PARENTING
10 Pertanyaan Sulit tentang Puasa dan Jawabannya untuk Si Kecil
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 25 Feb 2026 19:00 WIBTak sedikit anak-anak yang baru mengenal puasa akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan sulit soal puasa. Beberapa dari mereka suka memberikan pertanyaan yang sangat kritis sehingga membuat Bunda mungkin sulit untuk menjawabnya.
Rasa keingintahuan yang begitu tinggi pada anak-anak membuat mereka suka menanyakan hal-hal ajaib, Bunda. Mulai dari kegiatan sehari-hari, kebiasaan, ilmu pengetahuan, hingga pengalaman-pengalaman yang baru dirasakannya pertama kali.
Puasa tentu menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga baginya. Mungkin bagi mereka, puasa hanyalah sekadar menahan lapar dan haus, tetapi dari sanalah timbul pikiran-pikiran lain dalam benaknya yang akan ditanyakan kepada sang Bunda.
Bunda harus selalu bersiap untuk menerima pertanyaan soal puasa yang akan ditanyakan Si Kecil. Oleh karena itu, Bubun akan bantu Bunda dalam mempersiapkan perkiraan pertanyaan-pertanyaan yang ingin mereka ketahui, dikutip dari detikcom dan laman Amaliah:
10 Pertanyaan sulit tentang puasa dan jawabannya untuk anak
Berikut ini beberapa pertanyaan sulit soal puasa yang kerap ditanyakan Si Kecil. Bunda tak usah khawatir, Bubun sudah siapkan jawaban untuk menjawabnya, yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Bunda, mengapa kita harus berpuasa, sih?
Pertanyaan ini sering dijumpai saat anak mulai belajar puasa. Berikut adalah jawaban yang bisa Bunda berikan:
"Nak, puasa adalah rukun islam yang wajib kita lakukan. Artinya, Allah yang langsung meminta kita untuk berpuasa. Dengan puasa, kita akan menahan hawa nafsu, sabar, dan lebih bersyukur atas apa yang kita dapatkan."
2. Apakah anak-anak seperti aku harus berpuasa?
Terkadang anak-anak berpikir puasa hanya untuk orang dewasa. Meski tidak sepenuhnya salah, Bunda harus memberikan pemahaman yang tepat padanya. Berikut jawaban yang bisa diberikan:
"Sebenarnya, yang wajib berpuasa adalah seseorang yang sudah dewasa, Nak. Namun, berpuasa dapat dilatih sejak kecil agar ketika dewasa nanti kamu terbiasa. Tenang saja, sekarang kamu diperbolehkan untuk puasa setengah hari, kok."
3. Mengapa kita harus bangun pagi sekali untuk makan, Bunda?
Bagi mereka rutinitas sahur atau makan di pagi hari adalah suatu hal yang baru. Tak heran, anak-anak akan merasa itu sesuatu yang perlu dipertanyakan karena rutinitas tersebut berbeda dari biasanya. Berikut jawaban yang bisa diberikan:
"Puasa dimulai saat adzan subuh berkumandang, Nak. Nah, agar energi tubuh kita tetap terjaga dan perut tidak kosong, kita dianjurkan bangun lebih pagi untuk makan dan minum."
4. Bunda, bagaimana jika aku makan tanpa sengaja saat puasa?
Anak-anak mungkin tahu bahwa makan dan minum dapat membatalkan puasa. Tetapi, mereka tidak tahu bila hanya di kondisi tertentu menelan sesuatu dapat membatalkan puasa. Berikut jawaban yang bisa diberikan:
"Rasulullah berkata tidak apa-apa bila kamu tanpa sengaja makan atau minum saat sedang puasa. Kamu tetap bisa melanjutkan puasamu sampai waktunya tiba. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang, karena hanya Allah-lah yang memberikan rezeki berupa makan dan minum."
5. Kalau aku capek, boleh enggak aku membatalkan puasa?
Meskipun berpuasa, anak-anak tetaplah aktif. Mereka akan tetap bermain dan berbicara sepanjang hari. Tak sedikit dari mereka yang memilih menyerah untuk membatalkan puasa saat tubuhnya sudah mulai kelelahan. Berikut jawaban yang bisa diberikan:
"Bersabarlah sedikit saat kamu berpuasa, Nak. Puasa dapat dibatalkan apabila tubuhmu merasa sakit atau tidak enak badan yang membuat aktivitasmu terganggu. Apabila kamu hanya lelah setelah bermain, tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa, ya."
6. Aku mengantuk, bolehkah aku tidur lagi setelah sahur, Bunda?
Hal ini sangat wajar, terlebih anak-anak masih membutuhkan penyesuaian ketika mulai belajar puasa. Bunda dapat memberikan saran apabila Si Kecil ingin segera tidur sehabis sahur. Berikut jawaban yang bisa diberikan:
"Mengantuk setelah sahur adalah sesuatu yang wajar. Tidak ada hadis yang melarang untuk tidur setelah sahur. Namun, alangkah baiknya untuk melaksanakan salat subuh terlebih dahulu dan tunggu beberapa saat sampai makanan selesai dicerna."
7. Apakah menggosok gigi atau muntah tanpa disengaja bisa membatalkan puasa?
Kondisi seperti ini bisa terjadi oleh siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Berikut jawaban yang bisa Bunda berikan ketika anak menanyakan hal tersebut:
"Membersihkan diri adalah sebagian dari iman. Rasulullah pun menganjurkan untuk bersiwak atau menyikat gigi saat puasa. Asalkan selama menggosok gigi kamu tidak menelan air ataupun odol dengan sengaja, puasamu tidak akan batal."
"Jika kamu merasa mual saat menggosok gigi ketika puasa, cobalah untuk segera membilasnya dengan air. Apabila sampai muntah dan itu tidak disengaja, puasamu tidak batal. Namun, jika kamu sengaja menyentuh langit-langit mulut hingga membuatnya mual dan muntah, maka puasamu batal."
8. Kemarin Bunda puasa, kenapa sekarang tidak?
Haid merupakan siklus bulanan yang cukup sulit dijelaskan kepada anak-anak. Namun, Bunda dapat menjelaskannya dengan tanpa memberikan kesan negatif sebagai berikut:
"Nak, setiap bulan tubuh perempuan selalu bekerja keras. Allah Maha Penyayang memberikan perempuan waktu khusus untuk beristirahat dari menjalankan ibadah. Bunda tidak puasa karena Allah yang memberikan nikmat tersebut."
9. Apa itu malam Lailatul Qadar, Bunda?
Bagi anak yang sudah sekolah, mungkin mereka sudah menerima informasi tentang malam Lailatul Qadar. Oleh karena itu, agar mereka mudah memahaminya, Bunda dapat berikan jawaban seperti ini:
"Lailatul Qadar merupakan malam yang paling indah di sepanjang bulan suci Ramadhan. Ini merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an pertama kali. Selain berpuasa, mengamalkan segala perbuatan baik dan ibadah di malam ini akan membuat pahala kita berlipat ganda, setara dengan lebih dari 1.000 bulan."
10. Mengapa kita harus memberikan makanan dan berbagi rezeki saat puasa, Bunda?
Melihat orang-orang membagikan makanan atau takjil mungkin membuat anak bertanya-tanya. Peratanyaan ini sangat bagus, sekaligus dapat mengajarkan anak untuk menebar kebaikan sejak dini. Berikut jawaban yang bisa diberikan:
"Bulan Ramadhan adalah waktunya kita berlomba-lomba dalam kebaikan, Nak. Setiap perbuatan baik akan dicatat oleh malaikat dan akan diganti dengan pahala yang berlipat. Jadi, selain berpuasa, kita harus berbagi rezeki kepada sesama agar ibadah Ramadhan menjadi maksimal."
Demikian ulasan tentang pertanyaan sulit soal puasa yang suka ditanyakan anak. Semoga jawaban yang diberikan dapat membantu ya, Bunda.
(rap/rap)