Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Berapa Lama Bayi Disebut Newborn? Simak Penjelasan Pakar

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 01 Feb 2026 08:50 WIB

Mother with her newborn baby. Mother is holding her little baby girl.  Photo with the effect of sunlight, soft natural light, with selective focus.
Sampai kapan bayi disebut sebagai newborn?/Foto: Getty Images/iStockphoto/tacstef
Daftar Isi

Merawat bayi baru lahir atau newborn bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan, baik Bunda adalah orang tua baru maupun yang sudah berpengalaman. Alasannya tak lain karena newborn atau bayi baru lahir bisa tampak sangat kecil dan rapuh.

Berjam-jam yang dihabiskan untuk menenangkan dan memberi makan Si Kecil mungkin membuat kita bertanya-tanya. Berapa lama tepatnya bayi ini disebut newborn?

Walaupun begadang tiap malam karena harus menyusui itu terasa lama dan melelahkan bagi orang tua. Akan tetapi faktanya, tahap newborn atau bayi baru lahir sebenarnya cukup singkat.

Dalam sekejap mata, bayi baru lahir yang menggemaskan itu menjadi balita yang banyak bicara, selalu aktif. Mengingat fase newborn itu singkat dan perkembangan terjadi dengan cepat di tahun-tahun awal, sehingga penting bagi orang tua untuk memiliki wawasan tentang tahapan usia bayi, pertumbuhan, hingga perkembangannya.

Di sini, kita akan membahas istilah-istilah ini dan rentang usia yang ditentukan, beserta gambaran umum pertumbuhan dan perkembangan yang dapat kita amati.

Berapa lama bayi disebut newborn, bayi, dan balita?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Academy of Pediatrics mendefinisikan newborn atau bayi baru lahir sebagai bayi hingga usia 28 hari. Fase bayi atau infant yaitu setelah tahap bayi baru lahir hingga usia satu tahun.

Lalu, ketika bayi berusia satu tahun, mereka menjadi balita. Tahap balita umumnya berlangsung hingga mereka berusia tiga tahun, Bunda.

Rentang usia dan tahapan perkembangan new born

Secara informal, banyak yang menganggap bayi baru lahir sebagai bayi dalam 2 atau 3 bulan pertama kehidupannya. Tahap bayi baru lahir sebenarnya jauh lebih singkat daripada yang mungkin diasumsikan banyak orang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), durasi resmi periode newborn ini adalah 28 hari.

“Namun, banyak yang menganggapnya berlangsung hingga bayi berusia sekitar 4 hingga 6 minggu,” kata Jessica Madden, MD, IBCLC, seorang dokter anak, neonatolog, dan direktur medis di Aeroflow Breastpumps, dikutip dari The Bump.

Sepanjang tahap newborn, perkembangan mereka dapat Bunda amati sebagai berikut:

  • Mulai mengeluarkan suara selain menangis
  • Menjadi tenang saat digendong
  • Bereaksi terhadap suara keras
  • Memperhatikan orang tuanya saat bergerak
  • Menggerakkan kedua lengan dan kaki
  • Membuka tangan sebentar
  • Mengangkat kepala saat diletakkan tengkurap

Rentang usia dan tahapan perkembangan bayi (infant)

Setelah tahap bayi baru lahir berakhir, bayi memasuki tahap infant. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan tahap ini setelah newborn hingga usia satu tahun.

Dilansir Parents, kamus Merriam-Webster mendefinisikan bayi sebagai "anak pada periode pertama kehidupan" tetapi tidak memberikan spesifikasi usia. Mereka menggambarkan bayi sebagai "anak yang sangat muda."

Di tahap ini, mereka kemungkinan akan mencapai banyak tonggak perkembangan, termasuk:

  • Berguling
  • Tersenyum
  • Duduk
  • Melambaikan tangan
  • Bertepuk tangan
  • Mengambil benda
  • Mulai makan makanan padat
  • Mengoceh dan mungkin bahkan mengucapkan kata pertama mereka
  • Merangkak
  • Berdiri dan merambat

Rentang usia dan tahapan perkembangan balita

Tahap balita umumnya dianggap dimulai ketika anak berusia antara 1 dan 2 tahun. Bayi menjadi balita tepat setelah ulang tahun pertama mereka, terlepas dari apakah mereka sudah resmi berjalan (atau merangkak) atau belum.

CDC mendefinisikan anak usia 1 hingga 3 tahun sebagai balita, sedangkan anak usia 3 hingga 5 tahun dikategorikan sebagai anak prasekolah. Berikut adalah beberapa tonggak perkembangan yang akan Bunda perhatikan selama masa balita:

  • Berjalan (biasanya lancar pada usia 18 bulan)
  • Belajar berbicara (dan akhirnya berbicara dalam frasa dan kalimat)
  • Mengidentifikasi dan meniru orang-orang di sekitar mereka
  • Mengikuti instruksi sederhana
  • Makan sendiri
  • Terlibat dalam permainan
  • Mengekspresikan lebih banyak emosi dan kesadaran
  • Meniru perilaku orang lain
  • Berlari, menendang, dan memanjat saat mendekati usia prasekolah
  • Mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar lainnya

Ciri-ciri khas newborn

Setiap bayi berbeda, tetapi berikut beberapa ciri khas newborn yang perlu diketahui:

1. Mata

Jangan kaget kalau mata newborn terlihat bengkak. Saat bayi melewati jalan lahir, tekanan pada wajah dapat menyebabkan kelopak mata bayi terlihat bengkak atau membengkak. Pembengkakan ini akan mereda dalam satu atau dua hari setelah lahir.

Mata bayi baru lahir akan diperiksa segera setelah lahir sebagai bagian dari pemeriksaan fisik bayi baru lahir. Bayi baru lahir dapat melihat, tetapi penglihatan mereka belum terlalu fokus. Penglihatan mereka berkembang secara bertahap selama beberapa bulan pertama.

Terkadang, tepat setelah lahir, mata bayi tampak juling, artinya mereka lebih mengarah ke hidung bayi. Seiring waktu, otot mata bayi akan menguat, dan kondisi juling ini biasanya akan membaik.

Selain itu, warna mata bayi mungkin belum tetap sejak lahir. Anda mungkin akan melihat perubahan warna mata bayi Anda selama enam bulan pertama.

2. Kepala

Kepala newborn itu unik dan dapat berubah-ubah bentuknya. Tulang tengkorak newborn dapat bergeser dan tumpang tindih. Ada beberapa faktor yang dapat membentuk 'sementara' kepala newborn, Apabila persalinan yang berlangsung lama berarti kepala bayi mungkin lebih berbentuk kerucut dibandingkan bayi yang mengalami persalinan lebih singkat.

Kepala bayi juga mungkin terlihat lebih tinggi jika alat seperti ekstraktor vakum digunakan saat persalinan. Dalam beberapa hari setelah lahir, bentuk kerucut biasanya menjadi lebih bulat. Bayi yang lahir dengan bokong atau kaki terlebih dahulu atau melalui operasi caesar lebih mungkin memiliki kepala bulat saat lahir.

3. Tali pusar

Tali pusar menghubungkan orang tua dan bayi sebelum lahir. Saat bayi lahir, tali pusar dijepit dan dipotong, menyisakan penjepit dan sedikit tali pusar yang menempel pada bayi. Tali pusar bayi akan tampak putih kebiruan. Saat tali pusar mengering, warnanya akan berubah menjadi cokelat kekuningan lalu hitam kehijauan. Sedikit cairan atau pendarahan adalah normal saat tali pusar mulai lepas.

Tali pusar dan penjepit biasanya lepas dengan sendirinya, sekitar 1–3 minggu setelah lahir. Tali pusar akan mengeras dan berubah menjadi hijau kehitaman saat mengering. Jika tali pusar masih menempel saat bayi berusia tiga minggu, coba konsultasikan dengan dokter anak.

4. Kulit

Dikutip dari laman National Health Service (NHS) , saat lahir, lapisan atas kulit bayi sangat tipis dan mudah rusak. Selama bulan pertama, atau lebih lama untuk bayi prematur, kulit bayi akan matang dan mengembangkan lapisan pelindung alami sendiri.

Vernix, zat lengket berwarna putih yang menutupi kulit bayi  saat berada di dalam rahim, harus selalu dibiarkan menempel pada kulit. Ini adalah pelembap alami yang juga melindungi dari infeksi dalam beberapa hari pertama.

Kemudian sebaiknya hindari pemakaian produk kulit bayi setidaknya selama bulan pertama. Jangan menggunakan losion kulit atau skincare lainnya.

Demikian ulasan mengenai sebutan newborn, bayi, balita, dan anak-anak beserta tahapan perkembangan Si Kecil. Semoga informasinya membantu ya!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda