15-18 bulan

Di usia 15 hingga 18 bulan, semakin banyak keterampilan dan kemampuan yang dimiliki anak. Dilansir Cleveland Clinic, mereka bisa:

  • Berdiri dan mengambil beberapa langkah.
  • Menggunakan jari untuk mengambil makanan dan makan sendiri.
  • Bertepuk tangan saat gembira.
  • Menunjukkan benda yang disukai.
  • Memeluk boneka atau menunjukkan kasih sayang kepada  dengan pelukan, Pelukan dan ciuman.
  • Meniru anak-anak lain saat bermain.
  • Mencoba satu atau dua kata selain "mama" dan "dada" (mereka mungkin tidak mengucapkan kata itu dengan tepat, tetapi mereka dapat mencoba dan mendekati kebenaran).
  • Memahami nama-nama benda, seperti melihat bola di dekatnya setelah  mengucapkan kata itu.
  • Mengikuti arahan sederhana, seperti memberikan sesuatu kepada  jika  meminta sesuatu yang mereka miliki dan mengulurkan tangan  dengan penuh harap.
  • Meminta bantuan, misalnya dengan menunjuk atau mengucapkan kata untuk sesuatu yang mereka butuhkan bantuannya atau inginkan
  • Menggunakan barang dengan benar, seperti memegang cangkir atau buku dengan benar.

Pada usia 18 bulan, sebagian besar anak dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Berjalan tanpa berpegangan pada apa pun atau siapa pun untuk dukungan.
  • Berpartisipasi dalam aktivitas rutin, seperti mengulurkan tangan mereka agar Bunda  membersihkannya atau memasukkan lengan mereka ke dalam lengan jaket yang ditawarkan.
  • Menggunakan sendok, bukan hanya jari mereka, untuk makan sendiri, atau mencoba menggunakan cangkir tanpa tutup (dengan tumpahan sesekali).
  • Naik dan turun dari sofa atau kursi tanpa bantuan.
  • Mulai menjelajah, menjauh dari Bunda, tetapi tetap sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan Bunda berada di dekatnya.
  • Berpartisipasi denganmu dengan membaca buku cukup lama hingga bisa melihat beberapa halaman.
  • Meniru tindakan sederhana yang mereka lihat kamu lakukan, seperti menyapu atau mengepel lantai.
  • Menggunakan setidaknya tiga kata selain "mama" dan "dada," dan mengikuti petunjuk sederhana dengan menggunakan kata-kata.

7. Mengenali emosi orang lain hingga berlari dan menendang bola pada usia dua tahun

Pada usia 2 tahun, sebagian besar anak dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Menggunakan kedua tangan sekaligus, seperti memegang sesuatu dengan satu tangan dan menggunakan tangan lainnya untuk membuka atau menutupnya.
  • Mengenali emosi, seperti ketika orang lain terluka atau kesal.
  • Melihat wajah untuk melihat bagaimana  bereaksi terhadap sesuatu.
  • Menggunakan dua kata bersamaan untuk mengekspresikan diri.
  • Mengidentifikasi dan menunjuk bagian tubuh yang  sebutkan dengan benar, atau menunjuk suatu objek atau sesuatu di dalam buku ketika  bertanya di mana letaknya.
  • Menggunakan gerakan yang lebih kompleks (di luar menunjuk dan melambaikan tangan sederhana), seperti menggelengkan atau menganggukkan kepala atau meniup ciuman
  • Menggunakan sakelar atau tombol pada mainan, atau bermain dengan beberapa mainan sekaligus.
  • Menggunakan peralatan makan seperti sendok untuk makan.
  • Berlari, menendang bola, dan menaiki tangga (hanya menggunakan kaki dan tidak memanjat dengan tangan juga).

Pada usia 2,5 tahun, sebagian besar anak dapat:

  • Bersosialisasi dan bermain dengan atau bersama anak-anak lain.
  • Mengikuti rutinitas sederhana dengan Frasa instruksi yang familiar, seperti menyikat gigi dan mengganti pakaian dengan piyama ketika diberi tahu, “Sudah waktunya tidur”.
  • Menggunakan kosakata yang lebih luas (sekitar 50 kata), menyusun kalimat sederhana, dan mengidentifikasi setidaknya satu warna.
  • Bermain pura-pura menggunakan benda, seperti berpura-pura balok mainan adalah makanan dan “memberi makan” kepada boneka.
  • Menggunakan tangan mereka untuk memutar kenop pintu, membuka tutup, atau membalik halaman buku satu per satu.
  • Menggunakan keterampilan pemecahan masalah, seperti menggunakan bangku untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi.
  • Melompat dari tanah dengan kedua kaki.
  • Melepas jaket tanpa bantuan.

8. Bersosialisasi dengan teman sebayanya, mengerti larangan, hingga memakai bajunya sendiri di usia 3 tahun

Pada usia 3 tahun, sebagian besar anak dapat:

  • Menangani perpisahan, menenangkan diri dalam waktu 10 menit setelah diantar ke pengasuh atau di fasilitas penitipan anak.
  • Bersosialisasi, memperhatikan anak-anak lain dan bergabung dengan mereka untuk bermain.
  • Berbicara dengan kemampuan yang lebih baik, melakukan percakapan singkat, mengajukan pertanyaan, atau menggunakan kata kerja untuk menggambarkan sesuatu dalam gambar atau buku.
  • Berbicara cukup jelas sehingga orang lain dapat memahami sebagian besar apa yang mereka katakan, dan menyebutkan nama mereka ketika ditanya.
  • Memahami dan mengindahkan peringatan, seperti tidak menyentuh permukaan yang panas setelah  memperingatkan mereka untuk tidak melakukannya.
  • Menggunakan tangan mereka untuk menggambar bentuk seperti lingkaran ketika ditunjukkan caranya, atau merangkai benda ke tali (seperti manik-manik).
  • Menggunakan garpu untuk makan sendiri.
  • Lebih banyak melakukan hal-hal untuk berpakaian sendiri, seperti mengenakan celana longgar atau jaket.

9. Bisa melepas kancing, menggambar, hingga bisa bercerita di usia 4 dan 5 tahun

Pada usia empat tahun, anak  bukan lagi balita. Sebagian besar anak seusia ini dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Berpura-pura menjadi orang lain (atau sesuatu yang lain, seperti hewan) saat bermain.
  • Menghibur seseorang yang terluka atau sedih.
  • Berperilaku berbeda di tempat-tempat tertentu (seperti perpustakaan atau taman bermain) dan memahami bagaimana, kapan, dan mengapa mereka harus berperilaku berbeda.
  • Mengenali dan menghindari bahaya, seperti tidak melompat dari tempat yang lebih tinggi saat bermain.
  • Meminta atau mencoba melakukan hal-hal yang menurut mereka akan membantu , atau mengambil kesempatan untuk membantu jika  menawarkan bantuan.
  • Mengucapkan kalimat dengan empat kata atau lebih, menggunakan baris dari lagu atau cerita, dan berbicara tentang apa yang mereka lakukan sebelumnya di hari itu.
  • Menjawab pertanyaan sederhana seperti, "Untuk apa sepatu?"
  • Sebutkan beberapa warna berbeda dari benda-benda yang saat ini dapat mereka lihat.
  • Menggambar seseorang dengan kepala, lengan, dan kaki (atau lebih detail).
  • Menangkap bola besar dalam sebagian besar percobaan.
  • Membuka kancing dan memegang krayon atau spidol dengan ibu jari dan jari (bukan hanya kepalan tangan).

Pada usia lima tahun, sebagian besar anak melakukan hal-hal berikut:

  • Mengikuti aturan permainan atau menunggu giliran saat bermain.
  • Tugas sederhana seperti membersihkan meja di rumah atau membantu memilah dan mencocokkan cucian.
  • Melakukan percakapan yang lebih panjang atau menceritakan kisah yang lebih panjang (seperti cerita dengan banyak bagian atau peristiwa, atau percakapan dengan lebih dari tiga pertukaran bolak-balik).
  • Mengenali atau menggunakan kata-kata berima, menghitung sampai 10, dan menggunakan atau memahami kata-kata yang berkaitan dengan waktu, seperti kemarin, hari ini, atau besok.
  • Memfokuskan perhatian pada suatu aktivitas selama lima hingga 10 menit (tidak termasuk aktivitas waktu layar).
  • Mengetahui beberapa huruf ketika ditunjuk, atau menulis beberapa huruf dari nama mereka sendiri.
  • Mengancingkan pakaian (bukan hanya membuka kancing).
  • Melompat dengan satu kaki.

Demikian ulasan mengenai fase yang terjadi pada bayi selama perkembangannya menjadi balita. Kemampuannya ikut berkembang, mulai dari gerakan refleks hingga akhirnya berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ternyata, ini Alasan Mengapa Bayi Memasukkan Benda ke Dalam Mulut

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rumah Mewah Rp744 Miliar Resmi Terjual, Identitas Pembelinya Jadi Sorotan

Mom's Life Natasha Ardiah

Kurang Tidur Selama 4 Malam Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan, Ini Alasannya

Mom's Life Arina Yulistara

Chelsea Olivia Jelaskan Kondisi Dirinya Pasca Operasi, Berawal Haid yang Tak Normal

Kehamilan Amrikh Palupi

Cerita Ibu yang Jalani Program Bayi Tabung di Luar Negeri demi Pilih Gender Anak, Picu Perdebatan!

Kehamilan Annisa Karnesyia

THR Belum Turun, Rencana udah Tersusun

Komik Bunda Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Viral! Drama 'The Art of Sarah' Diduga dari Kisah Nyata Skandal Besar Korea Selatan

Kurang Tidur Selama 4 Malam Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan, Ini Alasannya

Cerita Ibu yang Jalani Program Bayi Tabung di Luar Negeri demi Pilih Gender Anak, Picu Perdebatan!

THR Belum Turun, Rencana udah Tersusun

Orang Kaya Kini Ramai-ramai Koleksi Paspor, Jadi Aset Baru di Tengah Ketidakpastian

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK